Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN ANTARA ANAK SD DI DATARAN RENDAH DAN TINGGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DIRGAHAYU KOTABARU TAHUN 2024
View through CrossRef
Hemoglobin ialah unsur utama dalam sel darah merah yang tergolong sebagai protein terkonjugasi, berfungsi penting dalam proses pengangkutan oksigen serta karbon dioksida dalam tubuh. Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah parameter darah seperti eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit memperlihatkan adanya perbedaan yang mencolok antara individu yang tinggal di daerah dataran tinggi dengan mereka yang menetap di daerah dataran rendah. Kondisi kadar oksigen yang menurun seiring dengan peningkatan ketinggian menyebabkan tubuh beradaptasi dengan meningkatkan produksi sel darah merah demi mencukupi kebutuhan oksigen. Semakin tinggi lokasi tempat tinggal, semakin tinggi pula jumlah eritrosit yang diproduksi. Oleh karena itu, jumlah eritrosit memiliki kaitan erat dengan kadar hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui apakah ada perbedaan kadar hemoglobin antara siswa sekolah dasar yang berdomisili di dataran tinggi dan dataran rendah di wilayah kerja Puskesmas Dirgahayu, Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan bersifat komparatif. Pemeriksaan dilakukan secara otomatis menggunakan alat hematology analyzer terhadap sampel darah vena dari 15 siswa di dataran rendah dan 15 siswa di dataran tinggi. Hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney U menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Rata-rata kadar hemoglobin pada siswa di dataran rendah tercatat sebesar 11,6 g/dl, sedangkan pada siswa di dataran tinggi mencapai 12,6 g/dl. Penelitian selanjutnya disarankan guna dilakukan pada wilayah dengan ketinggian 725 mdpl dengan melibatkan subjek remaja maupun orang dewasa.
Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin
Title: PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN ANTARA ANAK SD DI DATARAN RENDAH DAN TINGGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DIRGAHAYU KOTABARU TAHUN 2024
Description:
Hemoglobin ialah unsur utama dalam sel darah merah yang tergolong sebagai protein terkonjugasi, berfungsi penting dalam proses pengangkutan oksigen serta karbon dioksida dalam tubuh.
Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah parameter darah seperti eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit memperlihatkan adanya perbedaan yang mencolok antara individu yang tinggal di daerah dataran tinggi dengan mereka yang menetap di daerah dataran rendah.
Kondisi kadar oksigen yang menurun seiring dengan peningkatan ketinggian menyebabkan tubuh beradaptasi dengan meningkatkan produksi sel darah merah demi mencukupi kebutuhan oksigen.
Semakin tinggi lokasi tempat tinggal, semakin tinggi pula jumlah eritrosit yang diproduksi.
Oleh karena itu, jumlah eritrosit memiliki kaitan erat dengan kadar hemoglobin dan hematokrit.
Penelitian ini bertujuan guna mengetahui apakah ada perbedaan kadar hemoglobin antara siswa sekolah dasar yang berdomisili di dataran tinggi dan dataran rendah di wilayah kerja Puskesmas Dirgahayu, Kabupaten Kotabaru.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan bersifat komparatif.
Pemeriksaan dilakukan secara otomatis menggunakan alat hematology analyzer terhadap sampel darah vena dari 15 siswa di dataran rendah dan 15 siswa di dataran tinggi.
Hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney U menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.
Rata-rata kadar hemoglobin pada siswa di dataran rendah tercatat sebesar 11,6 g/dl, sedangkan pada siswa di dataran tinggi mencapai 12,6 g/dl.
Penelitian selanjutnya disarankan guna dilakukan pada wilayah dengan ketinggian 725 mdpl dengan melibatkan subjek remaja maupun orang dewasa.
Related Results
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Penggunaan <em>true shallot seed</em> (TSS) sebagai bahan tanam dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi dan tidak memba...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Hematokrit dengan Kejadian Kejang Demam Pasien Anak yang di Rawat Inap di RSUD Umar Wirahadikusumah Januari - Juli 2025
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Hematokrit dengan Kejadian Kejang Demam Pasien Anak yang di Rawat Inap di RSUD Umar Wirahadikusumah Januari - Juli 2025
Abstract. Febrile seizures are one of the most common neurological conditions in children and often cause significant concern for parents. Various factors are thought to influence ...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
<p>Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui peran nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam <em>Dieng Cultural Festival</em> (DCF) sebagai wujud harmonisasi antara...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...

