Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PILKADA, POLITIK IDENTITAS DAN KEKERASAN BUDAYA

View through CrossRef
Tampaknya wacana tentang dampak positif politik identitas ini belum menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan. Olehnya itu, penelitian ini hadir untuk mengulas sisi lain dari politik identitas yang kerap hadir mewarnai pergolakan politik di tingkat lokal (pilkada) serta kaitannya dengan kekerasan budaya. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan kualitatif, guna menguraikan sisi yang berkaitan antara politik identitas dan kekerasan budaya. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dari sejumlah dokumen baik berupa buku, jurnal, sumber informasi lainnya yang mengulas mengenai politik identitas dan kekerasan budaya. Studi literatur dimaksudkan selain mengulas sisi negatif dari politik identitas, peneliti juga ikut mengulas sisi positifnya. Bahwasanya politik identitas itu tidaklah selamanya berbahaya. Bahkan di satu sisi bisa berdampak positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Hal ini didasarkan pada fakta situasi sosial masyarakat di Indonesia yang plural, multikultur yang menyebabkan politik identitas mustahil hilang, khususnya dalam perhelatan politik baik di tingkat local maupun nasional. Meski pada dasarnya politik identitas adalah gerakan yang sifatnya positif dan bahkan bisa memperkuat gerakan demokrasi karena lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, namun dalam perkembangannya mengalami pergeseran, bahkan menuai masalah saat hadir dalam konteks politik lokal, khususnya di negara-negara plural dan multikultur. Pola gerakannya lebih mengarah pada gerakan politisasi identitas yang didasari kebencian dan bertujuan untuk mempromosikan nilai yang mengutamakan kelompok sendiri, menekankan cara pandang antagonistis terhadap kelompok identitas lain serta melegitimasi kekerasan.Kata Kunci: politik identitas, pilkada, kekerasan budaya
Title: PILKADA, POLITIK IDENTITAS DAN KEKERASAN BUDAYA
Description:
Tampaknya wacana tentang dampak positif politik identitas ini belum menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan.
Olehnya itu, penelitian ini hadir untuk mengulas sisi lain dari politik identitas yang kerap hadir mewarnai pergolakan politik di tingkat lokal (pilkada) serta kaitannya dengan kekerasan budaya.
Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan kualitatif, guna menguraikan sisi yang berkaitan antara politik identitas dan kekerasan budaya.
Dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dari sejumlah dokumen baik berupa buku, jurnal, sumber informasi lainnya yang mengulas mengenai politik identitas dan kekerasan budaya.
Studi literatur dimaksudkan selain mengulas sisi negatif dari politik identitas, peneliti juga ikut mengulas sisi positifnya.
Bahwasanya politik identitas itu tidaklah selamanya berbahaya.
Bahkan di satu sisi bisa berdampak positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.
Hal ini didasarkan pada fakta situasi sosial masyarakat di Indonesia yang plural, multikultur yang menyebabkan politik identitas mustahil hilang, khususnya dalam perhelatan politik baik di tingkat local maupun nasional.
Meski pada dasarnya politik identitas adalah gerakan yang sifatnya positif dan bahkan bisa memperkuat gerakan demokrasi karena lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, namun dalam perkembangannya mengalami pergeseran, bahkan menuai masalah saat hadir dalam konteks politik lokal, khususnya di negara-negara plural dan multikultur.
Pola gerakannya lebih mengarah pada gerakan politisasi identitas yang didasari kebencian dan bertujuan untuk mempromosikan nilai yang mengutamakan kelompok sendiri, menekankan cara pandang antagonistis terhadap kelompok identitas lain serta melegitimasi kekerasan.
Kata Kunci: politik identitas, pilkada, kekerasan budaya.

Related Results

Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
BAHASA POLITIK DALAM DEBAT PILKADA 2020 DI KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
BAHASA POLITIK DALAM DEBAT PILKADA 2020 DI KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Bahasa merupakan media komunikasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud penutur kepada mitratuturnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan permainan bahasa p...
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
Partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga Negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperj...
KAPASITAS ADAPTIF DESAIN SISTEM PEMILIHAN UMUM TERHADAP SITUASI PANDEMI; STUDI KASUS PELAKSANAAN PILKADA SERENTAK 2020
KAPASITAS ADAPTIF DESAIN SISTEM PEMILIHAN UMUM TERHADAP SITUASI PANDEMI; STUDI KASUS PELAKSANAAN PILKADA SERENTAK 2020
Meskipun pilkada serentak 2020 dianggap sebagai success story dan role model penyelenggaraan pilkada di tengah situasi pandemi covid-19, namun pilkada serentak 2020 tetap menyimpan...
Politik Identitas Dalam Pemilihan Gubernur Maluku Utara Tahun 2019
Politik Identitas Dalam Pemilihan Gubernur Maluku Utara Tahun 2019
Abstract :This study discusses the existence of identity politics in the 2019 North Maluku gubernatorial election. In the 2019 North Maluku gubernatorial election, the couple succe...
UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS
UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS
Ilmu Politik dan Pendidikan IPS merupakan dua bidang studi yang penting dalam memahami dan mempengaruhi dinamika politik dan partisipasi warga negara dalam suatu masyarakat. Mata k...
Politik Identitas dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017: Perspektif Pemikiran Politik Nurcholish Madjid
Politik Identitas dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017: Perspektif Pemikiran Politik Nurcholish Madjid
Munculnya kasus penistaan agama, dan gerakan aksi damai 212 telah menjadi pembangkit semangat umat Islam untuk memilih pemimpin yang seagama disinyalir menjadi faktor utama pengger...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...

Back to Top