Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
View through CrossRef
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang. Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dibandingkan dengan penampang berbentuk lingkaran dengan luas yang sama. Penampang yang memiliki momen inersia lebih besar cenderung lebih sukar untuk mengalami defleksi. Bentuk penampang pelat setrip yang lebih pipih dibandingkan baja tulangan konvensional juga memungkinkan beton segar untuk lebih mudah dikerjakan. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh penggunaan material tulangan dengan baja pelat setrip sebagai pengganti baja ulir pada balok beton bertulang berdimensi 150 mm × 200 mm × 2400 mm terhadap kapasitas momen lentur balok. Baja yang digunakan adalah baja pelat setrip ganda berukuran 3 mm × 30 mm dibandingkan dengan baja tulangan ulir diameter 13 mm. Pengujian Balok menggunakan metode third-point loading. Pengujian dilakukan sampai balok mengalami kegagalan, ditandai dengan lelehnya tulangan tarik longitudinal atau pecahnya beton sehingga pembacaan pada load cell tidak lagi meningkat. Hasil pengujian lentur pada balok dengan baja ulir diameter 13 mm memiliki rata-rata beban maksimal 55,20 × 103 N, rata-rata lendutan maksimal 43,82 mm, dan rata-rata regangan baja ketika leleh 2.973 × 10-6; sedangkan untuk balok dengan baja pelat setrip ganda 3 mm × 30 mm memiliki rata-rata beban maksimal 47,30 × 103 N, rata-rata lendutan maksimal 44,47 mm, dan rata-rata regangan baja ketika leleh 1.838 × 10-6. Normalisasi dilakukan untuk mengetahui efektifitas masing-masing tulangan tarik dengan cara membagi momen lentur hasil pengujian dengan momen lentur hasil perhitungan teoritis dikarenakan baja pelat setrip memiliki kuat leleh yang lebih kecil dibanding baja ulir. Dari hasil normalisasi didapatkan nilai efektifitas balok dengan baja pelat setrip sebesar 1,36; lebih besar dibandingkan balok dengan baja ulir yang mendapatkan nilai 1,30.
Title: PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Description:
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang.
Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dibandingkan dengan penampang berbentuk lingkaran dengan luas yang sama.
Penampang yang memiliki momen inersia lebih besar cenderung lebih sukar untuk mengalami defleksi.
Bentuk penampang pelat setrip yang lebih pipih dibandingkan baja tulangan konvensional juga memungkinkan beton segar untuk lebih mudah dikerjakan.
Penelitian ini akan mengkaji pengaruh penggunaan material tulangan dengan baja pelat setrip sebagai pengganti baja ulir pada balok beton bertulang berdimensi 150 mm × 200 mm × 2400 mm terhadap kapasitas momen lentur balok.
Baja yang digunakan adalah baja pelat setrip ganda berukuran 3 mm × 30 mm dibandingkan dengan baja tulangan ulir diameter 13 mm.
Pengujian Balok menggunakan metode third-point loading.
Pengujian dilakukan sampai balok mengalami kegagalan, ditandai dengan lelehnya tulangan tarik longitudinal atau pecahnya beton sehingga pembacaan pada load cell tidak lagi meningkat.
Hasil pengujian lentur pada balok dengan baja ulir diameter 13 mm memiliki rata-rata beban maksimal 55,20 × 103 N, rata-rata lendutan maksimal 43,82 mm, dan rata-rata regangan baja ketika leleh 2.
973 × 10-6; sedangkan untuk balok dengan baja pelat setrip ganda 3 mm × 30 mm memiliki rata-rata beban maksimal 47,30 × 103 N, rata-rata lendutan maksimal 44,47 mm, dan rata-rata regangan baja ketika leleh 1.
838 × 10-6.
Normalisasi dilakukan untuk mengetahui efektifitas masing-masing tulangan tarik dengan cara membagi momen lentur hasil pengujian dengan momen lentur hasil perhitungan teoritis dikarenakan baja pelat setrip memiliki kuat leleh yang lebih kecil dibanding baja ulir.
Dari hasil normalisasi didapatkan nilai efektifitas balok dengan baja pelat setrip sebesar 1,36; lebih besar dibandingkan balok dengan baja ulir yang mendapatkan nilai 1,30.
Related Results
PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
Penelitian dengan judul melakukan Pengujian Eksperimental Perbandingan Pola Retak dan Lendutan pada Pelat Beton Menggunakan Tulangan Konvensional dan Wiremesh ...
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
Kemajuan pembangunan infrastruktur mendorong akan meningkatnya penggunaan beton dan baja. Lekatan antara beton dengan baja tulangan merupakan salah satu mekanisme dasar pada strukt...
Perbandingan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Jumlah Tulangan Pada Zona Tekan
Perbandingan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Jumlah Tulangan Pada Zona Tekan
Bangunan sederhana seperti rumah tinggal merupakan bangunan yang memiliki desain struktur relatif lebih kecil dibandingkan dengan bangunan gedung bertingkat lainnya. Pekerjaan balo...
Eksperimen Uji Lentur Balok Beton dengan Bundel Tulangan
Eksperimen Uji Lentur Balok Beton dengan Bundel Tulangan
Beton bertulang ialah beton yang dikombinasikan dengan besi tulangan. Luasan besi tulangan yang digunakan harus memenuhi dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prate...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan adalah sarana pelayanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat di sekitar rumah sakit yaitu kecamatan yang berada di wilayah utara Cianjur. ...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...

