Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Asas Lex Patriae terhadap Kewarganegaraan Ganda Terbatas Anak Hasil Perkawinan Campuran di Indonesia: Hambatan dan Implikasi Hukumnya
View through CrossRef
Perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) semakin meningkat seiring dengan mobilitas global dan interaksi lintas negara. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum, terutama terkait status kewarganegaraan anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas lex patriae dalam sistem kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak hasil perkawinan campuran serta implikasi hukum apabila anak tidak melakukan pemilihan kewarganegaraan setelah mencapai usia yang ditentukan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kewarganegaraan ganda terbatas bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak agar tidak mengalami keadaan tanpa kewarganegaraan (stateless). Namun dalam praktiknya masih terdapat berbagai hambatan administratif, hukum, dan sosial, seperti kurangnya sosialisasi, ketidaksinkronan data antar lembaga, serta kompleksitas prosedur administratif. Apabila anak tidak memilih kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun atau menikah, maka ia dapat kehilangan kewarganegaraan Indonesia secara otomatis, yang berdampak pada hilangnya berbagai hak keperdataan dan perlindungan hukum. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan melalui perbaikan regulasi, penguatan koordinasi antar lembaga, serta digitalisasi sistem administrasi kewarganegaraan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak anak.
Title: Implementasi Asas Lex Patriae terhadap Kewarganegaraan Ganda Terbatas Anak Hasil Perkawinan Campuran di Indonesia: Hambatan dan Implikasi Hukumnya
Description:
Perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) semakin meningkat seiring dengan mobilitas global dan interaksi lintas negara.
Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum, terutama terkait status kewarganegaraan anak yang lahir dari perkawinan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas lex patriae dalam sistem kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak hasil perkawinan campuran serta implikasi hukum apabila anak tidak melakukan pemilihan kewarganegaraan setelah mencapai usia yang ditentukan.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kewarganegaraan ganda terbatas bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak agar tidak mengalami keadaan tanpa kewarganegaraan (stateless).
Namun dalam praktiknya masih terdapat berbagai hambatan administratif, hukum, dan sosial, seperti kurangnya sosialisasi, ketidaksinkronan data antar lembaga, serta kompleksitas prosedur administratif.
Apabila anak tidak memilih kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun atau menikah, maka ia dapat kehilangan kewarganegaraan Indonesia secara otomatis, yang berdampak pada hilangnya berbagai hak keperdataan dan perlindungan hukum.
Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan melalui perbaikan regulasi, penguatan koordinasi antar lembaga, serta digitalisasi sistem administrasi kewarganegaraan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak anak.
Related Results
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP STATUS KEWARGANEGARAAN PADA ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN CAMPURAN (Legal Protection of The Citezenship Status Of Children Born Mixed Marriage)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP STATUS KEWARGANEGARAAN PADA ANAK YANG LAHIR DARI PERKAWINAN CAMPURAN (Legal Protection of The Citezenship Status Of Children Born Mixed Marriage)
Berkaitan dengan status dan kedudukan hukum anak dari hasil perkawinan campuran, mengingat dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, tentu saja membawa konsekuensi-...
TINJAUAN HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN
TINJAUAN HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN
Perkawinan Campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarga negaraan...
Makalah M.andhiko pratama
Makalah M.andhiko pratama
Asas-asas hukum Peradilan Tata Usaha Negara yang menjadi karakteristik hukum acara Peradilan Tata Usaha Negara di antaranya sebagai berikut: Asas praduga rechtmatig (vermoden van r...
STATUS ANAK HASIL PERKAWINAN BEDA KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA
STATUS ANAK HASIL PERKAWINAN BEDA KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA
Anak adalah subjek hukum yang belum cakap melakukan perbuatan hukum sendiri sehingga harus dibantu oleh orang tua atau walinya yang memiliki kecakapan. Sebelum di terbitkannya Unda...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
IMPLIKASI ITSBAT NIKAH TEHADAP STATUS PERKAWINAN DAN ANAK DALAM KEPASTIAN HUKUM
IMPLIKASI ITSBAT NIKAH TEHADAP STATUS PERKAWINAN DAN ANAK DALAM KEPASTIAN HUKUM
Pasangan suami istri yang telah melakukan perkawinan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah, akan tetapi Pegawai Pencatat Nikah dengan sengaja tidak mencatat perkawinan yang ada dihada...
Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia
Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia
Tujuan dibentuknya UU Kewarganegaraan adalah melaksanakan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan terhadap warga negaranya, baik di dalam maupun di luar negeri. Karena warga...
Ámbito de aplicación de la lex successionis y su coordinación con la lex rei sitae-lex registrationis: a propósito de los legados vindicatorios = Scope of the lex successionis and its coordination with the lex rei sitae-lex registrationis: a purpose of th
Ámbito de aplicación de la lex successionis y su coordinación con la lex rei sitae-lex registrationis: a propósito de los legados vindicatorios = Scope of the lex successionis and its coordination with the lex rei sitae-lex registrationis: a purpose of th
Resumen: El Reglamento 650/2012 del Parlamento Europeo y del Consejo, de 4 de julio de 2012, relativo a la competencia, la ley aplicable, el reconocimiento y la ejecución de las re...

