Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembinaan Sekolah Siaga Bencana Melalui Pelatihan Kebencanaan Kepada Guru dan Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Samiran, Boyolali

View through CrossRef
Latar Belakang: Berdasarkan letak geografisnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N 1 Selo, Boyolali, Jawa Tengah terletak di daerah rawan bencana letusan gunung berapi dan gempa bumi. Karena pada umumnya risiko bencana dapat terjadi kapan saja, maka  penting untuk lebih mempersiapkan lingkungan sekolah dalam menghadapi bencana. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana dan simulasi bencana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo. Metode: Metode yang digunakan adalah tutorial langsung untuk meningkatkan pemahaman mitra terhadap bencana alam dan materi mitigasi bencana, serta simulasi bencana untuk meningkatkan keterampilan mitra tanggap bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Hasil: Sebelum diberi pelatihan dan simulasi tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana alam terdapat 0 peserta yang berada pada tingkat baik (0%), namun setelah diberi pelatihan dan simulasi tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana alam peserta kategori baik meningkat menjadi 13 orang (23,6%). Sedangkan pada kategori cukup, sebelum pelatihan dan simulasi, tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana sebanyak 10 peserta (18,2%), dan setelah pelatihan dan simulasi, tingkat pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana meningkat sebanyak 27 orang (49,1%) dan pada kategori kurang sebelum pelatihan dan simulasi tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana sebanyak 45 orang (81,8%) dan setelah pelatihan dan simulasi, tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana menurun menjadi 15 peserta (27,8%), tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana menurun menjadi 15 peserta (27,8%).  Kesimpulan: Pelatihan penanggulangan bencana memiliki manfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan elemen sekolah.
Title: Pembinaan Sekolah Siaga Bencana Melalui Pelatihan Kebencanaan Kepada Guru dan Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Samiran, Boyolali
Description:
Latar Belakang: Berdasarkan letak geografisnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N 1 Selo, Boyolali, Jawa Tengah terletak di daerah rawan bencana letusan gunung berapi dan gempa bumi.
Karena pada umumnya risiko bencana dapat terjadi kapan saja, maka  penting untuk lebih mempersiapkan lingkungan sekolah dalam menghadapi bencana.
Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana dan simulasi bencana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo.
Metode: Metode yang digunakan adalah tutorial langsung untuk meningkatkan pemahaman mitra terhadap bencana alam dan materi mitigasi bencana, serta simulasi bencana untuk meningkatkan keterampilan mitra tanggap bencana.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Hasil: Sebelum diberi pelatihan dan simulasi tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana alam terdapat 0 peserta yang berada pada tingkat baik (0%), namun setelah diberi pelatihan dan simulasi tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana alam peserta kategori baik meningkat menjadi 13 orang (23,6%).
Sedangkan pada kategori cukup, sebelum pelatihan dan simulasi, tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana sebanyak 10 peserta (18,2%), dan setelah pelatihan dan simulasi, tingkat pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana meningkat sebanyak 27 orang (49,1%) dan pada kategori kurang sebelum pelatihan dan simulasi tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana sebanyak 45 orang (81,8%) dan setelah pelatihan dan simulasi, tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana menurun menjadi 15 peserta (27,8%), tingkat pengetahuan dan keterampilan pencegahan bencana menurun menjadi 15 peserta (27,8%).
 Kesimpulan: Pelatihan penanggulangan bencana memiliki manfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan elemen sekolah.

Related Results

PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Slem...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Implementasi E-Book Pendidikan Kebencanaan Tema Gelombang dan Bencana terhadap Literasi Bencana Siswa Kelas VIII
Implementasi E-Book Pendidikan Kebencanaan Tema Gelombang dan Bencana terhadap Literasi Bencana Siswa Kelas VIII
Penelitian ini didasari atas kondisi rendahnya pemahaman mengenai studi kebencanaan dan literasi bencana dalam kegiatan pembelajaran. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat, khususnya da...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Pendampingan Pemetaan Partisipatif Sekolah Siaga Bencana
Pendampingan Pemetaan Partisipatif Sekolah Siaga Bencana
Salah satu strategi dalam pengurangan risiko bencana adalah dengan peningkatan pemahaman dan kapasitas individu maupun masyarakat terhadap bencana. Lembaga pendidikan sebagai salah...
Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Tanggap Bencana di SMK Swasta Imelda Medan
Peningkatan Pengetahuan Siswa Tentang Tanggap Bencana di SMK Swasta Imelda Medan
Indonesia secara geografis terletak dirangkaian lempeng tektonik, sehingga menjadikan Indonesia menjadi negara yang rawan akan bencana alam. 75% sekolah di indonesia berada pada da...

Back to Top