Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH GENANGAN AIR TERHADAP PENGECORAN BETON IN-SITU
View through CrossRef
ABSTRACTHigh rainfall intensity maybe occur during the dry season. This can certainly disturb the erection of a building project, especially in a case of construction works requiring dry condition, such in concrete item. Various attempts have been made to reduce the height of the puddle, when mixing the fresh concrete in a frame work of sub-structure elements, e.g. the foot-plate foundation. The puddles in the foundry area potentially affect the composition of the mortar especially in water-cement ratio (wcr). This caused a decrease of compressive strength (f’c) of the concrete then causing the quality decreaseof the concrete. This research used two types of mixed concreteconditions: dry and waterlogged condition. The water cement ratioshould be changed when mixing concrete had been performed in waterlogged condition. One determinedcontrol sample was based on a normal concrete mixture with characteristic strength (f'c) = 25 MPa. The standard of concrete mixing used is SNI-2834-2000 on the mixingprocedure of a normal concrete mixed design. The concrete sampleswere tested using a concrete compressor universal test machine (UTM) than comparedto hammer and Ultra Pulse Velocity (UPV) test.Based on the results of the study, the quality of mixed concrete in waterlogged conditions was much lower than the compressive strength design. The percentage reduction in compressed strength of mixed concrete under water submerged conditions ranged from 30.82% to 32.63% to normal concrete compressive strength. The higher level of puddlecaused the lower compressive strength of the concrete.There was a match between the measurements of concrete compressive strength using UTM comparedto hammer and UPV tests.The percentage differences in measurement of hammer test to UTM test results were 10.73% and 9.26% to 21.79% by the UPV test. Keywords: concrete, foot plate, mix design, puddle, wcr Intesitas hujan yang cukup tinggi juga dapat terjadi pada musim kemarau. Hal ini tentu dapat mengganggu pelaksanaan suatu pekerjaan bangunan, khususnya pekerjaan konstruksi yang telah disyaratkan untuk dikerjakan dalam kondisi kering. Berbagai macam upaya telah dilakukan untuk mengurangi tinggi genangan air pada saat pengecoran elemen sub-structure, seperti halnya pondasi telapak (foot-plate). Genangan air yang terdapat pada daerah pengecoran berpotensi mempengaruhi komposisi adukan khususnya pada faktor air semen (fas). Hal tersebut dapat mengakibatkan kuat tekan beton (f’c) berkurang sehingga mengakibatkan mutu beton menjadi berkurang. Kajian ini menggunakan dua jenis kondisi pengecoran, yaitu: kondisi kering dan kondisi pada genangan air. Faktor air semen berubah seiring dengan kegiatan pengecoran beton dalam kondisi basah (tergenang air). Satu buah sampel kontrol telah ditentukan berdasarkan adukan beton normal dengan kekuatan karakteristik (f’c) = 25 MPa. Standar pencampuran beton yang digunakan adalah SNI-2834-2000 tentang tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Sampel beton akan diuji dengan alat kuat tekan beton yang dilengkapi dengan dial ekstensometer sehingga dapat diperoleh kurva tegangan-regangan beton berdasarkan variasi fas yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitianmaka kualitas beton yang dicor dalam kondisi tergenang air jauh lebih rendah dari nilai kuat tekan beton desain, Persentase penurunan kuat tekan beton yang dicor dalam kondisi terendam air berkisar antara 30,82% sampai dengan 32,63% terhadap kuat tekan beton normal, Semakin tinggi genangan air maka semakin rendah kuat tekan beton, Terdapat kesesuaian antara pengukuran kuat tekan beton menggunakan UTM dengan uji hammer dan UPV, Persentase perbedaan pengukuran uji hammer terhadap hasil uji UTM adalah 10,73% dan 9,26% sampai dengan Kualitas beton yang dicor dalam kondisi tergenang air jauh lebih rendah dari nilai kuat tekan beton desain, Persentase penurunan kuat tekan beton yang dicor dalam kondisi terendam air berkisar antara 30,82% sampai dengan 32,63% terhadap kuat tekan beton normal, Semakin tinggi genangan air maka semakin rendah kuat tekan beton, Terdapat kesesuaian antara pengukuran kuat tekan beton menggunakan UTM dengan uji hammer dan UPV, Persentase perbedaan pengukuran uji hammer terhadap hasil uji UTM adalah 10,73% dan 9,26% sampai dengan21,79% untuk uji UPV.Kata kunci: beton, foot plate, genangan, campuran
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: PENGARUH GENANGAN AIR TERHADAP PENGECORAN BETON IN-SITU
Description:
ABSTRACTHigh rainfall intensity maybe occur during the dry season.
This can certainly disturb the erection of a building project, especially in a case of construction works requiring dry condition, such in concrete item.
Various attempts have been made to reduce the height of the puddle, when mixing the fresh concrete in a frame work of sub-structure elements, e.
g.
the foot-plate foundation.
The puddles in the foundry area potentially affect the composition of the mortar especially in water-cement ratio (wcr).
