Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji kesesuaian pengembangan daerah wisata di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu . Alasan penelitian ini dilakukan karena daerah Kawasan Bukit Tangkiling memiliki potensi, keunikan alam dan budaya yang dapat dan dikembangkan menjadi daya tari wisata. Namun banyak kendala yang terjadi terkait dengan pengembangan kawasan tersebut sebagai daya tarik wisata. Disamping itu, kriteria daerah wisata juga belum diimplementasikan secara optimal, bahkan Tingkat kunjungan wisatawan menurun secara signifikan selama tiga tahun terakahir. Adapun faktor penyebab kurangnya peminat wisatawan local dan mancanegara disebabkan Kawasan Bukit Tangkiling membutuhkan akses/pebaikan jalan menuju lokasi, perlunya sponsor/promosi dari insfestor luar dan peranan pemerintah dalam pengembangan kawasan agar menjadi pusat wisata atau cagar budaya di Kalimantan Tengah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk megetahui kendala/penyebab terjadi terkait dengan pengembangan Kawasan wisata Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu, (2) untuk mengetahui bagaimana implementasi prinsip-prinsip yang ada di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu, Penelitian ini menggunakan analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode SWOT dimana dalam pengumpulan data sebagai data dukung dilakukan observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola tempat wisata, juga masyarakat sekitarnya di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan wisata Kawasan Bukit Tangkiling belum diimplementasikan dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya persoalan yang terjadi Kawasan Bukit Tangkiling sebagai daya tarik wisata, seperti persoalan hak kepemilikan tanah, penambangan batu belah, dan kondisi jalan menuju kawasan masih jalan tanah, sebagian akses jalan tergolong terjadi rusak ringan/berat yang masih menjadi kedala saat ini.  Berdasasrkan hasil penelitian tersebut, maka perlunya penanganan dan pemahaman Masyarakat pada daerah Kawasan Bukit Tangkiling dalam pengenalan konsevasi dan pariwisata melalui sosialisasi atau pelatihan guna meningkatkan  pengetahuan masyarakat dalam menjalankan kepariwisataan di daerahnya, serta perlunya dukungan/peranan pemerintah dalam pengembangan insfrastruktur daerah Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling seperti fasilitas pendukung, pemasaran/promosi, akses jalan dan bangunan guna pekembangan daerah Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling.
Title: Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Description:
Penelitian ini mengkaji kesesuaian pengembangan daerah wisata di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu .
Alasan penelitian ini dilakukan karena daerah Kawasan Bukit Tangkiling memiliki potensi, keunikan alam dan budaya yang dapat dan dikembangkan menjadi daya tari wisata.
Namun banyak kendala yang terjadi terkait dengan pengembangan kawasan tersebut sebagai daya tarik wisata.
Disamping itu, kriteria daerah wisata juga belum diimplementasikan secara optimal, bahkan Tingkat kunjungan wisatawan menurun secara signifikan selama tiga tahun terakahir.
Adapun faktor penyebab kurangnya peminat wisatawan local dan mancanegara disebabkan Kawasan Bukit Tangkiling membutuhkan akses/pebaikan jalan menuju lokasi, perlunya sponsor/promosi dari insfestor luar dan peranan pemerintah dalam pengembangan kawasan agar menjadi pusat wisata atau cagar budaya di Kalimantan Tengah.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk megetahui kendala/penyebab terjadi terkait dengan pengembangan Kawasan wisata Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu, (2) untuk mengetahui bagaimana implementasi prinsip-prinsip yang ada di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu, Penelitian ini menggunakan analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode SWOT dimana dalam pengumpulan data sebagai data dukung dilakukan observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola tempat wisata, juga masyarakat sekitarnya di kawasan tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan wisata Kawasan Bukit Tangkiling belum diimplementasikan dengan baik.
Hal ini terlihat dari banyaknya persoalan yang terjadi Kawasan Bukit Tangkiling sebagai daya tarik wisata, seperti persoalan hak kepemilikan tanah, penambangan batu belah, dan kondisi jalan menuju kawasan masih jalan tanah, sebagian akses jalan tergolong terjadi rusak ringan/berat yang masih menjadi kedala saat ini.
 Berdasasrkan hasil penelitian tersebut, maka perlunya penanganan dan pemahaman Masyarakat pada daerah Kawasan Bukit Tangkiling dalam pengenalan konsevasi dan pariwisata melalui sosialisasi atau pelatihan guna meningkatkan  pengetahuan masyarakat dalam menjalankan kepariwisataan di daerahnya, serta perlunya dukungan/peranan pemerintah dalam pengembangan insfrastruktur daerah Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling seperti fasilitas pendukung, pemasaran/promosi, akses jalan dan bangunan guna pekembangan daerah Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
ABSTRAKNILLA ERNI NURRACHMAH NINGSIH. 2022. Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu di Kawasan Hutan Batu Tikar Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Dibimbing oleh Sulasmi Anggo dan Wahyudin...
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...

Back to Top