Javascript must be enabled to continue!
Kinetika Perubahan Mutu Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.)
View through CrossRef
Intisari— Daun pepaya mengandung pigmen klorofil yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Oleh karenanya, kandungan klorofil dari daun pepaya dapat dimanfaatkan menjadi bahan aktif sebuah produk yang bermutu tinggi seperti produk sabun padat transparan. Selain itu, sabun juga dapat mengalami kerusakan pada warna dan perubahan pada mutu. Perubahan mutu sabun karena kondisi penyimpanan diidentifikasi dengan menggunakan model kinetika. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa perubahan warna sedian sabun transparan daun pepaya selama penyimpanan dan mengembangkan model kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan daun pepaya. Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain, pH meter, thermometer, rotary vacum evaporator, oven, neraca digital, neraca analitik, spektrofotometer UV, colour reader, stopwatch. Bahan baku yang digunakan adalah daun papaya, dan bahan penunjang yang digunakan adalah VCO, etanol 96%, aquadest, gliserin, asam sitrat, asam stearate, NaCl, NaOH, gula pasir, dan Coco-DEA. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisa perubahan warna sedian sabun transparan daun pepaya selama penyimpanan dan mengembangkan model kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan daun pepaya. Jenispenelitian yang dilakukan pada kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan dari ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) merupakan penelitian experimental laboratories. Penelitian ini menggunakan beberapa parameter pengujian diantaranya ialah parameter kekerasan sabun, dimensi, homogenitas, dan parameter perubahan warna, pH, kadar air, dan kadar klorofil dari daun pepaya di analisis berasarkan persamaan metode Arrhenius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua perlakuan mengalamiperubahan warna yang menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan ekstrak semakin rendah nilai kecerahan, semakin naik nilai a* dan semakin naik pula nilai *b. Variasi penambahan ekstrak klorofil daun papaya memiliki dampak terhadap pengujian kekerasan, dimensi lebar, dimensi tebal, dimensi berat, dan kadar klorofil. Model kinetika degradasi sabun padat transparan ekstrak klorofil daun papaya parameter warna (*C dan °hue) menggunakan orde nol pada seluruh perlakuan, parameter mutu seperti pH dan kadar air menggunakan orde satu pada seluruh perlakuan. Perlakuan A2 sabun transparan dengan penambahan ekstrak klorofil daun papaya sebanyak 1% dengan parameter *C memiliki nilai energi aktivasi terbesar sehigga kinetika degradasi lebih stabil dari perlakuan lainnya.
Abstract— Papaya leaves contain chlorophyll pigment which can be used as a natural dye. Therefore, the chlorophyll content of papaya leaves can be used as an active ingredient in high-quality products such as transparent solid soap products. In addition, soap can also experience damage to color and changes in quality. Changes in soap quality due to storage conditions were identified using a kinetic model.The purpose of this study was to analyze the color changes of papaya leaf transparent soap during storage and to develop a kinetics model of changes in the quality of papaya leaf transparent soap preparations. The tools used in this study include meas, pH meters, thermometers, rotary vacuum evaporators, ovens, digital balances, analytical balances, soap molds, UV spectrophotometers, color readers, stopwatches. The raw materials used are papaya leaves, and the supporting materials used are VCO, 96% ethanol, aquadest, glycerin, citric acid, stearic acid, NaCl, NaOH, fragrance, granulated sugar, and Coco-DEA. The results showed that in all treatments there was a change in color which indicated that the more the extract was added, the lower the brightness value, the higher the a* value and the higher the *b value. Variations in the addition of papaya leaf chlorophyll extract affect the hardness test, width dimension, thickness dimension, weight dimension, and chlorophyll content. The degradation kinetics model of transparent solid soap chlorophyll extract of papaya leaf color parameters (*C and °hue) used zero order in all treatments, quality parameters such as pH and water content used first order in alltreatments. The A2 transparent soap treatment with the addition of 1% papaya leaf chlorophyll extract with parameter *C had the largest activation energy value so that the degradation kinetics were more stable than other treatments.
Title: Kinetika Perubahan Mutu Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.)
Description:
Intisari— Daun pepaya mengandung pigmen klorofil yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami.
Oleh karenanya, kandungan klorofil dari daun pepaya dapat dimanfaatkan menjadi bahan aktif sebuah produk yang bermutu tinggi seperti produk sabun padat transparan.
Selain itu, sabun juga dapat mengalami kerusakan pada warna dan perubahan pada mutu.
Perubahan mutu sabun karena kondisi penyimpanan diidentifikasi dengan menggunakan model kinetika.
Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa perubahan warna sedian sabun transparan daun pepaya selama penyimpanan dan mengembangkan model kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan daun pepaya.
Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain, pH meter, thermometer, rotary vacum evaporator, oven, neraca digital, neraca analitik, spektrofotometer UV, colour reader, stopwatch.
Bahan baku yang digunakan adalah daun papaya, dan bahan penunjang yang digunakan adalah VCO, etanol 96%, aquadest, gliserin, asam sitrat, asam stearate, NaCl, NaOH, gula pasir, dan Coco-DEA.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisa perubahan warna sedian sabun transparan daun pepaya selama penyimpanan dan mengembangkan model kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan daun pepaya.
