Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
View through CrossRef
Penelitian dengan judul melakukan Pengujian Eksperimental Perbandingan Pola Retak dan Lendutan pada Pelat Beton Menggunakan Tulangan Konvensional dan Wiremesh adalah untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tarik tulangan konvensional dan tulangan wiremesh dan mengetahui nilai kuat lentur pelat tulangan konvensional dan pelat tulangan wiremesh serta mengetahui perbandingan pola retak antara pelat lantai tulangan konvensional dan pelat lantai tulangan wiremesh. Pada penelitian ini dilakukan dengan membuat beberapa pelat beton. Tidak hanya menguji kuat lentur, penelitian ini juga menguji karakteristik material sampai dengan uji kuat tekan beton dan uji kuat tari tulangan pelat. Tulangan pelat menggunakan besi tulangan polos diameter 6 mm dan 8 mm dimana tulangan konvensional dirakit menggunakan bendrat. Pelat nantinya dibandingkan dengan pelat bertulangan wiremesh menggunakan ukuran M6 dan M8. Kedua pelat diuji lentur dengan beban terpusat dan hasil pengujian keduanya dibandingkan. Pada uji kuat lentur pelat beton bertulang di laboratorium diperoleh beban maksimum dari dua jenis pelat tersebut, dimana beban maksimum pelat beton dengan tulangan konvensional pada tulangan polos diameter 6 mm ialah Ø6 = 45000 Kg.cm sedangkan pada pelat beton dengan tulangan wiremesh ialah M6 = 42500 Kg.cm kemudian pada tulangan diameter 8 mm, Ø8 = 32500 Kg.cm sedangkan M8 = 57500 Kg.cm. Sesuai hasil pengamatan penelitian, pelat beton dengan tulangan wiremesh lebih menunjukan perilaku kemampuan menerima beban, serta momen kapasitas yang lebih baik dalam melentur dibanding dengan pelat konvensional.
Title: PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
Description:
Penelitian dengan judul melakukan Pengujian Eksperimental Perbandingan Pola Retak dan Lendutan pada Pelat Beton Menggunakan Tulangan Konvensional dan Wiremesh adalah untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tarik tulangan konvensional dan tulangan wiremesh dan mengetahui nilai kuat lentur pelat tulangan konvensional dan pelat tulangan wiremesh serta mengetahui perbandingan pola retak antara pelat lantai tulangan konvensional dan pelat lantai tulangan wiremesh.
Pada penelitian ini dilakukan dengan membuat beberapa pelat beton.
Tidak hanya menguji kuat lentur, penelitian ini juga menguji karakteristik material sampai dengan uji kuat tekan beton dan uji kuat tari tulangan pelat.
Tulangan pelat menggunakan besi tulangan polos diameter 6 mm dan 8 mm dimana tulangan konvensional dirakit menggunakan bendrat.
Pelat nantinya dibandingkan dengan pelat bertulangan wiremesh menggunakan ukuran M6 dan M8.
Kedua pelat diuji lentur dengan beban terpusat dan hasil pengujian keduanya dibandingkan.
Pada uji kuat lentur pelat beton bertulang di laboratorium diperoleh beban maksimum dari dua jenis pelat tersebut, dimana beban maksimum pelat beton dengan tulangan konvensional pada tulangan polos diameter 6 mm ialah Ø6 = 45000 Kg.
cm sedangkan pada pelat beton dengan tulangan wiremesh ialah M6 = 42500 Kg.
cm kemudian pada tulangan diameter 8 mm, Ø8 = 32500 Kg.
cm sedangkan M8 = 57500 Kg.
cm.
Sesuai hasil pengamatan penelitian, pelat beton dengan tulangan wiremesh lebih menunjukan perilaku kemampuan menerima beban, serta momen kapasitas yang lebih baik dalam melentur dibanding dengan pelat konvensional.
.
Related Results
STUDI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK PELAT BETON DENGAN PERKUATAN TULANGAN BAMBU
STUDI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK PELAT BETON DENGAN PERKUATAN TULANGAN BAMBU
Bambu merupakan bahan konstruksi yang bisa memperkuat beton bertulang, karena nilai kuat tarikya tinggi hampir menyamai tulangan baja. Bambu dengan pengasaran merupakan alternatif ...
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan adalah sarana pelayanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat di sekitar rumah sakit yaitu kecamatan yang berada di wilayah utara Cianjur. ...
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP LENDUTAN PADA PERKERASAN KAKU DENGAN PENGGUNAAN LIMBAH MARBLE SEBAGAI AGREGAT HALUS
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP LENDUTAN PADA PERKERASAN KAKU DENGAN PENGGUNAAN LIMBAH MARBLE SEBAGAI AGREGAT HALUS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio tulangan terhadap perilaku lendutan pada pelat beton perkerasan kaku yang menggunakan limbah marmer sebagai agregat...
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL 5 LANTAI DKOTA BALIKPAPAN
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL 5 LANTAI DKOTA BALIKPAPAN
Perencanaan struktur gedung hotel 5 lantai ini menggunakan sistem struktur tahan gempa dengan konsep Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Mutu beton yang digunakan adalah ...
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
Kemajuan pembangunan infrastruktur mendorong akan meningkatnya penggunaan beton dan baja. Lekatan antara beton dengan baja tulangan merupakan salah satu mekanisme dasar pada strukt...
PENGARUH ANGKA TULANGAN TERHADAP RETAK PELAT BETON BERTUMPUAN ELASTIS BERBAHAN LIMBAH MARMER
PENGARUH ANGKA TULANGAN TERHADAP RETAK PELAT BETON BERTUMPUAN ELASTIS BERBAHAN LIMBAH MARMER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh angka tulangan terhadap lebar dan pola retak pada pelat beton bertumpuan elastis dengan penambahan limbah marmer sebagai bahan ta...
PERENCANAAN HOTEL BERBINTANG 6 LANTAI DI KABUPATEN CIANJUR
PERENCANAAN HOTEL BERBINTANG 6 LANTAI DI KABUPATEN CIANJUR
ABSTRACTCianjur is a city in Indonesia that has a tourist destination. This causes many people from outside the city to come for a vacation in Cianjur district. The increasing popu...
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang. Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dib...

