Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KADAR HEMOGLOBIN PADA ORANG DEWASA YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI DENGAN KETINGGIAN YANG BERBEDA

View through CrossRef
Abstract: Background: High altitude has an impact on the levels of hemoglobin in an individual. Altitude will cause hypoxia due to the partial pressure of oxygen decreases and body will respond to the process of acclimatization. With the process of acclimatization will occur an increase in levels of haemoglobin to adapt to low oxygen State. This research aims to know the levels of haemoglobin in adults who live in high altitude with different heights. Methods: The subject of the research blood was taken as much as 3cc and processed in a lab using ABX Pentra XL 80 to get an overview of hemoglobin levels. The technique used was Random sampling. This research is a descriptive study. Levels of Hemoglobin is processed using SPSS  17 program. Test of normality indicates significance levels of hemoglobin value of 0.113. Comparison of the Hemoglobin Levels in tested using mann-whitney test. Result: Results of significance levels of hemoglobin is 0,005, means there are differences in the hemoglobin levels significantly in groups 1 and 2. The average haemoglobin levels for Group 1 is 15.53 g/dl and the average haemoglobin levels in the Group 2 was 14.84 g/dl. Conclusion: There are differences in the levels of hemoglobin on high altitude in the population with different heights. Keywords: Haemolgobin, High Altitude     Abstrak: Latar Belakang: Dataran tinggi memiliki pengaruh terhadap kadar hemoglobin pada suatu individu. Berada di Ketinggian akan menyebabkan hipoksia oleh karena tekanan parsial oksigen yang berkurang dan tubuh akan merespon dengan proses aklimatisasi. Dengan adanya proses aklimatisasi maka akan terjadi peningkatan pada kadar hemoglobin untuk beradaptasi dengan keadaan rendah oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada orang dewasa yang tinggal di dataran tinggi dengan ketinggian yang berbeda. Metode: Subjek penelitian diambil darahnya sebanyak 3cc dan diproses di laboratorium dengan menggunakan alat ABX Pentra XL 80 untuk mendapatkan gambaran kadar hemoglobin. Teknik yang digunakan adalah Random sampling. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan studi potong lintang. Kadar Hemoglobin di proses menggunakan program SPSS 17. Uji normalitas menunjukan nilai signifikansi Kadar hemoglobin sebesar 0.113. Perbandingan Kadar Hemoglobin di uji menggunakan metode mann-whitney test. Hasil: Hasil signifikansi kadar hemoglobin adalah 0.005, berarti terdapat perbedaan kadar hemoglobin secara signifikan pada kelompok 1 dan 2. Rata-rata kadar hemoglobin untuk kelompok 1 adalah 15.53 g/dl dan Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok 2 adalah 14.84 g/dl. Simpulan: Terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada pada penduduk dataran tinggi dengan ketinggian yang berbeda. Kata Kunci: Hemoglobin, Dataran Tinggi.
Title: KADAR HEMOGLOBIN PADA ORANG DEWASA YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI DENGAN KETINGGIAN YANG BERBEDA
Description:
Abstract: Background: High altitude has an impact on the levels of hemoglobin in an individual.
Altitude will cause hypoxia due to the partial pressure of oxygen decreases and body will respond to the process of acclimatization.
With the process of acclimatization will occur an increase in levels of haemoglobin to adapt to low oxygen State.
This research aims to know the levels of haemoglobin in adults who live in high altitude with different heights.
Methods: The subject of the research blood was taken as much as 3cc and processed in a lab using ABX Pentra XL 80 to get an overview of hemoglobin levels.
The technique used was Random sampling.
This research is a descriptive study.
Levels of Hemoglobin is processed using SPSS  17 program.
Test of normality indicates significance levels of hemoglobin value of 0.
113.
Comparison of the Hemoglobin Levels in tested using mann-whitney test.
Result: Results of significance levels of hemoglobin is 0,005, means there are differences in the hemoglobin levels significantly in groups 1 and 2.
The average haemoglobin levels for Group 1 is 15.
53 g/dl and the average haemoglobin levels in the Group 2 was 14.
84 g/dl.
Conclusion: There are differences in the levels of hemoglobin on high altitude in the population with different heights.
Keywords: Haemolgobin, High Altitude     Abstrak: Latar Belakang: Dataran tinggi memiliki pengaruh terhadap kadar hemoglobin pada suatu individu.
Berada di Ketinggian akan menyebabkan hipoksia oleh karena tekanan parsial oksigen yang berkurang dan tubuh akan merespon dengan proses aklimatisasi.
Dengan adanya proses aklimatisasi maka akan terjadi peningkatan pada kadar hemoglobin untuk beradaptasi dengan keadaan rendah oksigen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada orang dewasa yang tinggal di dataran tinggi dengan ketinggian yang berbeda.
Metode: Subjek penelitian diambil darahnya sebanyak 3cc dan diproses di laboratorium dengan menggunakan alat ABX Pentra XL 80 untuk mendapatkan gambaran kadar hemoglobin.
Teknik yang digunakan adalah Random sampling.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan studi potong lintang.
Kadar Hemoglobin di proses menggunakan program SPSS 17.
Uji normalitas menunjukan nilai signifikansi Kadar hemoglobin sebesar 0.
113.
Perbandingan Kadar Hemoglobin di uji menggunakan metode mann-whitney test.
Hasil: Hasil signifikansi kadar hemoglobin adalah 0.
005, berarti terdapat perbedaan kadar hemoglobin secara signifikan pada kelompok 1 dan 2.
Rata-rata kadar hemoglobin untuk kelompok 1 adalah 15.
53 g/dl dan Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok 2 adalah 14.
84 g/dl.
Simpulan: Terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada pada penduduk dataran tinggi dengan ketinggian yang berbeda.
Kata Kunci: Hemoglobin, Dataran Tinggi.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN ANTARA ANAK SD DI DATARAN RENDAH DAN TINGGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DIRGAHAYU KOTABARU TAHUN 2024
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN ANTARA ANAK SD DI DATARAN RENDAH DAN TINGGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DIRGAHAYU KOTABARU TAHUN 2024
Hemoglobin ialah unsur utama dalam sel darah merah yang tergolong sebagai protein terkonjugasi, berfungsi penting dalam proses pengangkutan oksigen serta karbon dioksida dalam tubu...
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Penggunaan <em>true shallot seed</em> (TSS) sebagai bahan tanam dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi dan tidak memba...
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MEMPENGARUHI KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MEMPENGARUHI KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL
AbstractBackground :Hemoglobin levels are biochemical indicators to determine the nutritional status of pregnant women. Normal pregnancy decreases slightly in hemoglobin concentrat...
Daftar Isi Lobo 7(s6)
Daftar Isi Lobo 7(s6)
1. Kematian adalah sesuatu yang tidak wajar. 2. Tanda-tanda Kematian. Penampakan seekor burung. 3. Penampakan tikus. 4. Kodok sebagai penampakan. 5. Berbagai tanda yang meramalkan ...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...

Back to Top