Javascript must be enabled to continue!
MODEL ORTODOKSI-ORTOPRAKSI-ORTOPATI: Usulan Model Berteologi sebagai Cara Hidup Kaum Injili di Dunia Pascakebenaran
View through CrossRef
Era pascakebenaran (post-truth) ditandai dengan pudarnya relevansi kebenaran dan verifikasi fakta digantikan dengan preferensi pribadi dan tarikan emosional. Dalam konteks pemilihan umum Indonesia pada tahun 2014 dan 2019, berbagai hoaks bernuansa SARA yang bermunculan mengancam kohesi sosial di bangsa ini. Dengan demikian, pascakebenaran tidak lagi sekadar menjadi isu di kalangan akademisi, tetapi juga dipertunjukkan secara masif di ruang publik. Bagaimana kaum injili menanggapi problematika pascakebenaran yang kompleks ini? Artikel ini mengusulkan sebuah model teologi yang integratif dalam menghadapi tantangan-tantangan di dunia pascakebenaran, yakni model Ortodoksi-Ortopraksi-Ortopati sebagai cara hidup kaum injili. Di akhir artikel ini, model berteologi ini diimplementasikan untuk menanggapi problematika post-truth yang berkembang dewasa ini di Indonesia.
Abstract: The post-truth era is indicated by the eclipsing of the relevance of truth and fact verification replaced by personal preference and emotional appeal. In the context of Indonesia's national elections in 2014 and 2019, multitude of hoaxes emerged with respect to tribal affiliations, religion, race and societal groups and threatened social cohesion in this nation. Correspondingly, post-truth not merely an issue in the academia but also is massively demonstrated in the public sphere. How do the evangelicals respond to the complex problem of post-truth? This article proposes an integrative theological model in facing challenges in a post-truth world, namely the Orthodoxy-Orthopraxis-Ortopathy Model as the evangelicals' way of life. At the end of this article, this theological model implemented to respond post-truth problems that recently emerged in Indonesia.
Title: MODEL ORTODOKSI-ORTOPRAKSI-ORTOPATI: Usulan Model Berteologi sebagai Cara Hidup Kaum Injili di Dunia Pascakebenaran
Description:
Era pascakebenaran (post-truth) ditandai dengan pudarnya relevansi kebenaran dan verifikasi fakta digantikan dengan preferensi pribadi dan tarikan emosional.
Dalam konteks pemilihan umum Indonesia pada tahun 2014 dan 2019, berbagai hoaks bernuansa SARA yang bermunculan mengancam kohesi sosial di bangsa ini.
Dengan demikian, pascakebenaran tidak lagi sekadar menjadi isu di kalangan akademisi, tetapi juga dipertunjukkan secara masif di ruang publik.
Bagaimana kaum injili menanggapi problematika pascakebenaran yang kompleks ini? Artikel ini mengusulkan sebuah model teologi yang integratif dalam menghadapi tantangan-tantangan di dunia pascakebenaran, yakni model Ortodoksi-Ortopraksi-Ortopati sebagai cara hidup kaum injili.
Di akhir artikel ini, model berteologi ini diimplementasikan untuk menanggapi problematika post-truth yang berkembang dewasa ini di Indonesia.
Abstract: The post-truth era is indicated by the eclipsing of the relevance of truth and fact verification replaced by personal preference and emotional appeal.
In the context of Indonesia's national elections in 2014 and 2019, multitude of hoaxes emerged with respect to tribal affiliations, religion, race and societal groups and threatened social cohesion in this nation.
Correspondingly, post-truth not merely an issue in the academia but also is massively demonstrated in the public sphere.
How do the evangelicals respond to the complex problem of post-truth? This article proposes an integrative theological model in facing challenges in a post-truth world, namely the Orthodoxy-Orthopraxis-Ortopathy Model as the evangelicals' way of life.
At the end of this article, this theological model implemented to respond post-truth problems that recently emerged in Indonesia.
Related Results
Berteologi dan Melayani
Berteologi dan Melayani
Tugas rangkap para Pelayan Kristus adalah “berteologi dan melayani”, secara esensial keduanya menyatu. Tidak dapat disebut demarkasi (pemisahan) seteologi cara tegas. Berteologi ya...
“TENT-MAKING MISIONARY” SEBUAH IMPLIKASI MENYIKAPI TANDA ZAMAN
“TENT-MAKING MISIONARY” SEBUAH IMPLIKASI MENYIKAPI TANDA ZAMAN
Artikel ini mengemukakan maksud dan kepentingan karya misi. Misi merupakan hakekeat diri Gereja. Hakekat diri Gereja artinya hakekat diri setiap anggotanya. Karena misi itu penting...
Teologi Pluralisme dalam Persfektif Injili
Teologi Pluralisme dalam Persfektif Injili
Abstract: This journal aims to present evangelical identity in relation to the task of theology today. Evangelicalism is a movement that emphasizes belief in orthodox Christian doc...
Perancangan Model Simulasi dan Perbaikan Lini Produksi Pompa Air Tipe PS – 135 E Menggunakan Simulasi Diskrit dan Theory Of Constraint pada PT. Tirta Intimizu Nusantara
Perancangan Model Simulasi dan Perbaikan Lini Produksi Pompa Air Tipe PS – 135 E Menggunakan Simulasi Diskrit dan Theory Of Constraint pada PT. Tirta Intimizu Nusantara
Intisari— Permasalahan yang dialami oleh perusahaan adalah target produksi yang tidak tercapai. Hal tersebut terjadi pada lini produksi pompa air tipe PS - 135 E yang disebabkan ol...
Keterlibatan Umat Beriman dalam Karya Misi Gereja Lokal berdasarkan Model Teologi Kontekstual Stephen B. Bevans
Keterlibatan Umat Beriman dalam Karya Misi Gereja Lokal berdasarkan Model Teologi Kontekstual Stephen B. Bevans
Gereja sejak para rasul sampai sampai saat ini berjuang untukmenyebarkan iman. Penyebaran iman membawa banyak oranguntuk mengenal Allah dari berbagai aspek baik suku, budaya,maupun...
PENGUKURAN BEBAN KERJA PADA WAKTU NORMAL DI DIVISI OPERASIONAL PT. PELINDO REGION IV GORONTALO DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE)
PENGUKURAN BEBAN KERJA PADA WAKTU NORMAL DI DIVISI OPERASIONAL PT. PELINDO REGION IV GORONTALO DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE)
Peningkatan jumlah peti kemas yang masuk ke dalam area pelabuhan menyebabkan beban kerja yang diemban oleh karyawan menjadi tidak seimbang disebagian bidang, khususnya pada divisi ...
Peralihan Tanah Ulayat Kaum di Kota Padang
Peralihan Tanah Ulayat Kaum di Kota Padang
Pola kepemilikan tanah pusako di Sumatra Barat tidak bersifat individual, melainkan milik komunal yaitu milik suku, kaum, dan nagari. Tanah ulayat kaum merupakan pusako yang diwari...
ECCLESIA REFORMATA SEMPER REFORMANDA: REFLEKSI BAGI PEMBAHARUAN GEREJA INJILI
ECCLESIA REFORMATA SEMPER REFORMANDA: REFLEKSI BAGI PEMBAHARUAN GEREJA INJILI
tulisan ini bertujuan untuk membahas prinsip ecclesia reformata semper reformanda yang merupakan buah kelanjutan reformasi. Melalui studi literatur penelitian ini akan melihat lata...

