Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Mortar
View through CrossRef
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan mortar dengan presentase variasi sebesar 5%, 10%, dan 15% pada berat semen, pada usia 7 hari dan 28 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma. Sebanyak 44 sampel mortar berbentuk kubus berukuran 50 x 50 x 50 mm diuji yang terdiri dari 14 sampel mortar normal dan 30 sampel dengan penambahan abu sekam padi yang mengacu pada SNI 03-6825-2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi meningkatkan kekuatan mortar secara signifikan. Mortar normal memiliki kuat tekan rata-rata 9.32 MPa (7 hari) dan 13,71 MPa (28 hari), sedangkan mortar dengan penambahan abu sekam padi 15% pada berat semen mencapai 10.71 MPa (7 hari) dan 16,40 MPa (28 hari), memenuhi kategori Tipe S. Peningkatan kekuatan ini disebabkan reaksi pozolanik silika amorf dalam abu sekam padi yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H), sehingga memperkuat struktur dan porositas mortar. Selain itu, penambahan abu sekam padi dapat menurunkan daya serapair dengan hasil paling optimal pada variasi 5%.
This study aims to determine the effect of adding rice husk ash on the compressive strength of mortar with a percentage variation of 5%, 10%, and 15% of the weight of cement, at the age of 7 days and 28 days. The method used is an experimental method carried out in the Structure and Materials Laboratory of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University. A total of 44 cube-shaped mortar samples measuring 50x50x50 mm were tested consisting of 14 normal mortar samples and 30 samples with the addition of rice husk ash referring to SNI 03-6825-2002. The results showed that the addition of rice husk ash significantly increased the strength of the mortar. Normal mortar has an average compressive strength of 9.32 MPa (7 days) and 13.71 MPa (28 days), while mortar with the addition of 15% rice husk ash by weight of cement reaches 10.71 MPa (7 days) and 16.40 MPa (28 days), meeting the Type S category. This increase in strength is due to the pozzolanic reaction of amorphous silica in rice husk ash which produces calcium silicate hydrate (C-S-H), thereby strengthening the structure and porosity of the mortar. in addition, the addition of rice husk ash can reduce the compressive strength with the most optimal results at a variation of 5%.
Program Pascasarjana Universitas Bosowa
Title: Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Mortar
Description:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan mortar dengan presentase variasi sebesar 5%, 10%, dan 15% pada berat semen, pada usia 7 hari dan 28 hari.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma.
Sebanyak 44 sampel mortar berbentuk kubus berukuran 50 x 50 x 50 mm diuji yang terdiri dari 14 sampel mortar normal dan 30 sampel dengan penambahan abu sekam padi yang mengacu pada SNI 03-6825-2002.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi meningkatkan kekuatan mortar secara signifikan.
Mortar normal memiliki kuat tekan rata-rata 9.
32 MPa (7 hari) dan 13,71 MPa (28 hari), sedangkan mortar dengan penambahan abu sekam padi 15% pada berat semen mencapai 10.
71 MPa (7 hari) dan 16,40 MPa (28 hari), memenuhi kategori Tipe S.
Peningkatan kekuatan ini disebabkan reaksi pozolanik silika amorf dalam abu sekam padi yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H), sehingga memperkuat struktur dan porositas mortar.
Selain itu, penambahan abu sekam padi dapat menurunkan daya serapair dengan hasil paling optimal pada variasi 5%.
This study aims to determine the effect of adding rice husk ash on the compressive strength of mortar with a percentage variation of 5%, 10%, and 15% of the weight of cement, at the age of 7 days and 28 days.
The method used is an experimental method carried out in the Structure and Materials Laboratory of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University.
A total of 44 cube-shaped mortar samples measuring 50x50x50 mm were tested consisting of 14 normal mortar samples and 30 samples with the addition of rice husk ash referring to SNI 03-6825-2002.
The results showed that the addition of rice husk ash significantly increased the strength of the mortar.
Normal mortar has an average compressive strength of 9.
32 MPa (7 days) and 13.
71 MPa (28 days), while mortar with the addition of 15% rice husk ash by weight of cement reaches 10.
71 MPa (7 days) and 16.
40 MPa (28 days), meeting the Type S category.
This increase in strength is due to the pozzolanic reaction of amorphous silica in rice husk ash which produces calcium silicate hydrate (C-S-H), thereby strengthening the structure and porosity of the mortar.
in addition, the addition of rice husk ash can reduce the compressive strength with the most optimal results at a variation of 5%.
Related Results
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ABU SEKAM PADI DAN SUPERPLASTICIZER PADA MORTAR TERHADAP KUAT TEKAN
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ABU SEKAM PADI DAN SUPERPLASTICIZER PADA MORTAR TERHADAP KUAT TEKAN
Limbah abu sekam padi merupakan limbah hasil pembakaran sekam padi yang mengandung senyawa terbesarnya adalah silika. Limbah abu sekam padi yang dicampur pada mortar tida...
KEKUATAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR
KEKUATAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR
Abstrak : Paving block adalah suatu bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen, agregat dan air atau bahan lainnya. Paving block dapat digunakan untuk konstruksi jalan dan terg...
Studi Eksperimental Kuat Tekan Bata Merah dengan Variasi Penambahan Abu Sekam Padi
Studi Eksperimental Kuat Tekan Bata Merah dengan Variasi Penambahan Abu Sekam Padi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi sebagai material tambahan dan pengaruh waktu pembakaran bata merah terhadap kuat tekan bata merah. Mode...
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT
Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produ...
Pemanfaatan Serat Polypropylene untuk Meningkatkan Kuat Tekan Mortar dan Kuat Tekan Pasangan Bata
Pemanfaatan Serat Polypropylene untuk Meningkatkan Kuat Tekan Mortar dan Kuat Tekan Pasangan Bata
Kuat tekan mortar merupakan parameter utama untuk menentukan kualitas mortar. Kuat tekan didefinisikan sebagai perbandingan antara beban yang diberikan dan luas penampang sampel mo...
ANALISA PENGGUNAAN ABU ARANG KAYU PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
ANALISA PENGGUNAAN ABU ARANG KAYU PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
Mortar adalah salah satu bahan bangunan yang berfungsi sebagai perekat pasangan batu bata, batako, plesteran dan sebagainya. Saat ini mortar masih menggunakan agregat halus atau pa...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Studi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Abu Sekam Padi
Beton geopolimer menjadikan alternatif ramah lingkungan bagi beton konvensional karena memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon. Abu sekam padi yang merupakan limbah pertania...

