Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus:Pelayanan Tera/Tera Ulang Di Kota Dumai)

View through CrossRef
Pelayanan Tera/ Tera Ulang di Kota Dumai merupakan wewenang Dinas Perdagangan Kota Dumai dibawah tanggungjawab Bidang Kemetrologian khususnya Seksi pelayanan Tera dan Tera Ulang. Berdasarkan observasi ditemukan permasalahan yaitu kurangnya jumlah penera, alat uji yang kurang memadai, kurangnya akses informasi dan area pelayanan masih terbatas. Tujuan peneitian adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan tera/tera ulang pada Dinas Perdagangan Kota Dumai. Teori yang digunakan adalah menurut Dabholkar (1996) dalam Al Idrus (2019: 2) yang menjelaskan bahwa tolak ukur  kualitas pelayanan yaitu: physical aspect (aspek fisik), reliability (keandalan), personal interaction (interaksi personal), problem solving (pemecahan masalah) dan policy (kebijakan). Responden penelitian adalah pegawai Dinas Perdagangan dan Pelaku Usaha. Jumlah sampel sebanyak 119 orang. Teknik pengumpulan data mnggunakan observasi, angket dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah mixed method. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Tera/ Tera Ulang Pada Dinas Perdagangan Kota Dumai dikategorikan Baik karena skor yang diperoleh yaitu 8225 berada pada rentang 8.095 – 9.999.
Title: Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus:Pelayanan Tera/Tera Ulang Di Kota Dumai)
Description:
Pelayanan Tera/ Tera Ulang di Kota Dumai merupakan wewenang Dinas Perdagangan Kota Dumai dibawah tanggungjawab Bidang Kemetrologian khususnya Seksi pelayanan Tera dan Tera Ulang.
Berdasarkan observasi ditemukan permasalahan yaitu kurangnya jumlah penera, alat uji yang kurang memadai, kurangnya akses informasi dan area pelayanan masih terbatas.
Tujuan peneitian adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan tera/tera ulang pada Dinas Perdagangan Kota Dumai.
Teori yang digunakan adalah menurut Dabholkar (1996) dalam Al Idrus (2019: 2) yang menjelaskan bahwa tolak ukur  kualitas pelayanan yaitu: physical aspect (aspek fisik), reliability (keandalan), personal interaction (interaksi personal), problem solving (pemecahan masalah) dan policy (kebijakan).
 Responden penelitian adalah pegawai Dinas Perdagangan dan Pelaku Usaha.
Jumlah sampel sebanyak 119 orang.
Teknik pengumpulan data mnggunakan observasi, angket dan wawancara.
Metode analisis data yang digunakan adalah mixed method.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Tera/ Tera Ulang Pada Dinas Perdagangan Kota Dumai dikategorikan Baik karena skor yang diperoleh yaitu 8225 berada pada rentang 8.
095 – 9.
999.

Related Results

Evaluasi Kebijakan Tentang Retribusi Pelayanan TERA/ TERA Ulang Di Kota Dumai
Evaluasi Kebijakan Tentang Retribusi Pelayanan TERA/ TERA Ulang Di Kota Dumai
Guna melindungi kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan di Kota Dumai yang merupakan jalur perdagangan yang dapat menghubungkan daerah, perlu adanya ketertiban dan kepa...
ANALISIS STANDAR PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA DUMAI
ANALISIS STANDAR PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA DUMAI
Kantor Kementerian Agama Dumai melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kementerian Agama dalam wilayah kota berdasarkan kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau ...
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG DI RESTORAN ANESKA ACEH TAMIANG
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG DI RESTORAN ANESKA ACEH TAMIANG
Pembelian ulang di restoran sangat penting karena memastikan keberlangsungan bisnis dan meningkatkan pendapatan secara konsisten. Agar pelanggan ingin membeli ulang, restoran perlu...
IMPLEMENTASI PERDA KOTA DUMAI TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR
IMPLEMENTASI PERDA KOTA DUMAI TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR
Dengan adanya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, maka pasar tidak hanya sebagai unit pelayanan kepada masyarakat, tetapi pasar sudah merupakan unit usaha ...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...
PERMASALAHAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN METROLOGI LEGAL BERUPA PELAYANAN TERA/TERA ULANG DI KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
PERMASALAHAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN METROLOGI LEGAL BERUPA PELAYANAN TERA/TERA ULANG DI KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa penyelenggaraan tera/tera ulang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota. Maka dari itu,...
Perancangan Sistem Integrasi Administrasi Dan Keuangan Dalam Pelayanan Tera dan Tera Ulang Timbangan
Perancangan Sistem Integrasi Administrasi Dan Keuangan Dalam Pelayanan Tera dan Tera Ulang Timbangan
Dengan adanya pelimpahan kewenangan urusan kemetrologian dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten/kota berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014, maka banyak bidang atau unit pelaks...
EFEKTIVITAS TERA/TERA ULANG TIMBANGAN DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KABUPATEN SEKADAU
EFEKTIVITAS TERA/TERA ULANG TIMBANGAN DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KABUPATEN SEKADAU
  The government has accountability as a condition and the ability to provide answers to consumer protection, namely the wider community in maximizing the role and function o...

Back to Top