Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERKEMBANGAN IMPLEMENTASI DUE DILIGENCE BAGI INVESTOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA MENGENAI LEGITIMATE EXPECTATION

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan membahas mengenai perkembangan implementasi kewajiban due diligence oleh investor sebagai syarat atas klaim legitimate expectation dalam forum Investor-State Dispute Settlement (ISDS).  Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode kepustakaan. Menurut berbagai putusan arbitrase ISDS, ditemukan adanya perbedaan pandangan mengenai kedudukan due diligence dalam menentukan keberadaan legitimate expectation investor. Terdapat panel arbitrase yang menganggap bahwa due diligence merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan oleh investor untuk memastikan ekspektasi mereka terhadap perlakuan negara tuan rumah bersifat wajar dan beralasan. sebaliknya, terdapat pandangan yang menempatkan due diligence hanya sebagai aspek pendukung dalam pembuktian legitimate expectation. Meskipun terdapat perbedaan pandangan, saat ini semakin banyak panel arbitrase yang memutuskan mengenai pentingnya due diligence yang dilakukan investor sebagai penentu adanya legitimate expectataion. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya penerimaan terhadap pentingnya due diligence, yang ditandai dengan munculnya kewajiban tersebut dalam sejumlah putusan arbitrase, dimulai dari perkara Saluka melawan Republik Ceko pada tahun 2006. Menyikapi hal tersebut, Indonesia sebagai negara penerima investasi disarankan berperan aktif dalam merespons perkembangan dunia ISDS melalui keikutsertaan Indonesia dalam Working Group III Uncitral yang membahas mengenai reformasi ISDS. This article discusses the development of the implementation of investors’ due diligence obligations as a requirement for legitimate expectation claims in the Investor-State Dispute Settlement (ISDS) forum. This study uses a normative juridical research method using the literature method. Based on various international arbitral awards, there are differing views regarding the role of due diligence in establishing an investor’s legitimate expectation. Some arbitral tribunals consider due diligence to be an essential requirement that investors must fulfill to ensure that their expectations regarding the host state's treatment are reasonable and well-founded. Conversely, other views regard due diligence merely as a supporting factor in substantiating legitimate expectation. Despite these differing perspectives, an increasing number of arbitral tribunals have recognized the importance of investor due diligence in determining the existence of legitimate expectation. This reflects a growing acceptance of the necessity of due diligence, as evidenced by its recognition in several arbitral decisions, starting from the Saluka v. Czech Republic case in 2006. In light of this, Indonesia, as a host state for foreign investment, is encouraged to play an active role in responding to these developments in ISDS by proactively participating in UNCITRAL Working Group III, which focuses on ISDS reform, concerning the obligations of due diligence in legitimate expectation claims.
Title: PERKEMBANGAN IMPLEMENTASI DUE DILIGENCE BAGI INVESTOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA MENGENAI LEGITIMATE EXPECTATION
Description:
Penelitian ini bertujuan membahas mengenai perkembangan implementasi kewajiban due diligence oleh investor sebagai syarat atas klaim legitimate expectation dalam forum Investor-State Dispute Settlement (ISDS).
  Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode kepustakaan.
Menurut berbagai putusan arbitrase ISDS, ditemukan adanya perbedaan pandangan mengenai kedudukan due diligence dalam menentukan keberadaan legitimate expectation investor.
Terdapat panel arbitrase yang menganggap bahwa due diligence merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan oleh investor untuk memastikan ekspektasi mereka terhadap perlakuan negara tuan rumah bersifat wajar dan beralasan.
sebaliknya, terdapat pandangan yang menempatkan due diligence hanya sebagai aspek pendukung dalam pembuktian legitimate expectation.
Meskipun terdapat perbedaan pandangan, saat ini semakin banyak panel arbitrase yang memutuskan mengenai pentingnya due diligence yang dilakukan investor sebagai penentu adanya legitimate expectataion.
Hal ini menunjukkan semakin kuatnya penerimaan terhadap pentingnya due diligence, yang ditandai dengan munculnya kewajiban tersebut dalam sejumlah putusan arbitrase, dimulai dari perkara Saluka melawan Republik Ceko pada tahun 2006.
Menyikapi hal tersebut, Indonesia sebagai negara penerima investasi disarankan berperan aktif dalam merespons perkembangan dunia ISDS melalui keikutsertaan Indonesia dalam Working Group III Uncitral yang membahas mengenai reformasi ISDS.
This article discusses the development of the implementation of investors’ due diligence obligations as a requirement for legitimate expectation claims in the Investor-State Dispute Settlement (ISDS) forum.
This study uses a normative juridical research method using the literature method.
Based on various international arbitral awards, there are differing views regarding the role of due diligence in establishing an investor’s legitimate expectation.
Some arbitral tribunals consider due diligence to be an essential requirement that investors must fulfill to ensure that their expectations regarding the host state's treatment are reasonable and well-founded.
Conversely, other views regard due diligence merely as a supporting factor in substantiating legitimate expectation.
Despite these differing perspectives, an increasing number of arbitral tribunals have recognized the importance of investor due diligence in determining the existence of legitimate expectation.
This reflects a growing acceptance of the necessity of due diligence, as evidenced by its recognition in several arbitral decisions, starting from the Saluka v.
Czech Republic case in 2006.
In light of this, Indonesia, as a host state for foreign investment, is encouraged to play an active role in responding to these developments in ISDS by proactively participating in UNCITRAL Working Group III, which focuses on ISDS reform, concerning the obligations of due diligence in legitimate expectation claims.

