Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Pengetahuan Pelatihan Balut Bidai Bagi Siswa Kelas 10 dan 11 di Sekolah Katolik Santo Paulus Jakarta

View through CrossRef
Emergency situations in schools require students to be adequately prepared to provide first aid. In such circumstances, individuals are expected to be ready and capable of delivering appropriate initial care. Adolescents aged 15–24 years constitute a population that is particularly vulnerable to accidents, with common emergency conditions including injuries, wounds, and trauma. First aid refers to the immediate assistance provided to individuals experiencing sudden illness or injury prior to receiving advanced medical treatment at healthcare facilities such as clinics or hospitals. The primary objectives of first aid are to save lives, prevent disability, provide comfort, and support the recovery process. However, one of the main challenges in emergency response is the limited knowledge and practical skills of first aid providers.This condition highlights the importance of basic medical first aid training for senior high school students, not only to improve knowledge but also to enhance practical competencies in managing emergency situations. Accordingly, a bandaging and splinting training program was conducted at SMA Santo Paulus Jakarta. The activity involved 58 students from grades X and XI who participated in interactive educational sessions, hands-on simulations, and evaluations using pre-test and post-test instruments. Statistical analysis using the Wilcoxon test demonstrated a significant increase in knowledge scores after the training (p < 0.001), with a participation rate of 86.2% of the target population. Moreover, most participants were able to correctly demonstrate bandaging and splinting techniques. Overall, the training effectively improved students’ knowledge and practical skills, strengthening emergency preparedness and promoting appropriate first aid responses. Keywords: Splinting, Health Education, High School Students.   Keadaan darurat di sekolah menuntut kesiapsiagaan siswa dalam memberikan pertolongan pertama. Dalam situasi tersebut, setiap individu dituntut untuk siap dan mampu memberikan penanganan awal yang tepat. Kelompok usia 15–24 tahun, khususnya remaja, merupakan populasi yang rentan mengalami kecelakaan, kondisi darurat yang sering terjadi pada kelompok usia ini antara lain kecelakaan, luka, dan cedera. Pertolongan pertama merupakan tindakan segera yang diberikan kepada seseorang yang mengalami sakit mendadak atau cedera akibat kecelakaan sebelum memperoleh penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan seperti di klinik ataupun rumah sakit. Pertolongan pertama mempunyai tujuan adalah untuk menyelamatkan nyawa, mencegah terjadinya kecacatan, memberikan rasa nyaman, serta mendukung proses penyembuhan, namun salah satu kendala utama dalam menyelamatkan korban pada kondisi darurat adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada penolong korban. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemberian pelatihan pertolongan pertama medis dasar bagi siswa Sekolah Menengah Atas menjadi sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi keadaan darurat. Untuk itu, dilakukan pelatihan balut bidai di SMA Santo Paulus Jakarta. Kegiatan melibatkan 58 siswa kelas X dan XI yang mengikuti penyuluhan interaktif, simulasi praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan setelah pelatihan (p < 0,001), dengan cakupan partisipasi 86,2% dari total sasaran. Mayoritas peserta juga mampu memperagakan keterampilan praktis dengan benar. Kesimpulan: Penyuluhan dan pelatihan ini berhasil mencapai tujuan, terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam balut bidai. Kata Kunci: Balut Bidai, Pendidikan Kesehatan, Siswa Sekolah Menengah.
Title: Peningkatan Pengetahuan Pelatihan Balut Bidai Bagi Siswa Kelas 10 dan 11 di Sekolah Katolik Santo Paulus Jakarta
Description:
Emergency situations in schools require students to be adequately prepared to provide first aid.
In such circumstances, individuals are expected to be ready and capable of delivering appropriate initial care.
Adolescents aged 15–24 years constitute a population that is particularly vulnerable to accidents, with common emergency conditions including injuries, wounds, and trauma.
First aid refers to the immediate assistance provided to individuals experiencing sudden illness or injury prior to receiving advanced medical treatment at healthcare facilities such as clinics or hospitals.
