Javascript must be enabled to continue!
“TENT-MAKING MISIONARY” SEBUAH IMPLIKASI MENYIKAPI TANDA ZAMAN
View through CrossRef
Artikel ini mengemukakan maksud dan kepentingan karya misi. Misi merupakan hakekeat diri Gereja. Hakekat diri Gereja artinya hakekat diri setiap anggotanya. Karena misi itu penting maka ia ditopang oleh komponen-komponen yang memungkinkan ia berjalan mencapai tujuannya. Misi dilaksanakan oleh setiap orang dan dalam kebersamaan. Dalam menjalankan misi, diperlukan dana untuk pembiayaan misi itu. Keperluan ini tidak terhubung dengan upah seorang utusan yang ditakar dengan uang atau barang, melainkan apa yang diperlukan untuk hidup pelaku misi dan untuk penghidupan misi itu sendiri. Tulisan ini berlandas pada Surat Rasul Paulus kepada Jemaat Tesalonika, dengan pengantar dan perluasannya dari Kitab Kejadian dan Dokumen Konsili Vatikan II; diperkaya dengan ortopraksis kaum awam dan kalangan Hidup Bhakti. Kaum awam dipangil untuk menghidupi nilai-nilai Injili yaitu miskin, murni dan taat, sebagaimana kaum Hidup Bhakti dalam kaul-kaul yang diikrarkannya. Kaum Hidup Bhakti perlu mengalami pelurusan maksud keberperanannya sebagai tanda eskatologis bagi dunia. “Harta untuk pelayanan”, demikianlah prinsip hidup kaum Hidup Bhakti dalam pemilikan dan pengelolaan uang dan harta benda. “Tent-making” yang dikelola oleh kaum Hidup Bhakti dan konsekuensinya bagi nasehatnasehat Injili yang dikaulkannya, menjadi terjemahan pola hidup yang sama dengan kehidupan kaum awam pada umumnya. Talenta yang dimiliki, dilipatgandakan bagi kepentngan pembangunan komunitas, baik komunitas keluarga, komuitas biara, komunitas kerja, maupun komunitas masyarakat umum. Talenta satu, dua atau pun tiga, tidak membendakan seorang dari peran dan keterlibatan melainkan besarnya porsi tanggung jawab sesuai dengan anugerah yang diterimakan kepadanya. Tanggung jawab dan kualitas kerja menjadi syarat seorang boleh menerima hak untuk mengalami hak hidup berupa makanan, pakaian dan keamanan. Pernyataan Rasul Paulus, “Barangsiapa tidak bekerja, hendaklah ia tidak makan” (Tes 3: 10) yang menjadi dasar “Tent-making” bagi seluruh umat kristiani.
Title: “TENT-MAKING MISIONARY” SEBUAH IMPLIKASI MENYIKAPI TANDA ZAMAN
Description:
Artikel ini mengemukakan maksud dan kepentingan karya misi.
Misi merupakan hakekeat diri Gereja.
Hakekat diri Gereja artinya hakekat diri setiap anggotanya.
Karena misi itu penting maka ia ditopang oleh komponen-komponen yang memungkinkan ia berjalan mencapai tujuannya.
Misi dilaksanakan oleh setiap orang dan dalam kebersamaan.
Dalam menjalankan misi, diperlukan dana untuk pembiayaan misi itu.
Keperluan ini tidak terhubung dengan upah seorang utusan yang ditakar dengan uang atau barang, melainkan apa yang diperlukan untuk hidup pelaku misi dan untuk penghidupan misi itu sendiri.
Tulisan ini berlandas pada Surat Rasul Paulus kepada Jemaat Tesalonika, dengan pengantar dan perluasannya dari Kitab Kejadian dan Dokumen Konsili Vatikan II; diperkaya dengan ortopraksis kaum awam dan kalangan Hidup Bhakti.
Kaum awam dipangil untuk menghidupi nilai-nilai Injili yaitu miskin, murni dan taat, sebagaimana kaum Hidup Bhakti dalam kaul-kaul yang diikrarkannya.
