Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah

View through CrossRef
Penggunaan <em>true shallot seed</em> (TSS) sebagai bahan tanam dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi dan tidak membawa atau menekan penyakit tular benih daripada umbi bibit. Ketersediaan TSS di pasar yang masih rendah dan teknologi pembibitan yang belum dikuasai oleh petani bawang merah menyebabkan penggunaan TSS sebagai bahan tanam masih rendah. Penelitian bertujuan untuk (1) mempelajari sistem perkawinan pada bawang merah dan (2) mempelajari peran serangga penyerbuk dalam meningkatkan produksi dan mutu TSS. Penelitian dilaksanakan di dataran tinggi (Kebun Percobaan Balitsa Lembang, 1.250 m dpl.) dan di dataran rendah (Kebun Percobaan Balitsa Subang, 100 m dpl.) dari bulan Maret–Agustus 2012. Penelitian terdiri atas dua percobaan yang dilaksanakan secara paralel menggunakan bawang merah varietas Bima Brebes. Percobaan pertama disusun menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor. Perlakuannya adalah sistem perkawinan yang dipelajari dengan melakukan penyerbukan silang dan penyerbukan sendiri. Percobaan kedua disusun menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan satu faktor. Perlakuannya adalah percobaan penyerbukan dengan bantuan serangga penyerbuk  <em>Apis mellifera</em>, <em>A. cerana</em>, dan <em>Trigona</em> sp. (Apidae), serta lalat hijau <em>Lucilia</em> sp. (Calliphoridae) masing-masing ke pertanaman yang dikerodong, dan sebagai kontrol digunakan penyerbukan terbuka. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa bawang merah merupakan tanaman yang <em>partly self-incompatible</em> di mana penyerbukan sendiri dapat menghasilkan benih tetapi jumlah benih yang dihasilkan lebih rendah daripada penyerbukan silang. Mutu benih yang dihasilkan dari penyerbukan silang tidak berbeda dari penyerbukan sendiri, akan tetapi mutu benih dari dataran rendah lebih baik daripada dari dataran tinggi. Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa introduksi <em>A. cerana</em> menghasilkan persentase kapsul bernas dan bobot TSS per umbel paling tinggi (70,7–74% dan 0,45–0,49 g) dan <em>Trigona</em> sp. yang paling rendah (20–27,7% dan 0,08–0,16 g) baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Produksi TSS di dataran tinggi lebih tinggi daripada di dataran rendah karena jumlah umbel per tanaman dan jumlah bunga per umbel yang lebih tinggi, sementara mutu benih dari dataran rendah lebih baik daripada dataran tinggi yang ditunjukkan oleh bobot 100 butir dan daya berkecambah TSS. Implikasi penelitian ini bahwa introduksi lebah madu lokal <em>A. cerana</em> sangat membantu dalam memproduksi benih TSS di dataran tinggi dan dataran rendah.
Title: Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Description:
Penggunaan <em>true shallot seed</em> (TSS) sebagai bahan tanam dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi dan tidak membawa atau menekan penyakit tular benih daripada umbi bibit.
Ketersediaan TSS di pasar yang masih rendah dan teknologi pembibitan yang belum dikuasai oleh petani bawang merah menyebabkan penggunaan TSS sebagai bahan tanam masih rendah.
Penelitian bertujuan untuk (1) mempelajari sistem perkawinan pada bawang merah dan (2) mempelajari peran serangga penyerbuk dalam meningkatkan produksi dan mutu TSS.
Penelitian dilaksanakan di dataran tinggi (Kebun Percobaan Balitsa Lembang, 1.
250 m dpl.
) dan di dataran rendah (Kebun Percobaan Balitsa Subang, 100 m dpl.
) dari bulan Maret–Agustus 2012.
Penelitian terdiri atas dua percobaan yang dilaksanakan secara paralel menggunakan bawang merah varietas Bima Brebes.
Percobaan pertama disusun menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor.
Perlakuannya adalah sistem perkawinan yang dipelajari dengan melakukan penyerbukan silang dan penyerbukan sendiri.
Percobaan kedua disusun menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan satu faktor.
Perlakuannya adalah percobaan penyerbukan dengan bantuan serangga penyerbuk  <em>Apis mellifera</em>, <em>A.
cerana</em>, dan <em>Trigona</em> sp.
(Apidae), serta lalat hijau <em>Lucilia</em> sp.
(Calliphoridae) masing-masing ke pertanaman yang dikerodong, dan sebagai kontrol digunakan penyerbukan terbuka.
Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa bawang merah merupakan tanaman yang <em>partly self-incompatible</em> di mana penyerbukan sendiri dapat menghasilkan benih tetapi jumlah benih yang dihasilkan lebih rendah daripada penyerbukan silang.
Mutu benih yang dihasilkan dari penyerbukan silang tidak berbeda dari penyerbukan sendiri, akan tetapi mutu benih dari dataran rendah lebih baik daripada dari dataran tinggi.
Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa introduksi <em>A.
cerana</em> menghasilkan persentase kapsul bernas dan bobot TSS per umbel paling tinggi (70,7–74% dan 0,45–0,49 g) dan <em>Trigona</em> sp.
yang paling rendah (20–27,7% dan 0,08–0,16 g) baik di dataran tinggi maupun dataran rendah.
Produksi TSS di dataran tinggi lebih tinggi daripada di dataran rendah karena jumlah umbel per tanaman dan jumlah bunga per umbel yang lebih tinggi, sementara mutu benih dari dataran rendah lebih baik daripada dataran tinggi yang ditunjukkan oleh bobot 100 butir dan daya berkecambah TSS.
Implikasi penelitian ini bahwa introduksi lebah madu lokal <em>A.
cerana</em> sangat membantu dalam memproduksi benih TSS di dataran tinggi dan dataran rendah.

Related Results

Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Pembungaan, Produksi, dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Pembungaan, Produksi, dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
<p>Kendala produksi benih bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) asal biji atau TSS di dataran rendah adalah rendahnya persentase pembungaan dan pembentukan biji (seed-s...
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
Identifikasi Penyakit Trotol pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) menggunakan Pengolahan Citra Digital dengan Metode Jarak
Identifikasi Penyakit Trotol pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) menggunakan Pengolahan Citra Digital dengan Metode Jarak
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng dan menjadi produk terbaik di Kota Palu. Dalam usaha penanaman, penyakit bawang merah me...
Isolasi Dan Identifikasi Patogen Yang Menyerang Benih Sengon, Gmelina, Mahoni Dan Tisuk
Isolasi Dan Identifikasi Patogen Yang Menyerang Benih Sengon, Gmelina, Mahoni Dan Tisuk
Benih mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Benih dapat dikatakan sehat apabila benih tersebut bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Adanya patogen ...
PENGARUH LAMANYA BENIH SETELAH JATUH DARI POHON DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN MERSAWA (Anisoptera marginata Korth.)
PENGARUH LAMANYA BENIH SETELAH JATUH DARI POHON DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN MERSAWA (Anisoptera marginata Korth.)
Testing the effect of "length of time after falling from the tree" (seed age) and soaking time on mersawa germination aims to analyze the germination rate and percentage of germina...
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus di Desa Permata Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo)
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus di Desa Permata Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo)
Bawang merah adalah salah satu tanaman hortikultura yang berasal dari sayuran yang sudah lama menjadi sumber usaha bagi para petani secara intensif. Komoditi bawang merah ini adala...

Back to Top