The primary objectives of first aid are to save lives, prevent disability, provide comfort, and support the recovery process.
However, one of the main challenges in emergency response is the limited knowledge and practical skills of first aid providers.
This condition highlights the importance of basic medical first aid training for senior high school students, not only to improve knowledge but also to enhance practical competencies in managing emergency situations.
Accordingly, a bandaging and splinting training program was conducted at SMA Santo Paulus Jakarta.
The activity involved 58 students from grades X and XI who participated in interactive educational sessions, hands-on simulations, and evaluations using pre-test and post-test instruments.
Statistical analysis using the Wilcoxon test demonstrated a significant increase in knowledge scores after the training (p < 0.
001), with a participation rate of 86.
2% of the target population.
Moreover, most participants were able to correctly demonstrate bandaging and splinting techniques.
Overall, the training effectively improved students’ knowledge and practical skills, strengthening emergency preparedness and promoting appropriate first aid responses.
Keywords: Splinting, Health Education, High School Students.
  Keadaan darurat di sekolah menuntut kesiapsiagaan siswa dalam memberikan pertolongan pertama.
Dalam situasi tersebut, setiap individu dituntut untuk siap dan mampu memberikan penanganan awal yang tepat.
Kelompok usia 15–24 tahun, khususnya remaja, merupakan populasi yang rentan mengalami kecelakaan, kondisi darurat yang sering terjadi pada kelompok usia ini antara lain kecelakaan, luka, dan cedera.
Pertolongan pertama merupakan tindakan segera yang diberikan kepada seseorang yang mengalami sakit mendadak atau cedera akibat kecelakaan sebelum memperoleh penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan seperti di klinik ataupun rumah sakit.
Pertolongan pertama mempunyai tujuan adalah untuk menyelamatkan nyawa, mencegah terjadinya kecacatan, memberikan rasa nyaman, serta mendukung proses penyembuhan, namun salah satu kendala utama dalam menyelamatkan korban pada kondisi darurat adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada penolong korban.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemberian pelatihan pertolongan pertama medis dasar bagi siswa Sekolah Menengah Atas menjadi sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi keadaan darurat.
Untuk itu, dilakukan pelatihan balut bidai di SMA Santo Paulus Jakarta.
Kegiatan melibatkan 58 siswa kelas X dan XI yang mengikuti penyuluhan interaktif, simulasi praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan setelah pelatihan (p < 0,001), dengan cakupan partisipasi 86,2% dari total sasaran.
Mayoritas peserta juga mampu memperagakan keterampilan praktis dengan benar.
Kesimpulan: Penyuluhan dan pelatihan ini berhasil mencapai tujuan, terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam balut bidai.
Kata Kunci: Balut Bidai, Pendidikan Kesehatan, Siswa Sekolah Menengah.

Related Results

Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskrips...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pelatihan Bebat Bidai untuk Kader Kesehatan Pengungsi di IOM
Pelatihan Bebat Bidai untuk Kader Kesehatan Pengungsi di IOM
Kecelakaan merupakan kejadian yang tiba-tiba dan dan tidak bisa diprediksikan sebelumnya. Selain itu, kecelakaan juga bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Salah satu insiden ke...
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Balut Bidai Pada Anggota Pmr Di Smp N 1 Masaran
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Balut Bidai Pada Anggota Pmr Di Smp N 1 Masaran
Angka kejadian terjadinya kecelakaan pada pelajar menempati posisi tertinggi sebesar 13% sehingga anggota PMR dibutuhkan pengetahuan atau keterampilan dalam memberikan Pertolongan ...
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menjelaskan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dengan siswa...
PELATIHAN MANAJEMEN BENCANA DENGAN BALUT BIDAI DI SMA NEGERI 1 WELERI
PELATIHAN MANAJEMEN BENCANA DENGAN BALUT BIDAI DI SMA NEGERI 1 WELERI
Kecelakaan adalah salah satu kejadian yang tidak diinginkan, tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian material, disfungsi atau kerusakan alat atau bahan, kekacauan produksi, k...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top