Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI

View through CrossRef
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digitalisasi cagar budaya, urgensinya bagi pelestarian cagar budaya, serta berbagai peluang dan tantangan pelestarian cagar budaya melalui digitalisasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif melalui studi kepuatakaan (library research). Digitalisasi cagar budaya dapat dimaknai sebagai bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam melakukan manajemen pada benda-benda cagar budaya. Pemanfaatan teknologi digital ini akan memberikan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pelestarian cagar budaya. Dalam hal ini media digital dapat dimanfaatkan dalam melakukan pendataan, pendokumentasikan, penyimpanan, pengelolaan, hingga diseminasi informasi cagar budaya. Pelestarian cagar budaya melalui digitalisasi penting untuk dilakukan guna menjaga eksistensi benda-benda cagar budaya di masa depan yang terancam rusak atau hilang. Digitalisasi akan memudahkan dalam melakukan promosi kekayaan budaya secara internasional serta dapat menarik lebih banyak keterlibatan masyarakat dalam pelestariannya. Meskipun memiliki banyak peluang, digitalisasi cagar budaya di Indonesia juga memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan SDM dan sarana prasarana, belum adanya SOP, serta adanya kesulitan untuk mengakses benda cagar budaya pada kondisi tertentu.
Title: STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
Description:
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi.
Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digitalisasi cagar budaya, urgensinya bagi pelestarian cagar budaya, serta berbagai peluang dan tantangan pelestarian cagar budaya melalui digitalisasi.
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif melalui studi kepuatakaan (library research).
Digitalisasi cagar budaya dapat dimaknai sebagai bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam melakukan manajemen pada benda-benda cagar budaya.
Pemanfaatan teknologi digital ini akan memberikan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pelestarian cagar budaya.
Dalam hal ini media digital dapat dimanfaatkan dalam melakukan pendataan, pendokumentasikan, penyimpanan, pengelolaan, hingga diseminasi informasi cagar budaya.
Pelestarian cagar budaya melalui digitalisasi penting untuk dilakukan guna menjaga eksistensi benda-benda cagar budaya di masa depan yang terancam rusak atau hilang.
Digitalisasi akan memudahkan dalam melakukan promosi kekayaan budaya secara internasional serta dapat menarik lebih banyak keterlibatan masyarakat dalam pelestariannya.
Meskipun memiliki banyak peluang, digitalisasi cagar budaya di Indonesia juga memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan SDM dan sarana prasarana, belum adanya SOP, serta adanya kesulitan untuk mengakses benda cagar budaya pada kondisi tertentu.

Related Results

Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
STRATEGI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KEMBALI WISATAWAN DI KOTA CIREBON
STRATEGI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KEMBALI WISATAWAN DI KOTA CIREBON
Penelitian ini mendeskripsikan tentang strategi pelestarian cagar budaya terhadap keputusan berkunjung kembali wisatawan di Kota Cirebon. Pelestarian dilakukan agar masyarakat ikut...
Fotogrametri Benda-Benda Cagar Budaya Peninggalan Singasari Di Malang Raya
Fotogrametri Benda-Benda Cagar Budaya Peninggalan Singasari Di Malang Raya
Pelestarian dan pemajuan budaya di Indonesia didasarkan pada Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010 dan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017. Salah satu langkah...
Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara
Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara
Modernisasi menjadi hal yang sulit dihindari suatu bangsa yang tergolong sedang berkembang, terlebih Indonesia yang masyarakatnya sangat terbuka. Semangat modernisasi cenderung dit...
UPAYA PELESTARIAN RUMAH SEJARAH DALEM NOTONEGORO SEBAGAI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
UPAYA PELESTARIAN RUMAH SEJARAH DALEM NOTONEGORO SEBAGAI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
Dalem Notonegoro merupakan bekas Rumah Bupati Notonegoro salah satu Bupati Pemalang yang saat ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan dibuktikan adanya SK penetap...
Analisis Keterikatan Emosi dan Hubungan Liniasi para Pemangku Kepentingan dalam Pelestarian Cagar Budaya Keraton di Kota Cirebon
Analisis Keterikatan Emosi dan Hubungan Liniasi para Pemangku Kepentingan dalam Pelestarian Cagar Budaya Keraton di Kota Cirebon
Abstract. Social cohesion is the ability of groups to unite which is formed by cohesiveness through emotional attachment and linear relationships. The current phenomenon of globali...
Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pelestarian Cagar Budaya Kota Lama Sawahlunto Sebagai Daya Tarik Wisata
Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pelestarian Cagar Budaya Kota Lama Sawahlunto Sebagai Daya Tarik Wisata
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan partisipasi masyarakat Kota Sawahlunto dalam melestarikan cagar budaya. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena partisipasi lokal dala...

Back to Top