Javascript must be enabled to continue!
PENGUKURAN INFILTRASI TANAH BUKIT PINANG-PINANG KAWASAN HUTAN HUJAN TROPIK GUNUNG GADUT PADANG DI LABORATORIUM
View through CrossRef
A research about infiltration rate of soils from Pinang-Pinang area, a super wet tropical rain forest gunung Gadut Padang, was conducted in soil laboratory Agriculture Faculty, Andalas University. Â Pinang-pinang area is located in Kecamatan Pauh, in the upper footslope of Gadut mountain, functiong as water regulation for the area down under, especially Padang city. Â This is caused by the fact that water from the Pinang-Pinang area will fow to the sea through Kuranji river. Â Â This area is supposed to be protected to avoid natural disaster in the area down under. Â This research was aimed to determine infiltration rate of soils under different land use in the Pinang-Pinang region. Â There were three land use in this area, forest, mixed garden, and bush. Â Undisturbed soil samples were taken from each land use by using 11-cm in diameter and 40 cm height tubes. Â Soils samples were tightly closed, and brought into laboratory. Â Infiltration rate from each soil samples were determined in laboratory. Â The results showed that mixed garden gave the highest infiltration rate (38.4 cm jam-1) among the land use tested, and then followed by forest land use, and then bush land.Key Words: infiltration, land use, tropical rain forest
Title: PENGUKURAN INFILTRASI TANAH BUKIT PINANG-PINANG KAWASAN HUTAN HUJAN TROPIK GUNUNG GADUT PADANG DI LABORATORIUM
Description:
A research about infiltration rate of soils from Pinang-Pinang area, a super wet tropical rain forest gunung Gadut Padang, was conducted in soil laboratory Agriculture Faculty, Andalas University.
 Pinang-pinang area is located in Kecamatan Pauh, in the upper footslope of Gadut mountain, functiong as water regulation for the area down under, especially Padang city.
 This is caused by the fact that water from the Pinang-Pinang area will fow to the sea through Kuranji river.
  This area is supposed to be protected to avoid natural disaster in the area down under.
 This research was aimed to determine infiltration rate of soils under different land use in the Pinang-Pinang region.
 There were three land use in this area, forest, mixed garden, and bush.
 Undisturbed soil samples were taken from each land use by using 11-cm in diameter and 40 cm height tubes.
 Soils samples were tightly closed, and brought into laboratory.
 Infiltration rate from each soil samples were determined in laboratory.
 The results showed that mixed garden gave the highest infiltration rate (38.
4 cm jam-1) among the land use tested, and then followed by forest land use, and then bush land.
Key Words: infiltration, land use, tropical rain forest.
Related Results
ANALISIS TINGKAT LAJU INFILTRASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAIL
ANALISIS TINGKAT LAJU INFILTRASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAIL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat laju infiltrasi berdasarkan tata guna lahan dan karakteristik tanah. Penelitian dilakukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sail ...
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Penelitian ini mengkaji kesesuaian pengembangan daerah wisata di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu . Alasan penelitian ini dilakukan karena daerah Kawasan Bukit Tang...
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Lumut jati merupakan tumbuhan kriptogam iaitu kumpulan tumbuhan yang mempunyai organ pembiakan yang tersembunyi. Perbandingan tahap kesamaan spesies lumut jati di Hutan Simpan Behr...
Perbandingan Beberapa Sifat Fisik Tanah di Hutan Lindung Gunung Mahawu dan Hutan Lindung Gunung Masarang
Perbandingan Beberapa Sifat Fisik Tanah di Hutan Lindung Gunung Mahawu dan Hutan Lindung Gunung Masarang
Sebagai bagian dari ekosistem, tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, a...
Pemanfaatan Data Sifat Tanah Dalam Pendugaan Laju Infiltrasi Pada Areal Hutan Berlereng Curam
Pemanfaatan Data Sifat Tanah Dalam Pendugaan Laju Infiltrasi Pada Areal Hutan Berlereng Curam
Kendala pengukuran infiltrasi pada lahan hutan pegunungan adalah posisi lokasi yang jauh dan mempunyai kelerengan yang curam sampai sangat curam. Penelitian ini dilakukan untuk me...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...

