Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakterisasi Sabun Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Melinjo

View through CrossRef
Daun melinjo memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan ekstrak daun melinjo dalam sediaan sabun transparan. Sabun digunakan sehari-hari sebagai pembersih bakteri dan kotoran. Sabun transparan memiliki tampilan yang lebih menarik dan memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandungkan bentuk sabun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sabun antibakteri transparan dari ekstrak daun melinjo. Proses ekstrak daun melinjo dilakukan dengan metode maserasi selama 2 × 24 jam kemudian dilakukan pengujian fitokimia yang menghasilkan bahwa ekstrak daun melinjo positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Sabun diperoleh melalui  reaksi saponifikasi dengan memvariasikan suhu yaitu 600C, 700C, dan 800C. Ekstrak yang ditambahkan dalam pembuatan sabun transparan divariasikan yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kondisi optimum sabun transparan antibakteri yaitu pada penambahan ekstrak daun melinjo 75% suhu 800C. Pada kondisi tersebut menghasilkan diameter zona bening sebesar 28mm pada pengujian antibakteri. Sabun yang dihasilkan tidak memiliki efek iritasi di semua konsentrasi dan suhu. Berdasarkan pengujian di penambahan 75% ekstrak daun melinjo dan suhu 800C  menghasilkan uji busa dengan tinggi busa 15mm dan pH sebesar 9.
Title: Karakterisasi Sabun Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Melinjo
Description:
Daun melinjo memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder.
Pada penelitian ini dilakukan pengembangan ekstrak daun melinjo dalam sediaan sabun transparan.
Sabun digunakan sehari-hari sebagai pembersih bakteri dan kotoran.
Sabun transparan memiliki tampilan yang lebih menarik dan memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandungkan bentuk sabun lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sabun antibakteri transparan dari ekstrak daun melinjo.
Proses ekstrak daun melinjo dilakukan dengan metode maserasi selama 2 × 24 jam kemudian dilakukan pengujian fitokimia yang menghasilkan bahwa ekstrak daun melinjo positif mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid.
Sabun diperoleh melalui  reaksi saponifikasi dengan memvariasikan suhu yaitu 600C, 700C, dan 800C.
Ekstrak yang ditambahkan dalam pembuatan sabun transparan divariasikan yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%.
Kondisi optimum sabun transparan antibakteri yaitu pada penambahan ekstrak daun melinjo 75% suhu 800C.
Pada kondisi tersebut menghasilkan diameter zona bening sebesar 28mm pada pengujian antibakteri.
Sabun yang dihasilkan tidak memiliki efek iritasi di semua konsentrasi dan suhu.
Berdasarkan pengujian di penambahan 75% ekstrak daun melinjo dan suhu 800C  menghasilkan uji busa dengan tinggi busa 15mm dan pH sebesar 9.

Related Results

Kinetika Perubahan Mutu Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.)
Kinetika Perubahan Mutu Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.)
Intisari— Daun pepaya mengandung pigmen klorofil yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Oleh karenanya, kandungan klorofil dari daun pepaya dapat dimanfaatkan menjadi ba...
Perancangan Alat Pemipih Semi Mekanis Untuk Biji Melinjo
Perancangan Alat Pemipih Semi Mekanis Untuk Biji Melinjo
Abstrak, Tanaman melinjo adalah tanaman yang tumbuh baik pada daerah tropis, salah satunya adalah Indonesia. Produk olahan melinjo adalah emping melinjo, emping melinjo sejenis kri...
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Sabun  merupakan sediaan yang bermanfaat sebagai agen pembersih dari kotoran. Penambahan ekstrak dari suatu tanaman yang berkhasiat antibakteri diharapkan dapat menambah daya guna ...
Inovasi Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Sabun Cair Antibakteri
Inovasi Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Sabun Cair Antibakteri
Minyak goreng bekas atau disebut minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang sering dijumpai disekitar tempat tinggal kita. Pemanfaatan yang belum maksimal dapat mencemari lin...
PEMANFAATAN VCO DAN EKSTRAK BUNGA KENANGA DALAM PEMBUATAN SABUN ANTIBAKTERI DI DESA ABABI KECAMATAN ABANG KARANGASEM
PEMANFAATAN VCO DAN EKSTRAK BUNGA KENANGA DALAM PEMBUATAN SABUN ANTIBAKTERI DI DESA ABABI KECAMATAN ABANG KARANGASEM
Virgin Coconut Oil (VCO) dan ekstrak bunga kenanga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti antibakteri sintetik dalam pembuatan sabun mandi padat transparan.  Pengabdian ini b...
FORMULASI DAN EVALUASI SABUN TRANSPARAN BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH
FORMULASI DAN EVALUASI SABUN TRANSPARAN BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH
Latar belakang: Perawatan kulit menjadi sangat diperlukan untuk menjaganya tetap terlindung dari ancaman polusi, cara yang paling tepat untuk menjaga kesehatan kulit adalah dengan ...
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Daun kelor (Moringa oleifera L.) banyak ditanam di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia. Daun kelor mengandung senyawa fitokimia aktif yang bersifat antibakteri seperti fl...

Back to Top