Related Results

Eksistensi Peradilan Adat Dalam Penyelesaian Sengketa di Sumatera Barat
Eksistensi Peradilan Adat Dalam Penyelesaian Sengketa di Sumatera Barat
Peradilan adat merupakan suatu lembaga organik yang berperan dalam menyelesaikan sengketa dalam sistem hukum adat. Pada daerah Minangkabau berdasarkan Pasal 1 ayat (8) Perda Prov. ...
Penyelesaian Sengketa Melalui Ekstra Yudisial
Penyelesaian Sengketa Melalui Ekstra Yudisial
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum penyelesaian sengketa melalui lembaga ekstra yudisial serta alasan mengapa putusan yang dihasilkan oleh lembaga tersebut...
Due Diligence: Its Importance, Impact, and Improbabilities
Due Diligence: Its Importance, Impact, and Improbabilities
Summary. Due diligence affects all participants in the petroleum industry: investors, bankers, brokers, engineers, accountants, the government, and the companies ...
Frase ‘Antara Lain’ Sebagai Awal Alasan Yang Lain Dalam Pembatalan Putusan Arbitrase
Frase ‘Antara Lain’ Sebagai Awal Alasan Yang Lain Dalam Pembatalan Putusan Arbitrase
Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia lainnya untuk bertahan hidup.Oleh sebab itulah Aristoteles menyebut manusia dengan “zoon politicon.” Memang menjadi se...
Efektivitas Peran Mediator Dalam Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Dalam Bidang Bisnis Maupun Hukum
Efektivitas Peran Mediator Dalam Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Dalam Bidang Bisnis Maupun Hukum
Sengketa antara para pihak dapat diselesaikan melalui jalur litigasi (lembaga Peradilan) ataupun non litigasi (di luar Pengadilan). Penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi yai...
IMPLEMENTASI MAQASHID SYARI'AH DALAM PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS PADA PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MAROS)
IMPLEMENTASI MAQASHID SYARI'AH DALAM PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS PADA PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MAROS)
Seiring berkembangnya zaman yang disertai dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi syariah yang semakin pesat, tentu ekonomi syariah tidak lepas dari pada permasalahan-permasala...
Sinergitas Perguruan Tinggi dan Lembaga Arbitrase dalam Pembangunan Hukum Dibidang Penyelesaian Sengketa Bisnis
Sinergitas Perguruan Tinggi dan Lembaga Arbitrase dalam Pembangunan Hukum Dibidang Penyelesaian Sengketa Bisnis
AbstrakArbitrase sebagai sebuah instrumen penyelesaian sengketa sangat diperlukan dalam perkembangan hukum dan pembangunan hukum modern. Minimnya pengetahuan publik akan arbitrase ...
ANALISIS PENYELESAIAN SENGKETA TANAH WARISAN MELALUI JALUR MEDIASI TINGKAT DESA
ANALISIS PENYELESAIAN SENGKETA TANAH WARISAN MELALUI JALUR MEDIASI TINGKAT DESA
Abstrak Penelitian ini merupakan upaya untuk melakukan observasi terkait “Analisis Penyelesaian Sengketa Tanah Warisan Melalaui Jalur Mediasi Tingkat Desa Studi Kasus (Desa Mamamp...

Back to Top