Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003

View through CrossRef
Seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, maka semakin banyak barang dan kebutuhan yang harus di distribusikan dari suatu daerah ke daerah lainnya, para penyedia jasa angkutan barang biasanya mengangkut barang melebihi kapasitas yang diizinkan untuk kendaraan bias melewati jalan tertentu, sehingga struktur perkerasan jalan semakin mudah rusak.Kerusakan perkerasan jalan ini terjadi pula pada ruas Jalan Raya Cariu KM. BDG 79 – KM. BDG 81, kerusakan terjadi pada struktur perkerasan kaku (rigid pavement) eksisting tanpa menggunakan tulangan. Kerusakan perkerasan ini dikarenakan kelebihan beban kendaraan yang dapat mengakibatkan kecelakaan.Kerusakan struktur perkerasan kaku tanpa tulangan ini akan dibandingkan dengan struktur perkerasan kaku dengan tulangan berdasarkan standar Pd T-14-2003. Dari nilai CBR tanah dasar tersebut diperoleh nilai CBR efektif sebesar 28%, Tebal pelat beton yang direncanakan setebal 30 cm, dengan jenis dan tebal pondasi bawah adalah campuran beton kurus setebal 125 mm, Penulangan pelat yang digunakan (dalam kasus ini digunkan pelat beton bersambung dengan tulangan) adalah Tulangan diameter 8 mm dengan jarak 150 mm untuk tulangan memanjang, dan, Tulangan diameter 8 mm dengan jarak 150 mm untuk tulangan melintang.Nilai jarak tulangan tersebut diambil berdasarkan luas tulangan minimum (As minimum).Kata kunci :  Perkerasan Jalan,Perkerasan Kaku,Perkerasan Lentur, CBR. 
Title: PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
Description:
Seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, maka semakin banyak barang dan kebutuhan yang harus di distribusikan dari suatu daerah ke daerah lainnya, para penyedia jasa angkutan barang biasanya mengangkut barang melebihi kapasitas yang diizinkan untuk kendaraan bias melewati jalan tertentu, sehingga struktur perkerasan jalan semakin mudah rusak.
Kerusakan perkerasan jalan ini terjadi pula pada ruas Jalan Raya Cariu KM.
BDG 79 – KM.
BDG 81, kerusakan terjadi pada struktur perkerasan kaku (rigid pavement) eksisting tanpa menggunakan tulangan.
Kerusakan perkerasan ini dikarenakan kelebihan beban kendaraan yang dapat mengakibatkan kecelakaan.
Kerusakan struktur perkerasan kaku tanpa tulangan ini akan dibandingkan dengan struktur perkerasan kaku dengan tulangan berdasarkan standar Pd T-14-2003.
Dari nilai CBR tanah dasar tersebut diperoleh nilai CBR efektif sebesar 28%, Tebal pelat beton yang direncanakan setebal 30 cm, dengan jenis dan tebal pondasi bawah adalah campuran beton kurus setebal 125 mm, Penulangan pelat yang digunakan (dalam kasus ini digunkan pelat beton bersambung dengan tulangan) adalah Tulangan diameter 8 mm dengan jarak 150 mm untuk tulangan memanjang, dan, Tulangan diameter 8 mm dengan jarak 150 mm untuk tulangan melintang.
Nilai jarak tulangan tersebut diambil berdasarkan luas tulangan minimum (As minimum).
Kata kunci :  Perkerasan Jalan,Perkerasan Kaku,Perkerasan Lentur, CBR.
 .

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
KAJIAN KAPASITAS DAN TEBAL PERKERASAN PADA RUAS JALAN SUKANAGARA – TANGGEUNG KM BDG 136+000 – KM BDG 141+300 KABUPATEN CIANJUR
KAJIAN KAPASITAS DAN TEBAL PERKERASAN PADA RUAS JALAN SUKANAGARA – TANGGEUNG KM BDG 136+000 – KM BDG 141+300 KABUPATEN CIANJUR
Seiring perkembangan jalan sebagai jaringan transportasi dan sebagai jaringan penghubung antar wilayah Cianjur Kota – Cianjur Selatan. Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk di ...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat unt...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Proyek pembangunan jalan Ring Road  Ngawi ini merupakan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan yang terjadi pada ruas jalan dari arah Surabaya menuju Solo dan sebaliknya. Proy...

Back to Top