Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Waktu dan Temperatur Proses Elektroplating Terhadap Ketebalan dan Kekerasan Permukaan Baja ASTM A36
View through CrossRef
Elektroplating adalah sebuah teknologi pelapisan pada permukaan benda padat Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi pada industri pelapisan logam telah menjadi bidang pekerjaan yang mengalami kemajuan yang sangat pesat mulai dari jenis pelapisan, bahan pelapis yang digunakan, hingga hasil lapisanya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh ketebalan pelapisan spesimen baja ASTM A36 yang paling tinggi adalah spesimen 7 dengan nilai ketebalan sebesar 135,475 µm dengan waktu pencelupan selama 50 menit dan temperatur 60oC, sedangkan ketebalan lapisan yang paling rendah terjadi pada spesimen 3 dengan nilai ketebalan sebesar 54,048 µm dengan waktu pencelupan sebesar 20 menit dan temperatur sebesar 90oC. dari nilai ketebalan tersebut dapat disimpulkan bahwa temperatur yang tinggi tidak menentukan tingginya nilai ketebalan pelapisan melainkan lamanya waktu pencelupan. Pada pengujian kekerasan spesimen diperoleh nilai kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen 6 sebesar 450,03 HV pada temperature 90oC dengan waktu prncelupan 35 menit, sedangkan hasil pengujian kekerasan terendah berada pada spesimen 7 sebesar 248.10 HV pada temperatur 60oC dan waktu pencelupan 50 menit. Nilai kekerasan pada spesimen 7 yang ketebalannya paling tinggi namun memiliki nilai kekerasan lebih rendah diakibatkan bahan pelapis yaitu nikel lebih lunak dibandingkan baja ASTM A36 sehingga saat pembacaan pengujian kekerasan nilai yang terbaca merupakan bagian lapisannya. Keywords: Elektroplating, Ketebalan, Kekerasan, Pencelupan, Temperatur.
Politeknik Negeri Lhokseumawe
Title: Pengaruh Waktu dan Temperatur Proses Elektroplating Terhadap Ketebalan dan Kekerasan Permukaan Baja ASTM A36
Description:
Elektroplating adalah sebuah teknologi pelapisan pada permukaan benda padat Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi pada industri pelapisan logam telah menjadi bidang pekerjaan yang mengalami kemajuan yang sangat pesat mulai dari jenis pelapisan, bahan pelapis yang digunakan, hingga hasil lapisanya.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh ketebalan pelapisan spesimen baja ASTM A36 yang paling tinggi adalah spesimen 7 dengan nilai ketebalan sebesar 135,475 µm dengan waktu pencelupan selama 50 menit dan temperatur 60oC, sedangkan ketebalan lapisan yang paling rendah terjadi pada spesimen 3 dengan nilai ketebalan sebesar 54,048 µm dengan waktu pencelupan sebesar 20 menit dan temperatur sebesar 90oC.
dari nilai ketebalan tersebut dapat disimpulkan bahwa temperatur yang tinggi tidak menentukan tingginya nilai ketebalan pelapisan melainkan lamanya waktu pencelupan.
Pada pengujian kekerasan spesimen diperoleh nilai kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen 6 sebesar 450,03 HV pada temperature 90oC dengan waktu prncelupan 35 menit, sedangkan hasil pengujian kekerasan terendah berada pada spesimen 7 sebesar 248.
10 HV pada temperatur 60oC dan waktu pencelupan 50 menit.
Nilai kekerasan pada spesimen 7 yang ketebalannya paling tinggi namun memiliki nilai kekerasan lebih rendah diakibatkan bahan pelapis yaitu nikel lebih lunak dibandingkan baja ASTM A36 sehingga saat pembacaan pengujian kekerasan nilai yang terbaca merupakan bagian lapisannya.
Keywords: Elektroplating, Ketebalan, Kekerasan, Pencelupan, Temperatur.
Related Results
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA. Baja dan paduannya digunakan sebagai bahan struktur komponen reaktor nukli...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50. Aplikasi baja AISI 1045[1], [2]. banyak digunakan dalam bidang otomotif. seperti pembuatan...
PENGARUH VARIASI PENDINGINAN SETELAH PROSES CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN BAJA
PENGARUH VARIASI PENDINGINAN SETELAH PROSES CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN BAJA
Komponen mesin yang saling bersinggungan dalam pengoperasiannya secara terus menerus akan menyebabkan keausan. Komponen mesin seperti poros, crankshaft dan roda gigi selain memerlu...
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
Arus laut permukaan merupakan arus laut yang bergerak pada lapisan massa air permukaan. Beberapa faktor yang membangkitkan arus permukaan pada perairan sekitar pantai umumnya bersu...
STUDI AWAL SOLVENT DEBINDING FEEDSTOCK METAL INJECTION MOLDING FE2%NI
STUDI AWAL SOLVENT DEBINDING FEEDSTOCK METAL INJECTION MOLDING FE2%NI
Metal Injection Molding (MIM) merupakan proses manufaktur yang mempunyai 4 tahapan proses utama yaitu mixing, injection, debinding dan sintering. MIM telah banyak diterapkan diberb...

