Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto

View through CrossRef
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politik identitas muncul sebagai respons terhadap perlakuan yang tidak adil dalam pelaksanaan hak asasi manusia dan sebagai upaya kelompok yang terpinggirkan untuk menegakkan hak-hak politik dan kebebasan berkeyakinan mereka. Politik identitas terlihat dalam berbagai usaha, mulai dari penyaluran aspirasi untuk mempengaruhi kebijakan hingga penentuan nasib sendiri berdasarkan identitas.Artikel ini juga menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya politik identitas, seperti ketimpangan ekonomi, kurangnya partisipasi politik, dan kebijakan yang diskriminatif dan eksklusif. Politik identitas memiliki dampak signifikan dalam masyarakat Indonesia, terutama terkait dengan konflik etnis dan hubungan antar suku bangsa.Melalui metode studi literatur dan analisis kualitatif, penulis menyajikan panorama politik identitas di Kalimantan Barat. Identitas etnik di provinsi ini telah mempengaruhi perubahan administrasi pemerintahan dan pembentukan wilayah kekuasaan berdasarkan kelompok etnik. Konflik antarsuku bangsa, terutama antara suku Dayak, Melayu, Madura, dan Cina, sering terjadi di Kalimantan Barat.Artikel ini juga menyoroti peran agama dalam politik identitas. Agama memiliki pengaruh kuat dalam membentuk identitas manusia dan menjadi faktor penting dalam politik identitas. Sejarah Kalimantan Barat mencerminkan peran agama dalam konflik etnis dan hubungan antarsuku.Kesimpulannya, politik identitas merupakan fenomena yang kompleks dan memiliki dampak yang signifikan dalam masyarakat. Artikel ini memberikan wawasan tentang politik identitas di Kalimantan Barat serta peran agama dalam membentuk identitas dan konflik etnis. Pemahaman yang lebih baik tentang politik identitas dapat membantu membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil di Indonesia.
Title: Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Description:
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka.
Politik identitas muncul sebagai respons terhadap perlakuan yang tidak adil dalam pelaksanaan hak asasi manusia dan sebagai upaya kelompok yang terpinggirkan untuk menegakkan hak-hak politik dan kebebasan berkeyakinan mereka.
Politik identitas terlihat dalam berbagai usaha, mulai dari penyaluran aspirasi untuk mempengaruhi kebijakan hingga penentuan nasib sendiri berdasarkan identitas.
Artikel ini juga menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya politik identitas, seperti ketimpangan ekonomi, kurangnya partisipasi politik, dan kebijakan yang diskriminatif dan eksklusif.
Politik identitas memiliki dampak signifikan dalam masyarakat Indonesia, terutama terkait dengan konflik etnis dan hubungan antar suku bangsa.
Melalui metode studi literatur dan analisis kualitatif, penulis menyajikan panorama politik identitas di Kalimantan Barat.
Identitas etnik di provinsi ini telah mempengaruhi perubahan administrasi pemerintahan dan pembentukan wilayah kekuasaan berdasarkan kelompok etnik.
Konflik antarsuku bangsa, terutama antara suku Dayak, Melayu, Madura, dan Cina, sering terjadi di Kalimantan Barat.
Artikel ini juga menyoroti peran agama dalam politik identitas.
Agama memiliki pengaruh kuat dalam membentuk identitas manusia dan menjadi faktor penting dalam politik identitas.
Sejarah Kalimantan Barat mencerminkan peran agama dalam konflik etnis dan hubungan antarsuku.
Kesimpulannya, politik identitas merupakan fenomena yang kompleks dan memiliki dampak yang signifikan dalam masyarakat.
Artikel ini memberikan wawasan tentang politik identitas di Kalimantan Barat serta peran agama dalam membentuk identitas dan konflik etnis.
Pemahaman yang lebih baik tentang politik identitas dapat membantu membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil di Indonesia.

Related Results

PILKADA, POLITIK IDENTITAS DAN KEKERASAN BUDAYA
PILKADA, POLITIK IDENTITAS DAN KEKERASAN BUDAYA
Tampaknya wacana tentang dampak positif politik identitas ini belum menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan. Olehnya itu, penelitian ini hadir untuk mengulas sisi lain dari...
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
Filsafat hukum adalah filsafat yang akan kita bahas dalam pembahasan kali ini, bukan filsafat yang lain entah itu filsafat agama, filsafat pengetahuan ataupun filsafat etika. Filsa...
Menggugat Fanatisme Agama dalam Politik berdasarkan Konsep Politik Refleksif Armada Riyanto
Menggugat Fanatisme Agama dalam Politik berdasarkan Konsep Politik Refleksif Armada Riyanto
Tulisan ini meletakan fokus dasar pada fenomena politik di Indonesia yang sering kali dikawinkan dengan agama. Agama secara terus-menerus dipakai oleh para politisi untuk mendapat ...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
RELASIONALITAS ANAK RONA-ANAK WINA DALAM UNGKAPAN TOE SALANG TUAK-WAE TEKU TEDENG: TINJAUAN FILSAFAT ARMADA RIYANTO
RELASIONALITAS ANAK RONA-ANAK WINA DALAM UNGKAPAN TOE SALANG TUAK-WAE TEKU TEDENG: TINJAUAN FILSAFAT ARMADA RIYANTO
Fokus utama tulisan ini ialah menggali makna filosofis atas Go’et toe salang tuak-wae teku tedeng dalam relasi Anak rona-anak wina. Proses penggalian dan pendalaman ini dilakukan d...
Liyan sebagai Wajah Kemiskinan: Telaah Pemikiran Armada Riyanto tentang Subjek Marginal
Liyan sebagai Wajah Kemiskinan: Telaah Pemikiran Armada Riyanto tentang Subjek Marginal
Fokus penelitian ini pada penggalian konsep liyan sebagai wajah kemiskinan menurut pemikiran Armada Riyanto. KBBI mendefinisikan kemiskinan sebagai situasi masyarakat yang tidak be...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 32 No. 1 Februari 2022
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 32 No. 1 Februari 2022
Pembaca yang Budiman,Dewan Redaksi Jurnal Filsafat sedang melakukan langkah perubahan strategis setelah memperoleh kembali Akreditasi Nasional Peringkat Sinta 2, yakni melakukan pe...

Back to Top