Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TRADISI PRASAH DI SIDIGEDE WELAHAN JEPARA DALAM PERSPEKTIF ‘URF

View through CrossRef
the Prasah tradition in marriage in Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency and to understand the implementation of the Prasah tradition in the 'urf review in Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency. This research uses a normative-sociological approach, qualitative research and deductive analysis methods. The data collection methods used were interviews, observation, and documentation. The results of this study state that, first, the Prasah tradition in Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency which is preserved as a tradition that leads to a gift of a buffalo to the prospective bride. The word prasah comes from the Javanese resigned language which means surrendered, approved. To make it easier to pronounce, the word surrender is changed to prasah. However, over time there was a difference of opinion among the people of Sidigede Village who said that prasah was a dowry and an ordinary gift. Second, the prasah tradition is an utterance or agreement and is not contained in the Qur'an, sunnah, ijmak, and qiyas, so the researcher categorizes that prasah is included in the 'urf category, namely al-'urf al-sahih. Prasah is also included in the category of al-'urf al-'amali because prasah is a habit in the form of actions carried out by the people of Sidigede Village. And prasah is also categorized into al-'urf al-khas because prasah is devoted to the people of Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang tradisi Prasah dalam perkawinan di desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara dan untuk memahami pelaksanaan tradisi Prasah dalam tinjauan ‘urf di Desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif- sosiologis, jenis penelitian kualitatif dan metode analisis deduktif. Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa, pertama, tradisi Prasah di Desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara yang dilestarikan sebagai suatu tradisi yang mengarah pada suatu pemberian seekor kerbau kepada calon mempelai wanita. Kata prasah berasal dari bahasa jawa pasrah yang artinya diserahkan, disahkan. Supaya lebih mudah dilafalkan maka kata pasrah diubah menjadi prasah. Namun, seiring berjalanya waktu terjadi perbedaan pendapat masyarakat Desa Sidigede yang mengatakan bahwa prasah merupakan sebuah mahar dan pemberian biasa. Kedua, tradisi prasah merupakan suatu ucapan atau kesepakatan dan tidak ada
Centre for Research and Community Development - Islamic University of Nahdlatul Ulama Jepara
Title: TRADISI PRASAH DI SIDIGEDE WELAHAN JEPARA DALAM PERSPEKTIF ‘URF
Description:
the Prasah tradition in marriage in Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency and to understand the implementation of the Prasah tradition in the 'urf review in Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency.
This research uses a normative-sociological approach, qualitative research and deductive analysis methods.
The data collection methods used were interviews, observation, and documentation.
The results of this study state that, first, the Prasah tradition in Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency which is preserved as a tradition that leads to a gift of a buffalo to the prospective bride.
The word prasah comes from the Javanese resigned language which means surrendered, approved.
To make it easier to pronounce, the word surrender is changed to prasah.
However, over time there was a difference of opinion among the people of Sidigede Village who said that prasah was a dowry and an ordinary gift.
Second, the prasah tradition is an utterance or agreement and is not contained in the Qur'an, sunnah, ijmak, and qiyas, so the researcher categorizes that prasah is included in the 'urf category, namely al-'urf al-sahih.
Prasah is also included in the category of al-'urf al-'amali because prasah is a habit in the form of actions carried out by the people of Sidigede Village.
And prasah is also categorized into al-'urf al-khas because prasah is devoted to the people of Sidigede Village, Welahan District, Jepara Regency.
 Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang tradisi Prasah dalam perkawinan di desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara dan untuk memahami pelaksanaan tradisi Prasah dalam tinjauan ‘urf di Desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.
Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif- sosiologis, jenis penelitian kualitatif dan metode analisis deduktif.
Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa, pertama, tradisi Prasah di Desa Sidigede Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara yang dilestarikan sebagai suatu tradisi yang mengarah pada suatu pemberian seekor kerbau kepada calon mempelai wanita.
Kata prasah berasal dari bahasa jawa pasrah yang artinya diserahkan, disahkan.
Supaya lebih mudah dilafalkan maka kata pasrah diubah menjadi prasah.
Namun, seiring berjalanya waktu terjadi perbedaan pendapat masyarakat Desa Sidigede yang mengatakan bahwa prasah merupakan sebuah mahar dan pemberian biasa.
Kedua, tradisi prasah merupakan suatu ucapan atau kesepakatan dan tidak ada.

Related Results

Tradisi Prasah sebagai Perekat Solidaritas Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons di Desa Sidigede, Jepara
Tradisi Prasah sebagai Perekat Solidaritas Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons di Desa Sidigede, Jepara
Tradisi merupakan salah satu unsur penting dalam mempertahankan identitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Prasah di Des...
Tradisi Pataru Sere Sahatan dalam Perkawinan Adat Batak Angkola
Tradisi Pataru Sere Sahatan dalam Perkawinan Adat Batak Angkola
Tradisi Pataru Sere Sahatan merupakan salah satu rangkaian acara dalam pernikahan adat Batak Angkola. Tradisi ini memiliki makna yang sama dengan peminangan secara umum. Pelaksanaa...
MENGUBUR ARI-ARI DALAM PERSPEKTIF 'URF
MENGUBUR ARI-ARI DALAM PERSPEKTIF 'URF
Mengubur ari-ari telah menjadi tradisi secara turun-temurun dengan berbagai macam prosesi yang dilakukan.  Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti pa...
Tradisi Weton Pada Jual Beli Gerobak Di UD Kalimas Jati Perspektif Hukum Ekonomi Syariah
Tradisi Weton Pada Jual Beli Gerobak Di UD Kalimas Jati Perspektif Hukum Ekonomi Syariah
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, termasuk tradisi weton yang dipercaya oleh masyarakat Jawa. Seperti halnya tradisi weton yang digunakan oleh salah satu customer dalam mel...
Tradisi Pemberian Belehan Perspektif ‘Urf di Desa Megale Kedungadem Bojonegoro
Tradisi Pemberian Belehan Perspektif ‘Urf di Desa Megale Kedungadem Bojonegoro
Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap tradisi belehan di desa Megale Kedungadem Bojonegoro. Metode penulisan ini berupa deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekata...
Kelimpahan dan pola sebaran gastropoda di Pantai Blebak Jepara
Kelimpahan dan pola sebaran gastropoda di Pantai Blebak Jepara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kelimpahan dan pola sebaran gastropoda di Pantai Blebak Jepara. Penelitian ini berlokasi di Pantai Blebak, Desa Se...
Nilai Religi Dalam Tradisi Pesta Baratan Desa Kriyan Kabupaten Jepara
Nilai Religi Dalam Tradisi Pesta Baratan Desa Kriyan Kabupaten Jepara
Tradisi kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang kita di Indonesia ini banyak sekali. Terdapat juga sejarah – sejarah yang harus dikembangkan dan dilestarikan oleh generasi – g...

Back to Top