Javascript must be enabled to continue!
STUDI AWAL SOLVENT DEBINDING FEEDSTOCK METAL INJECTION MOLDING FE2%NI
View through CrossRef
Metal Injection Molding (MIM) merupakan proses manufaktur yang mempunyai 4 tahapan proses utama yaitu mixing, injection, debinding dan sintering. MIM telah banyak diterapkan diberbagai bidang industri manufaktur seperti automotive, tool steel cutting, komponen elektronik, alat-alat kesehatan atau kedokteran, komponen senjata, fashion dan lain-lain. Proses Debinding merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam proses MIM, dengan berbagai keragamannya. Solvent debinding adalah cara memisahkan/ekstrasi atau menghilangkan polimer dari serbuk logam/ feedstock. Kelebihan dari solvent debinding ini adalah larutan yang digunakan dapat di daur ulang sehingga mengurangi biaya produksi produk MIM. Maka penelitian ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan memperkaya proses-proses debinding dengan berbagai larutan (solvent) kima. Studi awal solvent debinding pada feedstock Fe2%Ni hanya dibatasi untuk menhilangkan binder jenis paraffin wax, karena penggunaannya hampir di setiap feedstock MIM terdapat paraffin wax. Parafin Wax dilarutkan dan direndam dengan menggunakan ethanol, n-hexane, heptana dengan parameter waktu 2,3,4 jam dan temperatur 40,45,50°C untuk ethanol dan n-hexane, heptana dengan temperatur 50,55 dan 60°C. Kelarutan ethanol terhadap kehilangan berat sangat rendah, pada waktu 2 jam dan temperatur 40°C mempunyai kehilangan berat terendah 0,269% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 50°C dengan kehilangan berat 0,86%. Kelarutan n-hexane terhadap kehilangan berat, pada waktu 3 jam dan temperatur 40°C mempunyai kehilangan berat terendah 2,094% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 50°C dengan kehilangan berat 2,284%. Kelarutan heptana terhadap kehilangan berat tertinggi dibandingkan dengan ethannol dan n-hexane, pada waktu 3 jam dan temperatur 50°C mempunyai kehilangan berat terendah 1,703% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 60°C dengan kehilangan berat 4,884%. Kondisi feedstock yang sudah di debinding terlihat masih terdapat sisa-sisa binder selain paraffin wax, keragaman bentuk pada serbuk menjadikan kehomogenan pada feedstock.Kata kunci: Solvent Debinding, Ethanol,N-Hexane,Heptana
Title: STUDI AWAL SOLVENT DEBINDING FEEDSTOCK METAL INJECTION MOLDING FE2%NI
Description:
Metal Injection Molding (MIM) merupakan proses manufaktur yang mempunyai 4 tahapan proses utama yaitu mixing, injection, debinding dan sintering.
MIM telah banyak diterapkan diberbagai bidang industri manufaktur seperti automotive, tool steel cutting, komponen elektronik, alat-alat kesehatan atau kedokteran, komponen senjata, fashion dan lain-lain.
Proses Debinding merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam proses MIM, dengan berbagai keragamannya.
Solvent debinding adalah cara memisahkan/ekstrasi atau menghilangkan polimer dari serbuk logam/ feedstock.
Kelebihan dari solvent debinding ini adalah larutan yang digunakan dapat di daur ulang sehingga mengurangi biaya produksi produk MIM.
Maka penelitian ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan memperkaya proses-proses debinding dengan berbagai larutan (solvent) kima.
Studi awal solvent debinding pada feedstock Fe2%Ni hanya dibatasi untuk menhilangkan binder jenis paraffin wax, karena penggunaannya hampir di setiap feedstock MIM terdapat paraffin wax.
Parafin Wax dilarutkan dan direndam dengan menggunakan ethanol, n-hexane, heptana dengan parameter waktu 2,3,4 jam dan temperatur 40,45,50°C untuk ethanol dan n-hexane, heptana dengan temperatur 50,55 dan 60°C.
Kelarutan ethanol terhadap kehilangan berat sangat rendah, pada waktu 2 jam dan temperatur 40°C mempunyai kehilangan berat terendah 0,269% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 50°C dengan kehilangan berat 0,86%.
Kelarutan n-hexane terhadap kehilangan berat, pada waktu 3 jam dan temperatur 40°C mempunyai kehilangan berat terendah 2,094% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 50°C dengan kehilangan berat 2,284%.
Kelarutan heptana terhadap kehilangan berat tertinggi dibandingkan dengan ethannol dan n-hexane, pada waktu 3 jam dan temperatur 50°C mempunyai kehilangan berat terendah 1,703% dengan kehilangan berat tertinggi pada waktu 4 jam dan temperatur 60°C dengan kehilangan berat 4,884%.
Kondisi feedstock yang sudah di debinding terlihat masih terdapat sisa-sisa binder selain paraffin wax, keragaman bentuk pada serbuk menjadikan kehomogenan pada feedstock.
Kata kunci: Solvent Debinding, Ethanol,N-Hexane,Heptana.
Related Results
Overview of Key Zonal Water Injection Technologies in China
Overview of Key Zonal Water Injection Technologies in China
Abstract
Separated layer water injection is the important technology to realize the oilfield long-term high and stable yield. Through continuous researches and te...
STUDI AWAL PEMBUATAN FEEDSTOCK METAL INJECTION MOULDING MENGGUNAKAN TORQUE RHEOMETER
STUDI AWAL PEMBUATAN FEEDSTOCK METAL INJECTION MOULDING MENGGUNAKAN TORQUE RHEOMETER
AbstrakMeningkatnya kebutuhan masyarakat akan alat transportasi, telekomunikasi, peralatan kesehatan, dll akan berdampak pada kemampuan industri dalam melakukan produksi secara ef...
Cold Solvent Process For Heavy Oil Recovery
Cold Solvent Process For Heavy Oil Recovery
Abstract
A solvent process for heavy oil recovery is described in which an infill injection well is used to inject a cold solvent into neighboring steam chambers onc...
Effects of injection molding parameters on shrinkage and weight of plastic part produced by DMLS mold
Effects of injection molding parameters on shrinkage and weight of plastic part produced by DMLS mold
PurposeThe purpose of this paper is to present the results of an investigation into the effect of injection molding process parameters on the performance of direct metal laser sint...
Plastics Processing
Plastics Processing
AbstractProcessing of plastics comprises a variety of operations involving flow and shaping of polymer melts into finished articles. For thermoplastic resins the most common proces...
TREATMENT OF STABILIZED CUTTING OIL WASTEWATER BY FENTON PROCESS: EFFECT OF FENTON'S REAGENTS DOSAGE AND FEEDING MODE
TREATMENT OF STABILIZED CUTTING OIL WASTEWATER BY FENTON PROCESS: EFFECT OF FENTON'S REAGENTS DOSAGE AND FEEDING MODE
The objective of this research is to investigate the treatment of the stable cutting oil wastewater by Fenton process, an advanced oxidation used as a post-treatment process. Hydro...
Pore-Scale Observation of Solvent Based Foam During Heavy Oil Recovery
Pore-Scale Observation of Solvent Based Foam During Heavy Oil Recovery
Abstract
Aqueous based foam injection has gained interest for conventional oil recovery in recent times. Foam can control the mobility ratio and improve the sweep ef...
Diffusion Welding of Thick Components Fabricated by Inserted Powder Injection Molding*
Diffusion Welding of Thick Components Fabricated by Inserted Powder Injection Molding*
Abstract
Powder injection molding consisting of four stages – feedstock preparation, injection, debinding and sintering – is a unique technique to produce small and ...

