Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELATIHAN MANAJEMEN BENCANA DENGAN BALUT BIDAI DI SMA NEGERI 1 WELERI

View through CrossRef
Kecelakaan adalah salah satu kejadian yang tidak diinginkan, tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian material, disfungsi atau kerusakan alat atau bahan, kekacauan produksi, korban jiwa atau bahkan meninggal dunia dalam waktu 30 hari sebagai akibat dari cedera kecelakaan (Guguraj, 2008). Kesalahan dalam memberikan pertolongan karena minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat sehingga perlu adanya pelatihan Balut Bidai. Balut  Bidai  adalah  perawatan  umum  trauma  ekstremitas  atau imobilisasi  dari  lokasi  trauma seperti  belut  (spalk)  untuk  mempertahankan  posisi  bagian  tulang  yang  patah  agar  tidak bergerak  dan  mencegah  terjadinya  kontaminasi  dan  komplikasi. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan ketrampilan masyarakat untuk melakukan tindakan penanggulangan penderita patah tulang di wilayah rawan bencana dengan sasaran siswa SMA Negeri Weleri berada di Kecamatan Weleri, kabupaten Kendal. Edukasi pertolongan pertama pada kecelakan mulai dari konsep pertolongan pertama sampai dengan tahapan pelaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan. Kegiatan yang diawali dengan ceramah dan demosntrasi. kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan diajukan secara antusisas oleh peserta dalam sesi tanya jawab. Kemampuan peserta penyuluhan dilihat dari penguasaan materi dapat dikatakan baik walaupun waktu yang diberikan sangat singkat, namun peserta terlihat antusias dan aktif dalam menjawab pertanyaan dan dalam mencontohkan kembali hal-hal yang harus dipahami dalam pertolongan pertama pada kecelakaan.
University of Muhammadiyah Kendal Batang
Title: PELATIHAN MANAJEMEN BENCANA DENGAN BALUT BIDAI DI SMA NEGERI 1 WELERI
Description:
Kecelakaan adalah salah satu kejadian yang tidak diinginkan, tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian material, disfungsi atau kerusakan alat atau bahan, kekacauan produksi, korban jiwa atau bahkan meninggal dunia dalam waktu 30 hari sebagai akibat dari cedera kecelakaan (Guguraj, 2008).
Kesalahan dalam memberikan pertolongan karena minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat sehingga perlu adanya pelatihan Balut Bidai.
Balut  Bidai  adalah  perawatan  umum  trauma  ekstremitas  atau imobilisasi  dari  lokasi  trauma seperti  belut  (spalk)  untuk  mempertahankan  posisi  bagian  tulang  yang  patah  agar  tidak bergerak  dan  mencegah  terjadinya  kontaminasi  dan  komplikasi.
Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan ketrampilan masyarakat untuk melakukan tindakan penanggulangan penderita patah tulang di wilayah rawan bencana dengan sasaran siswa SMA Negeri Weleri berada di Kecamatan Weleri, kabupaten Kendal.
Edukasi pertolongan pertama pada kecelakan mulai dari konsep pertolongan pertama sampai dengan tahapan pelaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Kegiatan yang diawali dengan ceramah dan demosntrasi.
kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan diajukan secara antusisas oleh peserta dalam sesi tanya jawab.
Kemampuan peserta penyuluhan dilihat dari penguasaan materi dapat dikatakan baik walaupun waktu yang diberikan sangat singkat, namun peserta terlihat antusias dan aktif dalam menjawab pertanyaan dan dalam mencontohkan kembali hal-hal yang harus dipahami dalam pertolongan pertama pada kecelakaan.

Related Results

Peningkatan Pengetahuan Pelatihan Balut Bidai Bagi Siswa Kelas 10 dan 11 di Sekolah Katolik Santo Paulus Jakarta
Peningkatan Pengetahuan Pelatihan Balut Bidai Bagi Siswa Kelas 10 dan 11 di Sekolah Katolik Santo Paulus Jakarta
Emergency situations in schools require students to be adequately prepared to provide first aid. In such circumstances, individuals are expected to be ready and capable of deliveri...
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Slem...
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandu...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
Upaya manajemen bencana alam yang terjadi di Indonesia saat ini memerlukan dukungan dari media massa dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat. Degradasi lingkungan dan gl...
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
Latar belakang :  Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat mengakibatkan kerugian baik harta benda, nyawa dan lingkungan. Faktor alam, non alam, dan faktor manusia merupakan fa...

Back to Top