Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik

View through CrossRef
Pengelasan merupakan penyatuan dua buah logam atau lebih untuk membentuk suatu sambungan dengan cara melalui proses pemanasan. Sambungan pengelasan pada material juga berpengaruh pada kekuatan mekanisnya disebabkan adanya perlakuan pemanasan. Perlakuan pendinginginan pada material juga mampu mempengaruhi kekuatan mekanisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin terhadap kekuatan tarik pasca pengelasan baja ST37. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dimana baja ST 37 dilakukan pengelasan kampuh V dengan jenis pengelasan zigzag. Pasca pengelasan dilakukan pendinginan dengan menggunakan media pendinginan udara dan pendinginan menggunakan oli. Setelah itu dilakukan pemotongan ASTM E-8M dan dilanjutkan pengujian tarik. hasil pengujian Tarik yang didapatkan dari masing-masing spesimen maka nilai rata-rata dari media pendingin udara adalah Tegangan maksimun 34,45 MPa dan Regangan 26,57%. Nilai rata-rata dari media pendingin oli adalah Tegangan maksimun 46,42 dan Regangan 28,47%. penggunaan media pendingin oli mempengaruhi kekuatan Tarik dari suatu bahan begitu signifikan dibandingkan media pendingin udara, hal disebabkan karena material tersebut mengalami tingkat kekerasan yang lebih tinggi sehingga kekuatan mekanisnya meningkat. Kata kunci : Baja ST37; Kampuh V; ASTM E-8M; Media pendingin; Pengujian Tarik
Title: Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik
Description:
Pengelasan merupakan penyatuan dua buah logam atau lebih untuk membentuk suatu sambungan dengan cara melalui proses pemanasan.
Sambungan pengelasan pada material juga berpengaruh pada kekuatan mekanisnya disebabkan adanya perlakuan pemanasan.
Perlakuan pendinginginan pada material juga mampu mempengaruhi kekuatan mekanisnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin terhadap kekuatan tarik pasca pengelasan baja ST37.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dimana baja ST 37 dilakukan pengelasan kampuh V dengan jenis pengelasan zigzag.
Pasca pengelasan dilakukan pendinginan dengan menggunakan media pendinginan udara dan pendinginan menggunakan oli.
Setelah itu dilakukan pemotongan ASTM E-8M dan dilanjutkan pengujian tarik.
hasil pengujian Tarik yang didapatkan dari masing-masing spesimen maka nilai rata-rata dari media pendingin udara adalah Tegangan maksimun 34,45 MPa dan Regangan 26,57%.
Nilai rata-rata dari media pendingin oli adalah Tegangan maksimun 46,42 dan Regangan 28,47%.
penggunaan media pendingin oli mempengaruhi kekuatan Tarik dari suatu bahan begitu signifikan dibandingkan media pendingin udara, hal disebabkan karena material tersebut mengalami tingkat kekerasan yang lebih tinggi sehingga kekuatan mekanisnya meningkat.
 Kata kunci : Baja ST37; Kampuh V; ASTM E-8M; Media pendingin; Pengujian Tarik.

Related Results

Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efe...
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Teknologi pengelasan tidak hanya digunakan untuk memproduksi tetapi berfungsi juga sebagai reparasi dari semua alat-alat yang terbuat dari logam. Pengelasan titik (spot welding) me...
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
Banyaknya komponen dalam industri manufaktur memerlukan penggunaan teknik pengelasan yang efektif dan efisien. Pengelasan gesekan adalah metode penyambungan benda padat di mana laj...
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
Hasil pengelasan yang baik merupakan tujuan utama dari proses pengelasan. Banyak terjadi hasil pengelasan yang kurang baik seperti cacat-cacat las, kekuatan yang dihasilkan kurang ...
ANALISIS DESAIN PROSES SISTEM PENDINGIN PADA REAKTOR RISET INOVATIF 50 MW
ANALISIS DESAIN PROSES SISTEM PENDINGIN PADA REAKTOR RISET INOVATIF 50 MW
Reaktor Riset Inovatif (RRI) merupakan jenis MTR (Material Testing Reactor) yang dipersiapkan ke depan sebagai desain reaktor baru. Daya RRI telah ditetapkan dari perhitungan neutr...
ANALISIS SIFAT MEKANIK PENGELASAN BIMETAL PLAT BAJA KARBON RENDAH DAN STAINLESS STEEL DENGAN LAS GTAW
ANALISIS SIFAT MEKANIK PENGELASAN BIMETAL PLAT BAJA KARBON RENDAH DAN STAINLESS STEEL DENGAN LAS GTAW
Bahan baja tahan karat (stainless steel) banyak digunakan dalam industri rumah tangga maupun industri militer, dan juga dalam industri nuklir. Bahan baja dibag...

Back to Top