Javascript must be enabled to continue!
TINJAUAN KUAT LENTUR PELAT BETON DENGAN PENAMBAHAN KAWAT DI ANTARA TULANGAN PELAT
View through CrossRef
<p>Seiring berkembangnya zaman, inovasi pada bidang konstruksi bangunan turut mengalami kemajuan tak terkecuali pada struktur beton bertulang, pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada struktur tulangan pelat beton. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kekuatan lentur yang diakibatkan oleh penambahan kawat pada tulangan dan perbedaan perhitungan secara teoritis dengan pengujian di Laboratorium.</p><p>Penelitian dimulai dengan pemeriksaan berat satuan dan pengujian gradasi, kemudian dilakukan perencanaan campuran dengan menggunakan <em>mix design</em>, melakukan pengujian kuat tarik kawat, kuat tarik besi dan kuat tekan beton untuk memperoleh data sekunder dan melakukan pengujian kuat lentur pelat beton yang mengacu pada SNI 4154-2014 di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p><p>Hasil pengujian pelat beton biasa menghasilkan momen lentur sebesar 4,358 kNm, pelat dengan 3 lilitan kawat sebesar 4,712 kNm pelat dengan 5 lilitan kawat 4,885 kNm, dan pelat dengan 7 lilitan kawat sebesar 5,033 kNm. Perbedaan perhitungan momen teoritis dengan perhitungan momen pengujian pada pelat beton biasa sebesar 26 % atau 1,569 kNm, pelat 3 lilitan kawat sebesar 22 % atau 1,376 kNm, pelat dengan 5 lilitan kawat sebesar 2 1% atau 1,300 kNm, pelat dengan 7 lilitan kawat sebesar 21 % atau 1,387 kNm.</p>
Universitas Tidar
Title: TINJAUAN KUAT LENTUR PELAT BETON DENGAN PENAMBAHAN KAWAT DI ANTARA TULANGAN PELAT
Description:
<p>Seiring berkembangnya zaman, inovasi pada bidang konstruksi bangunan turut mengalami kemajuan tak terkecuali pada struktur beton bertulang, pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada struktur tulangan pelat beton.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kekuatan lentur yang diakibatkan oleh penambahan kawat pada tulangan dan perbedaan perhitungan secara teoritis dengan pengujian di Laboratorium.
</p><p>Penelitian dimulai dengan pemeriksaan berat satuan dan pengujian gradasi, kemudian dilakukan perencanaan campuran dengan menggunakan <em>mix design</em>, melakukan pengujian kuat tarik kawat, kuat tarik besi dan kuat tekan beton untuk memperoleh data sekunder dan melakukan pengujian kuat lentur pelat beton yang mengacu pada SNI 4154-2014 di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta.
</p><p>Hasil pengujian pelat beton biasa menghasilkan momen lentur sebesar 4,358 kNm, pelat dengan 3 lilitan kawat sebesar 4,712 kNm pelat dengan 5 lilitan kawat 4,885 kNm, dan pelat dengan 7 lilitan kawat sebesar 5,033 kNm.
Perbedaan perhitungan momen teoritis dengan perhitungan momen pengujian pada pelat beton biasa sebesar 26 % atau 1,569 kNm, pelat 3 lilitan kawat sebesar 22 % atau 1,376 kNm, pelat dengan 5 lilitan kawat sebesar 2 1% atau 1,300 kNm, pelat dengan 7 lilitan kawat sebesar 21 % atau 1,387 kNm.
</p>.
Related Results
PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
Penelitian dengan judul melakukan Pengujian Eksperimental Perbandingan Pola Retak dan Lendutan pada Pelat Beton Menggunakan Tulangan Konvensional dan Wiremesh ...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
Eksperimen Uji Lentur Balok Beton dengan Bundel Tulangan
Eksperimen Uji Lentur Balok Beton dengan Bundel Tulangan
Beton bertulang ialah beton yang dikombinasikan dengan besi tulangan. Luasan besi tulangan yang digunakan harus memenuhi dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prate...
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan adalah sarana pelayanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat di sekitar rumah sakit yaitu kecamatan yang berada di wilayah utara Cianjur. ...
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
Kemajuan pembangunan infrastruktur mendorong akan meningkatnya penggunaan beton dan baja. Lekatan antara beton dengan baja tulangan merupakan salah satu mekanisme dasar pada strukt...
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang. Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dib...

