Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penggunaan Polyurethane Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Beton Perkerasan Kaku
View through CrossRef
Pembangunan konstruksi jalan perkerasan kaku memerlukan bahan-bahan seperti semen, pasir, dan kerikil yang diaduk menjadi beton dan mengeras seiring dengan waktu. Saat ini sudah banyak penelitian dan pemanfaatan material-material alternatif yang dapat mengurangi penggunaan material-material pokok. Material alternatif dapat berupa limbah plastik, tekstil, cangkang kelapa, kulit pohon dan lain sebagainya yang memberikan kesan ala
mi
ramah lingkungan. Namun ada juga penelitian material pada bahan buatan / kimia seperti block foam yang digunakan untuk pengganti bebatuan gunung sebagai timbunan dasar (sub
base
) dan epoxy concrete sebagai lantai. Material plastik yang dapat digunakan di antaranya polyurethane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan polyurethane terhadap sifat fisik dan sifat mekanik beton untuk mutu rencana fc’ 36 MPa. Penelitian dilakukan melalui eksperimen di laboratorium. Sampel beton dibuat dengan variasi penambahan polyurethane 0%, 0,5% dan 1% terhadap berat campuran beton normal. Selanjutnya campuran tersebut diuji workabilitas dan dibuat benda uji silinder dan balok beton. Benda uji dilakukan uji kuat tekan dan kuat tarik lentur pada umur 7 hari, 14 hari, 28 hari dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan polyurethane tidak memberikan pengaruh terhadap workabilitas beton. Berat isi beton rerata pada umur 28 hari berkisar antara 24,45 kN/m3 sampai 24,27 kN/m3 dan berat isi beton berdasarkan benda uji balok sedikit lebih besar dibanding dari benda uji silinder. Penambahan polyurethanemenurunkan kuat tekan beton secara tidak signifikan dan masih 113% di atas kuat tekan rencana. Adapun kuat tarik lentur beton, penambahan polyurethane meningkatkan kuat tarik lentur beton cukup signifikan mencapai 26% pada penambahan 1% polyurethane dan 28% pada penambahan 0,5% polyurethane. Persentase optimum polyurethane terhadap campuran beton dalam penelitian ini adalah 0,5%.
Title: Pengaruh Penggunaan Polyurethane Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Beton Perkerasan Kaku
Description:
Pembangunan konstruksi jalan perkerasan kaku memerlukan bahan-bahan seperti semen, pasir, dan kerikil yang diaduk menjadi beton dan mengeras seiring dengan waktu.
Saat ini sudah banyak penelitian dan pemanfaatan material-material alternatif yang dapat mengurangi penggunaan material-material pokok.
Material alternatif dapat berupa limbah plastik, tekstil, cangkang kelapa, kulit pohon dan lain sebagainya yang memberikan kesan ala
mi
ramah lingkungan.
Namun ada juga penelitian material pada bahan buatan / kimia seperti block foam yang digunakan untuk pengganti bebatuan gunung sebagai timbunan dasar (sub
base
) dan epoxy concrete sebagai lantai.
Material plastik yang dapat digunakan di antaranya polyurethane.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan polyurethane terhadap sifat fisik dan sifat mekanik beton untuk mutu rencana fc’ 36 MPa.
Penelitian dilakukan melalui eksperimen di laboratorium.
Sampel beton dibuat dengan variasi penambahan polyurethane 0%, 0,5% dan 1% terhadap berat campuran beton normal.
Selanjutnya campuran tersebut diuji workabilitas dan dibuat benda uji silinder dan balok beton.
Benda uji dilakukan uji kuat tekan dan kuat tarik lentur pada umur 7 hari, 14 hari, 28 hari dan 56 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan polyurethane tidak memberikan pengaruh terhadap workabilitas beton.
Berat isi beton rerata pada umur 28 hari berkisar antara 24,45 kN/m3 sampai 24,27 kN/m3 dan berat isi beton berdasarkan benda uji balok sedikit lebih besar dibanding dari benda uji silinder.
Penambahan polyurethanemenurunkan kuat tekan beton secara tidak signifikan dan masih 113% di atas kuat tekan rencana.
Adapun kuat tarik lentur beton, penambahan polyurethane meningkatkan kuat tarik lentur beton cukup signifikan mencapai 26% pada penambahan 1% polyurethane dan 28% pada penambahan 0,5% polyurethane.
Persentase optimum polyurethane terhadap campuran beton dalam penelitian ini adalah 0,5%.
Related Results
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
Seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, maka semakin banyak barang dan kebutuhan yang harus di distribusikan dari suatu daerah ke daerah lainnya, para penyedia jasa angkutan...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYPROPHYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON EXPANDED POLYSTYRENE
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYPROPHYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON EXPANDED POLYSTYRENE
Beton expanded polystyrene (EPS) mempunyai berat jenis lebih ringan dibanding beton normal. Beton EPS banyak diminati untuk bahan dasar pembuatan elemen non struktural suatu bangun...
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
Dalam pembuatan betonair sangat diperlukan untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat halus, dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Pada dasarnya air yang diguna...