Jenispenelitian yang dilakukan pada kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan dari ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.
) merupakan penelitian experimental laboratories.
Penelitian ini menggunakan beberapa parameter pengujian diantaranya ialah parameter kekerasan sabun, dimensi, homogenitas, dan parameter perubahan warna, pH, kadar air, dan kadar klorofil dari daun pepaya di analisis berasarkan persamaan metode Arrhenius.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua perlakuan mengalamiperubahan warna yang menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan ekstrak semakin rendah nilai kecerahan, semakin naik nilai a* dan semakin naik pula nilai *b.
Variasi penambahan ekstrak klorofil daun papaya memiliki dampak terhadap pengujian kekerasan, dimensi lebar, dimensi tebal, dimensi berat, dan kadar klorofil.
Model kinetika degradasi sabun padat transparan ekstrak klorofil daun papaya parameter warna (*C dan °hue) menggunakan orde nol pada seluruh perlakuan, parameter mutu seperti pH dan kadar air menggunakan orde satu pada seluruh perlakuan.
Perlakuan A2 sabun transparan dengan penambahan ekstrak klorofil daun papaya sebanyak 1% dengan parameter *C memiliki nilai energi aktivasi terbesar sehigga kinetika degradasi lebih stabil dari perlakuan lainnya.
Abstract— Papaya leaves contain chlorophyll pigment which can be used as a natural dye.
Therefore, the chlorophyll content of papaya leaves can be used as an active ingredient in high-quality products such as transparent solid soap products.
In addition, soap can also experience damage to color and changes in quality.
Changes in soap quality due to storage conditions were identified using a kinetic model.
The purpose of this study was to analyze the color changes of papaya leaf transparent soap during storage and to develop a kinetics model of changes in the quality of papaya leaf transparent soap preparations.
The tools used in this study include meas, pH meters, thermometers, rotary vacuum evaporators, ovens, digital balances, analytical balances, soap molds, UV spectrophotometers, color readers, stopwatches.
The raw materials used are papaya leaves, and the supporting materials used are VCO, 96% ethanol, aquadest, glycerin, citric acid, stearic acid, NaCl, NaOH, fragrance, granulated sugar, and Coco-DEA.
The results showed that in all treatments there was a change in color which indicated that the more the extract was added, the lower the brightness value, the higher the a* value and the higher the *b value.
Variations in the addition of papaya leaf chlorophyll extract affect the hardness test, width dimension, thickness dimension, weight dimension, and chlorophyll content.
The degradation kinetics model of transparent solid soap chlorophyll extract of papaya leaf color parameters (*C and °hue) used zero order in all treatments, quality parameters such as pH and water content used first order in alltreatments.
The A2 transparent soap treatment with the addition of 1% papaya leaf chlorophyll extract with parameter *C had the largest activation energy value so that the degradation kinetics were more stable than other treatments.
Related Results
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
ABSTRAK
Pengaruh positif dari pemberian daun pepaya adalah ternak lebih sehat terutama ternak ayam kampung. Pemberian daun pepaya mulai dari fase starter dapat ...
Karakterisasi Sabun Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Melinjo
Karakterisasi Sabun Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Melinjo
Daun melinjo memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan ekstrak daun melinjo dalam sediaan sabun transp...
INOVASI PENGOLAHAN PEPAYA MENJADI SWIR PEPAYA GORENG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMI
INOVASI PENGOLAHAN PEPAYA MENJADI SWIR PEPAYA GORENG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMI
ABSTRAK
Proposal ini membahas tentang inovasi baru dalam menambah nilai serta manfaat dari buah pepaya. Buah pepaya sangat familiar oleh masyarakat terutama di Indone...
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SABUN PADAT EKSTRAK BEKATUL BERAS MERAS (Oryza nivara L.)
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SABUN PADAT EKSTRAK BEKATUL BERAS MERAS (Oryza nivara L.)
Bekatul beras merah mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Kandungan senyawa fenolik pada bekatul beras merah memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang berpotensi dimanfa...
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Penduduk Desa Umbulsari terkenal sebagai petani pepaya. Pepaya merupakan salah satu buah yang bisa dibeli dengan harga murah. Karena melimpahnya buah pepaya di Umbulsari maka diben...
Formulasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) sebagai Sediaan Sabun Cair
Formulasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) sebagai Sediaan Sabun Cair
Pendahuluan: Kekeringan kulit merupakan masalah bagi jutaan orang dan sering kali menyebabkan rasa tidak nyaman bahkan stres psikologis. Gejala klinis kulit kering di antaranya per...
FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Jerawat adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh produksi sebum berlebihan, yang mengakibatkan peningkatan jumlah bakteri yang mengakibatkan jerawat semacam Staphylococcus aureus...
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT TRANSPARAN EKSTRAK ETANOL DAUN TORBANGUN (Plectrantus amboinicus L.)
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT TRANSPARAN EKSTRAK ETANOL DAUN TORBANGUN (Plectrantus amboinicus L.)
Tanaman Torbangun (Plectrantus amboinicus L) merupakan salah satu tanaman yang ada di Indonesia. Daun torbangun diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya flavonoi...

