Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH VARIASI PENDINGINAN SETELAH PROSES CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN BAJA

View through CrossRef
Komponen mesin yang saling bersinggungan dalam pengoperasiannya secara terus menerus akan menyebabkan keausan. Komponen mesin seperti poros, crankshaft dan roda gigi selain memerlukan kekuatan dan keuletan yang tinggi juga memerlukan kekerasan yang tinggi. Untuk memperlambat keausan yang timbul di permukaan, dibutuhkan kekerasan permukaan yang tinggi. Proses karburasi (carburizing) adalah salah satu metode untuk meningkatkan kekerasan permukaan. Dalam penelitian ini baja dikarburasi, yaitu baja dipanaskan diatas suhu austenisasi dalam lingkungan karbon. Karburasi menggunakan arang tempurung kelapa dan Na2CO3 sebagai katalisnya dengan waktu penahanan 5 jam pada temperatur 950°C dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Pendinginan dilakukan dengan tiga variasi cara pendinginan, yaitu , direct quenching, single quenching, dan double quenching. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan mikro Vickers dan pengamatan struktur mikro. Hasil pengujian menunjukkan kekerasan  pada raw material sebesar 374,1 HV. Pendinginan dengan metode single quenching setelah carburizing menunjukkan nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 860,7 HV, naik sebesar 130% dari raw material, kekerasan dengan metode single quenching 704,9 HVdan double quenching 514,4 HV. Walaupun nilai kenaikan kekerasan double quenching paling rendah dibanding direct dan single quenching, namun butiran-butiran yang dihasilkan oleh metode ini lebih halus karena proses berganda yang memungkinkan perbaikan struktur. Penggunaan jenis metode pendinginan   dalam carburizing ini kita sesuaikan dengan sifat akhir material yang kita inginkan.  Kata kunci : carburizing, direct quenching, single quenching, double quenching, kekerasan
Title: PENGARUH VARIASI PENDINGINAN SETELAH PROSES CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN BAJA
Description:
Komponen mesin yang saling bersinggungan dalam pengoperasiannya secara terus menerus akan menyebabkan keausan.
Komponen mesin seperti poros, crankshaft dan roda gigi selain memerlukan kekuatan dan keuletan yang tinggi juga memerlukan kekerasan yang tinggi.
Untuk memperlambat keausan yang timbul di permukaan, dibutuhkan kekerasan permukaan yang tinggi.
Proses karburasi (carburizing) adalah salah satu metode untuk meningkatkan kekerasan permukaan.
Dalam penelitian ini baja dikarburasi, yaitu baja dipanaskan diatas suhu austenisasi dalam lingkungan karbon.
Karburasi menggunakan arang tempurung kelapa dan Na2CO3 sebagai katalisnya dengan waktu penahanan 5 jam pada temperatur 950°C dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Pendinginan dilakukan dengan tiga variasi cara pendinginan, yaitu , direct quenching, single quenching, dan double quenching.
Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan mikro Vickers dan pengamatan struktur mikro.
Hasil pengujian menunjukkan kekerasan  pada raw material sebesar 374,1 HV.
Pendinginan dengan metode single quenching setelah carburizing menunjukkan nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 860,7 HV, naik sebesar 130% dari raw material, kekerasan dengan metode single quenching 704,9 HVdan double quenching 514,4 HV.
Walaupun nilai kenaikan kekerasan double quenching paling rendah dibanding direct dan single quenching, namun butiran-butiran yang dihasilkan oleh metode ini lebih halus karena proses berganda yang memungkinkan perbaikan struktur.
Penggunaan jenis metode pendinginan   dalam carburizing ini kita sesuaikan dengan sifat akhir material yang kita inginkan.
 Kata kunci : carburizing, direct quenching, single quenching, double quenching, kekerasan.

Related Results

The analysis of carburizing with15, 30, 40,45,60 minutes holding time due to hardness and microstructure on ST 60 Steel
The analysis of carburizing with15, 30, 40,45,60 minutes holding time due to hardness and microstructure on ST 60 Steel
Penelitian kali ini menjelaskan tentang proses carburizing pada baja. Perumusan masalah tentang carburizing dengan variasi waktu tahan 15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit terhad...
Analisis Struktur Mikro pada Baja St 60 Hasil Perlakuan Hardening dengan Menggunakan Variasi Media Pendingin
Analisis Struktur Mikro pada Baja St 60 Hasil Perlakuan Hardening dengan Menggunakan Variasi Media Pendingin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur mikro baja ST 60 setelah perlakuan pengerasan (hardening) dengan menggunakan variasi media pendingin. Baja ST 60 dipilih karena...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang. Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dib...

Back to Top