Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SABUN PADAT EKSTRAK BEKATUL BERAS MERAS (Oryza nivara L.)

View through CrossRef
Bekatul beras merah mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Kandungan senyawa fenolik pada bekatul beras merah memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan sabun padat untuk melindungi kulit dari radikal bebas. Penelitian bertujuan memformulasi ekstrak bekatul beras merah menjadi sediaan sabun padat yang memiliki aktivitas antioksidan. Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan skrinning fitokimia. Formulasi sabun padat dengan penambahan variasi konsentrasi ekstrak 1,5%, 2% dan 2,5%. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bekatul beras merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 18.164ppm, sehingga dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun yang memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan paling tinggi pada sediaan sabun padat variasi konsentrasi ekstrak bekatul beras merah 2,5% (F3) dengan nilai IC50 sebesar 526,80 ppm, konsentrasi 2% (F2) dengan nilai IC 50 sebesar664,28 ppm, dan terendah pada variasi konsentrasi 1,5% (F1) dengan nilai IC 50 sebesar 5042,20 ppm. Karakteristik mutu fisik sediaan sabun padat ekstrak bekatul beras merah pada konsentrasi 1,5%, 2%, dan 2,5% meliputi karakter organoleptis, pH, alkali bebas, asam lemak bebas serta tinggi busa sesuai dengan syarat mutu SNI untuk sediaan sabun padat.
Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada
Title: FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SABUN PADAT EKSTRAK BEKATUL BERAS MERAS (Oryza nivara L.)
Description:
Bekatul beras merah mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder.
Kandungan senyawa fenolik pada bekatul beras merah memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan sabun padat untuk melindungi kulit dari radikal bebas.
Penelitian bertujuan memformulasi ekstrak bekatul beras merah menjadi sediaan sabun padat yang memiliki aktivitas antioksidan.
Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.
Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan skrinning fitokimia.
Formulasi sabun padat dengan penambahan variasi konsentrasi ekstrak 1,5%, 2% dan 2,5%.
Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bekatul beras merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 18.
164ppm, sehingga dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun yang memiliki aktivitas antioksidan.
Aktivitas antioksidan paling tinggi pada sediaan sabun padat variasi konsentrasi ekstrak bekatul beras merah 2,5% (F3) dengan nilai IC50 sebesar 526,80 ppm, konsentrasi 2% (F2) dengan nilai IC 50 sebesar664,28 ppm, dan terendah pada variasi konsentrasi 1,5% (F1) dengan nilai IC 50 sebesar 5042,20 ppm.
Karakteristik mutu fisik sediaan sabun padat ekstrak bekatul beras merah pada konsentrasi 1,5%, 2%, dan 2,5% meliputi karakter organoleptis, pH, alkali bebas, asam lemak bebas serta tinggi busa sesuai dengan syarat mutu SNI untuk sediaan sabun padat.

Related Results

Pembuatan Tempe Bekatul Dan Kandungan Gizinya
Pembuatan Tempe Bekatul Dan Kandungan Gizinya
Penelitian bertujuan: 1) mengetahui formula tempe bekatul yang tepat sesuai dengan karakteristik bekatul, 2) mengetahui daya terima konsumen terhadap tempe bekatul, dan 3) mengetah...
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
SabunĀ  merupakan sediaan yang bermanfaat sebagai agen pembersih dari kotoran. Penambahan ekstrak dari suatu tanaman yang berkhasiat antibakteri diharapkan dapat menambah daya guna ...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai denganĀ  peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merup...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) ...
Inovasi Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Sabun Cair Antibakteri
Inovasi Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Sabun Cair Antibakteri
Minyak goreng bekas atau disebut minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang sering dijumpai disekitar tempat tinggal kita. Pemanfaatan yang belum maksimal dapat mencemari lin...
Kajian organoleptik dan kandungan gizi cookies bekatul
Kajian organoleptik dan kandungan gizi cookies bekatul
Latar Belakang: Bekatul memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa bekatul terbukti menurunkan kolesterol dan gluko...

Back to Top