Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH MEDIA PENDINGIN PADA BAJA EKSTRA KNL MELALUI PROSES HARDENING PADA SUHU 1020°C

View through CrossRef
Pada proses produksi  khususnya di proses pemesinan untuk membentuk sebuah produk perlu memahami material yang harus dibentuk. Dalam hal ini material yang dipakai yaitu Baja perkakas K110 KNL EXTRA (BOHLER) secara umum merupakan baja perkakas dengan karbon dan chromium tinggi, disertai dengan unsur paduan lain terutama molybdenum dan vanadium. Baja ini membutuhkan daya tahan aus yang tinggi, dengan ketangguhan yang sedang. Permasalahan yang terjadi pada saat proses pembentukan pengerolan dan proses pemesinan material ini akan cepat aus dan cacat, maka perlu dilakukan proses perlakuan Hardening  dengan suhu 1020°C dengan media pendinginan udara terhadap peningkatan nilai kekerasan baja KNL EXTRA”. Untuk mengetahui perubahan kekerasan sebelum dan sesudah di lakukan hardening di perlukan sebuah hardness test atau alat ukur kekerasan untuk mengetahui kekerasan yang di miliki oleh suatu bahan. Ada berbagai macam cara mengetahui tingkat kekerasan Salah satunya adalah dengan metode Rockwell. Bahan uji baja KNL EXTRA dengan diameter 230 cm dengan panjang 220 cm dilakukan empat titik yang berbeda sebelum di hardening rata rata HRB 92,4 kemudian di uji dengan perlaku hardening dengan suhu 1020°C dengan pendinginan udara selama 12 jam, 24 jam dan 48 jam hasil kekerasan sama perubahan tidak signifikan yaitu rata-rata HRC 61,4 sesuai dengan rentang skala pada metode pengujian rockwell 20-100 HRB merupakan baja lunak sedangkan 20 -77 HRC baja keras hal ini menandakan bahwa bahan yang lebih keras dari HRB 100. Baja ini juga di uji coba setelah dihardening dengan pendinginan oli  nilai kekerasannya meningkat rata-rata HRC 62,4
Title: PENGARUH MEDIA PENDINGIN PADA BAJA EKSTRA KNL MELALUI PROSES HARDENING PADA SUHU 1020°C
Description:
Pada proses produksi  khususnya di proses pemesinan untuk membentuk sebuah produk perlu memahami material yang harus dibentuk.
Dalam hal ini material yang dipakai yaitu Baja perkakas K110 KNL EXTRA (BOHLER) secara umum merupakan baja perkakas dengan karbon dan chromium tinggi, disertai dengan unsur paduan lain terutama molybdenum dan vanadium.
Baja ini membutuhkan daya tahan aus yang tinggi, dengan ketangguhan yang sedang.
Permasalahan yang terjadi pada saat proses pembentukan pengerolan dan proses pemesinan material ini akan cepat aus dan cacat, maka perlu dilakukan proses perlakuan Hardening  dengan suhu 1020°C dengan media pendinginan udara terhadap peningkatan nilai kekerasan baja KNL EXTRA”.
 Untuk mengetahui perubahan kekerasan sebelum dan sesudah di lakukan hardening di perlukan sebuah hardness test atau alat ukur kekerasan untuk mengetahui kekerasan yang di miliki oleh suatu bahan.
Ada berbagai macam cara mengetahui tingkat kekerasan Salah satunya adalah dengan metode Rockwell.
Bahan uji baja KNL EXTRA dengan diameter 230 cm dengan panjang 220 cm dilakukan empat titik yang berbeda sebelum di hardening rata rata HRB 92,4 kemudian di uji dengan perlaku hardening dengan suhu 1020°C dengan pendinginan udara selama 12 jam, 24 jam dan 48 jam hasil kekerasan sama perubahan tidak signifikan yaitu rata-rata HRC 61,4 sesuai dengan rentang skala pada metode pengujian rockwell 20-100 HRB merupakan baja lunak sedangkan 20 -77 HRC baja keras hal ini menandakan bahwa bahan yang lebih keras dari HRB 100.
Baja ini juga di uji coba setelah dihardening dengan pendinginan oli  nilai kekerasannya meningkat rata-rata HRC 62,4.

Related Results

Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50. Aplikasi baja AISI 1045[1], [2]. banyak digunakan dalam bidang otomotif. seperti pembuatan...
Mitotic chromosome condensation requires phosphorylation of the centromeric protein KNL-2 in C. elegans
Mitotic chromosome condensation requires phosphorylation of the centromeric protein KNL-2 in C. elegans
ABSTRACT Centromeres are chromosomal regions that serve as sites for kinetochore formation and microtubule attachment, processes that are essenti...
Penyelesaian Sengketa Melalui Ekstra Yudisial
Penyelesaian Sengketa Melalui Ekstra Yudisial
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum penyelesaian sengketa melalui lembaga ekstra yudisial serta alasan mengapa putusan yang dihasilkan oleh lembaga tersebut...
PENGARUH PROSES TERMOMEKANIK TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA K-110 KNL EXTRA
PENGARUH PROSES TERMOMEKANIK TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA K-110 KNL EXTRA
Proses termomekanik adalah teknik perlakuan logam yang didesain untuk meningkatkan sifat mekanis dengan proses deformasi plastis. Secara umum proses termomekanik terdiri dari prose...
Analisis Kerusakan Expansion Valve pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One
Analisis Kerusakan Expansion Valve pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One
A refrigerator cooling machine is an auxiliary machinery designed to generate a temperature that serves as a coolant for food ingredients. Among its components, the expansion valve...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...
Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik
Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik
Pengelasan merupakan penyatuan dua buah logam atau lebih untuk membentuk suatu sambungan dengan cara melalui proses pemanasan. Sambungan pengelasan pada material juga berpengaruh p...

Back to Top