Kaum Hidup Bhakti perlu mengalami pelurusan maksud keberperanannya sebagai tanda eskatologis bagi dunia.
“Harta untuk pelayanan”, demikianlah prinsip hidup kaum Hidup Bhakti dalam pemilikan dan pengelolaan uang dan harta benda.
“Tent-making” yang dikelola oleh kaum Hidup Bhakti dan konsekuensinya bagi nasehatnasehat Injili yang dikaulkannya, menjadi terjemahan pola hidup yang sama dengan kehidupan kaum awam pada umumnya.
Talenta yang dimiliki, dilipatgandakan bagi kepentngan pembangunan komunitas, baik komunitas keluarga, komuitas biara, komunitas kerja, maupun komunitas masyarakat umum.
Talenta satu, dua atau pun tiga, tidak membendakan seorang dari peran dan keterlibatan melainkan besarnya porsi tanggung jawab sesuai dengan anugerah yang diterimakan kepadanya.
Tanggung jawab dan kualitas kerja menjadi syarat seorang boleh menerima hak untuk mengalami hak hidup berupa makanan, pakaian dan keamanan.
Pernyataan Rasul Paulus, “Barangsiapa tidak bekerja, hendaklah ia tidak makan” (Tes 3: 10) yang menjadi dasar “Tent-making” bagi seluruh umat kristiani.
Related Results
Penggunaan Tanda Baca Oleh Umar, M. S. Dalam Tafsir Nur Al-Ihsan: Satu Penilaian
Penggunaan Tanda Baca Oleh Umar, M. S. Dalam Tafsir Nur Al-Ihsan: Satu Penilaian
Tafsir Nur al-Ihsan merupakan sebuah karya dalam bidang tafsir al-Quran yang ditulis oleh Umar, M. S. Karya ini melengkapi huraian dan tafsiran 30 juzuk al-Quran bermula surah al-F...
Ekosistem dalam Puisi Membaca Tanda-Tanda Karya Taufiq Ismail Sebuah Kajian Etis Ekokritik
Ekosistem dalam Puisi Membaca Tanda-Tanda Karya Taufiq Ismail Sebuah Kajian Etis Ekokritik
<p><em>Abstrak</em> - <strong>Kerusakan lingkungan merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan. Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena keseimbangan...
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Logo Nahdlatul Ulama’
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Logo Nahdlatul Ulama’
Penelitian ini merupakan kajian semiotik yang mempelajari hakikat tentang keberadaan suatu tanda, dimana persepsi dan pandangan tentang realitas, dikonstruksikan oleh kata-kata dan...
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
Zaman nedir, neye göre belirlenir ve nasıl algılanır? Bu konuda pek çok filozof görüşünü ortaya koyar. Platon ve onun öğrencisi olan Aristoteles zaman olgusuna yönelik düşüncelerin...
Model Pengendalian Internal Implementasi Tanda Tangan Elektronik pada Sistem Pemerintahan Daerah
Model Pengendalian Internal Implementasi Tanda Tangan Elektronik pada Sistem Pemerintahan Daerah
Layanan tanda tangan elektronik telah menimbulkan berbagai masalah dalam lingkup pemerintahan daerah. Teknologi otentikasi keamanan perlu dimanfaatkan untuk menciptakan layanan yan...
Pengenalan Tanda Tangan Menggunakan Algoritma Single Layer Perceptron
Pengenalan Tanda Tangan Menggunakan Algoritma Single Layer Perceptron
Tanda tangan adalah sebuah tulisan tangan yang digunakan untuk mengesahkan sebuah dokumen atau surat Keterdapatan tanda tangan dalam sebuah dokumen mengartikan bahwa pihak yang men...
Tanda-Tanda Perundungan dalam Film “Are You Okay?”
Tanda-Tanda Perundungan dalam Film “Are You Okay?”
A film is a moving image or so-called audio-visual media. Film can be used as a medium for conveying messages, and films currently act as a popular medium for conveying messages ve...
Edukasi Pada Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan
Edukasi Pada Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan
Menurut Kemenkes tanda bahaya kehamilan adalah tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan. Menurut WHO angka kematian ibu (AKI) yaitu 211 per ...