This caused a decrease of compressive strength (f’c) of the concrete then causing the quality decreaseof the concrete.
This research used two types of mixed concreteconditions: dry and waterlogged condition.
The water cement ratioshould be changed when mixing concrete had been performed in waterlogged condition.
One determinedcontrol sample was based on a normal concrete mixture with characteristic strength (f'c) = 25 MPa.
The standard of concrete mixing used is SNI-2834-2000 on the mixingprocedure of a normal concrete mixed design.
The concrete sampleswere tested using a concrete compressor universal test machine (UTM) than comparedto hammer and Ultra Pulse Velocity (UPV) test.
Based on the results of the study, the quality of mixed concrete in waterlogged conditions was much lower than the compressive strength design.
The percentage reduction in compressed strength of mixed concrete under water submerged conditions ranged from 30.
82% to 32.
63% to normal concrete compressive strength.
The higher level of puddlecaused the lower compressive strength of the concrete.
There was a match between the measurements of concrete compressive strength using UTM comparedto hammer and UPV tests.
The percentage differences in measurement of hammer test to UTM test results were 10.
73% and 9.
26% to 21.
79% by the UPV test.
Keywords: concrete, foot plate, mix design, puddle, wcr Intesitas hujan yang cukup tinggi juga dapat terjadi pada musim kemarau.
Hal ini tentu dapat mengganggu pelaksanaan suatu pekerjaan bangunan, khususnya pekerjaan konstruksi yang telah disyaratkan untuk dikerjakan dalam kondisi kering.
Berbagai macam upaya telah dilakukan untuk mengurangi tinggi genangan air pada saat pengecoran elemen sub-structure, seperti halnya pondasi telapak (foot-plate).
Genangan air yang terdapat pada daerah pengecoran berpotensi mempengaruhi komposisi adukan khususnya pada faktor air semen (fas).
Hal tersebut dapat mengakibatkan kuat tekan beton (f’c) berkurang sehingga mengakibatkan mutu beton menjadi berkurang.
Kajian ini menggunakan dua jenis kondisi pengecoran, yaitu: kondisi kering dan kondisi pada genangan air.
Faktor air semen berubah seiring dengan kegiatan pengecoran beton dalam kondisi basah (tergenang air).
Satu buah sampel kontrol telah ditentukan berdasarkan adukan beton normal dengan kekuatan karakteristik (f’c) = 25 MPa.
Standar pencampuran beton yang digunakan adalah SNI-2834-2000 tentang tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.
Sampel beton akan diuji dengan alat kuat tekan beton yang dilengkapi dengan dial ekstensometer sehingga dapat diperoleh kurva tegangan-regangan beton berdasarkan variasi fas yang diberikan.
Berdasarkan hasil penelitianmaka kualitas beton yang dicor dalam kondisi tergenang air jauh lebih rendah dari nilai kuat tekan beton desain, Persentase penurunan kuat tekan beton yang dicor dalam kondisi terendam air berkisar antara 30,82% sampai dengan 32,63% terhadap kuat tekan beton normal, Semakin tinggi genangan air maka semakin rendah kuat tekan beton, Terdapat kesesuaian antara pengukuran kuat tekan beton menggunakan UTM dengan uji hammer dan UPV, Persentase perbedaan pengukuran uji hammer terhadap hasil uji UTM adalah 10,73% dan 9,26% sampai dengan Kualitas beton yang dicor dalam kondisi tergenang air jauh lebih rendah dari nilai kuat tekan beton desain, Persentase penurunan kuat tekan beton yang dicor dalam kondisi terendam air berkisar antara 30,82% sampai dengan 32,63% terhadap kuat tekan beton normal, Semakin tinggi genangan air maka semakin rendah kuat tekan beton, Terdapat kesesuaian antara pengukuran kuat tekan beton menggunakan UTM dengan uji hammer dan UPV, Persentase perbedaan pengukuran uji hammer terhadap hasil uji UTM adalah 10,73% dan 9,26% sampai dengan21,79% untuk uji UPV.
Kata kunci: beton, foot plate, genangan, campuran.
Related Results
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR LAUT PANTAI TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON - MRK
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR LAUT PANTAI TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON - MRK
Akibat melimpahnya pasir Pantai di Desa Serang yang pada dasarnya secara geografis berada di dekat Pantai,menyebabkan banyak Masyarakat Serang yang memanfaatkan agregat pasir Panta...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
Dalam pembuatan betonair sangat diperlukan untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat halus, dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Pada dasarnya air yang diguna...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
PENGHEMATAN BIAYA PEMBANGUNAN GEDUNG DIPO CENTER DENGAN MUTU BETON BERBEDA
PENGHEMATAN BIAYA PEMBANGUNAN GEDUNG DIPO CENTER DENGAN MUTU BETON BERBEDA
Pembangunan gedung umum menggunakan beton bertulang, beton memiliki kekuatan yang beragam dari fc’35, fc’ 45, dll. Kuat tekan beton juga memiliki harga yang bervariasi semakin ting...

