Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik dan Model Tafsir Kontemporer

View through CrossRef
Tafsir modern-kontemporer memberikan angin segar bagi khazanah keilmuan tafsir Al-Qur’an. Ia berusaha untuk menyingkap makna Al-Qur’an dengan cara mengembalikan fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia dengan cara menerapkan prinsip al-ihtida bil qur’an, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup serta menjaga relevansi penafsiran dengan realitas kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan sejarah munculnya tafsir modern-kontemporer, model dan karakteristik tafsir modern-kontemporer serta kitab-kitab tafsir modern-kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data library research (studi kepustakaan). Tafsir modern-kontemporer lahir pada abad 19 M akhir sampai dengan 21 M diawali oleh pemikiran Muhammad Abduh yang gencar menyebarkan paham pembaharuan atau tajdid. Ia juga melihat tafsir-tafsir di masa sebelumnya yang cenderung bertele-tele dan melupakan tujuan utama Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, terutama mengkritik tafsir yang bercorak lughawi sehingga lahirlah corak adabi ijtima’i. Corak lain yang ada pada masa ini adalah ilmi’, ilhadi dan feminisme. Sedangkan kitab-kitab tafsirnya adalah tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Raidha, Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutub dan Al-Misbah karya Quraish Shihab. Tafsir ini menggunakan sumber penafsiran bil ma’tsur dan bil ra’yi dan metode yang digunakan adalah maudhui, tahlili dan kontekstual. Diantara karakteristiknya adalah memadukan teori kekinian atau kontekstaulitas dengan kaidah teori Al-Qur’an, menyingkap dengan lugas aspek keindahan bahasa Al-Qur’an dengan singkat dan kembali memfungsikan Al-Qur’an sebagai petunjuk. 
Title: Karakteristik dan Model Tafsir Kontemporer
Description:
Tafsir modern-kontemporer memberikan angin segar bagi khazanah keilmuan tafsir Al-Qur’an.
Ia berusaha untuk menyingkap makna Al-Qur’an dengan cara mengembalikan fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia dengan cara menerapkan prinsip al-ihtida bil qur’an, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup serta menjaga relevansi penafsiran dengan realitas kehidupan manusia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan sejarah munculnya tafsir modern-kontemporer, model dan karakteristik tafsir modern-kontemporer serta kitab-kitab tafsir modern-kontemporer.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data library research (studi kepustakaan).
Tafsir modern-kontemporer lahir pada abad 19 M akhir sampai dengan 21 M diawali oleh pemikiran Muhammad Abduh yang gencar menyebarkan paham pembaharuan atau tajdid.
Ia juga melihat tafsir-tafsir di masa sebelumnya yang cenderung bertele-tele dan melupakan tujuan utama Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, terutama mengkritik tafsir yang bercorak lughawi sehingga lahirlah corak adabi ijtima’i.
Corak lain yang ada pada masa ini adalah ilmi’, ilhadi dan feminisme.
Sedangkan kitab-kitab tafsirnya adalah tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Raidha, Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutub dan Al-Misbah karya Quraish Shihab.
Tafsir ini menggunakan sumber penafsiran bil ma’tsur dan bil ra’yi dan metode yang digunakan adalah maudhui, tahlili dan kontekstual.
Diantara karakteristiknya adalah memadukan teori kekinian atau kontekstaulitas dengan kaidah teori Al-Qur’an, menyingkap dengan lugas aspek keindahan bahasa Al-Qur’an dengan singkat dan kembali memfungsikan Al-Qur’an sebagai petunjuk.
 .

Related Results

Perkembangan Tafsir di Indonesia kontemporer
Perkembangan Tafsir di Indonesia kontemporer
Tafsir Kontemporer terpengaruh adanya pemikiran moderen yang terlebih dahulu ada dalam merespon Al-Qur’an sehingga tafsir di abad kontemporer memiliki paradigma yang berbeda. Jika ...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
TAFSIR AYAT KAUNIYYAH PERSPEKTIF THANTHAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM
TAFSIR AYAT KAUNIYYAH PERSPEKTIF THANTHAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM
Tafsir ayat kauniyyah yang berbasis sains merupakan sebuah fenomena yang terjadi saat ini dalam kajian tafsir kontemporer. Keberadaannya hingga saat ini masih menjadi perdebatan di...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...

Back to Top