Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
View through CrossRef
Banyaknya komponen dalam industri manufaktur memerlukan penggunaan teknik pengelasan yang efektif dan efisien. Pengelasan gesekan adalah metode penyambungan benda padat di mana laju rotasi satu benda kerja digabungkan dengan laju rotasi ujung benda kerja yang lain. Durasi gesekan, kecepatan rotasi, dan tekanan merupakan variabel penting dalam pengelasan gesekan karena mempengaruhi kualitas dan hasil proses. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja St.60. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan putar 2300 rpm, waktu gesekan 60 detik dan tekanan 70 Psi. Dengan memvariasikan pendingin. Setelah pengelasan gesekan, benda kerja dipadamkan dengan minyak pendingin, air garam, udara dan air. Untuk mengetahui sifat mekanik dari hasil pengelasan ini dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian tarik. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa variasi cairan pendingin mempengaruhi metode las gesekan. Hasil kekerasan tertinggi daerah sambungan sebesar 170 HB terdapat pada variasi fluida pendingin air asin, kekerasan terendah pada daerah sambungan sebesar 112,33 HB terdapat pada variasi fluida pendingin udara. Hasil kekuatan tarik tertinggi sebesar 517,82 N/mm² terdapat pada variasi pendingin air asin. sedangkan kekuatan tarik terendah sebesar 291,70 N/mm² terdapat pada variasi fluida pendingin air.
Many components in the manufacturing industry necessitate the use of effective and efficient welding techniques. Friction welding is a method of joining solid objects in which the rotation rate of one workpiece is combined with the rotation rate of the other end of the workpiece. Friction duration, rotational speed, and pressure are all critical variables in friction welding because they affect the quality and outcome of the process. The material used in this research is St.60 steel. The parameters used in this study are the rotational speed of 2300 rpm, the friction time of 60 seconds and the pressure of 70 Psi. By varying the coolant. After friction welding , the workpiece is quenched with coolant oil, salt water, air and water. To determine the mechanical properties of this welding result, this research is carried out by testing the hardness and tensile testing. From the results of this study, it is known that the variation of the coolant affects the friction welding method. The result of the highest hardness of the connection area of 170 HB is found in the variation of the salt water cooling fluid, the lowest hardness of the connection area of 112.33 HB is found in the variation of the air cooling fluid. The result of the highest tensile strength of 517.82 N/mm² was found in the variation of the salt water coolant. while the lowest tensile strength of 291.70 N/mm² was found in the variation of the water cooling fluid.
Universitas Buana Perjuangan Karawang
Title: ANALISIS SIFAT MEKANIS BAJA St.60 HASIL PENGELASAN FRICTION WELDING DENGAN VARIASI PENDINGIN
Description:
Banyaknya komponen dalam industri manufaktur memerlukan penggunaan teknik pengelasan yang efektif dan efisien.
Pengelasan gesekan adalah metode penyambungan benda padat di mana laju rotasi satu benda kerja digabungkan dengan laju rotasi ujung benda kerja yang lain.
Durasi gesekan, kecepatan rotasi, dan tekanan merupakan variabel penting dalam pengelasan gesekan karena mempengaruhi kualitas dan hasil proses.
Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja St.
60.
Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan putar 2300 rpm, waktu gesekan 60 detik dan tekanan 70 Psi.
Dengan memvariasikan pendingin.
Setelah pengelasan gesekan, benda kerja dipadamkan dengan minyak pendingin, air garam, udara dan air.
Untuk mengetahui sifat mekanik dari hasil pengelasan ini dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian tarik.
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa variasi cairan pendingin mempengaruhi metode las gesekan.
Hasil kekerasan tertinggi daerah sambungan sebesar 170 HB terdapat pada variasi fluida pendingin air asin, kekerasan terendah pada daerah sambungan sebesar 112,33 HB terdapat pada variasi fluida pendingin udara.
Hasil kekuatan tarik tertinggi sebesar 517,82 N/mm² terdapat pada variasi pendingin air asin.
sedangkan kekuatan tarik terendah sebesar 291,70 N/mm² terdapat pada variasi fluida pendingin air.
Many components in the manufacturing industry necessitate the use of effective and efficient welding techniques.
Friction welding is a method of joining solid objects in which the rotation rate of one workpiece is combined with the rotation rate of the other end of the workpiece.
Friction duration, rotational speed, and pressure are all critical variables in friction welding because they affect the quality and outcome of the process.
The material used in this research is St.
60 steel.
The parameters used in this study are the rotational speed of 2300 rpm, the friction time of 60 seconds and the pressure of 70 Psi.
By varying the coolant.
After friction welding , the workpiece is quenched with coolant oil, salt water, air and water.
To determine the mechanical properties of this welding result, this research is carried out by testing the hardness and tensile testing.
From the results of this study, it is known that the variation of the coolant affects the friction welding method.
The result of the highest hardness of the connection area of 170 HB is found in the variation of the salt water cooling fluid, the lowest hardness of the connection area of 112.
33 HB is found in the variation of the air cooling fluid.
The result of the highest tensile strength of 517.
82 N/mm² was found in the variation of the salt water coolant.
while the lowest tensile strength of 291.
70 N/mm² was found in the variation of the water cooling fluid.
Related Results
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50. Aplikasi baja AISI 1045[1], [2]. banyak digunakan dalam bidang otomotif. seperti pembuatan...
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efe...
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik
Pengaruh Media Pendingin Pasca Pengelasan Baja ST 37 Terhadap Kekuatan Tarik
Pengelasan merupakan penyatuan dua buah logam atau lebih untuk membentuk suatu sambungan dengan cara melalui proses pemanasan. Sambungan pengelasan pada material juga berpengaruh p...
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
Hasil pengelasan yang baik merupakan tujuan utama dari proses pengelasan. Banyak terjadi hasil pengelasan yang kurang baik seperti cacat-cacat las, kekuatan yang dihasilkan kurang ...
Pengaruh Kecepatan Rotasi Pahat dan Kecepatan Pengelasan terhadap Sifat Mekanis Hasil Pengelasan Friction Stir Logam Tak Sejenis Aluminium 5052 H3 dan Tembaga
Pengaruh Kecepatan Rotasi Pahat dan Kecepatan Pengelasan terhadap Sifat Mekanis Hasil Pengelasan Friction Stir Logam Tak Sejenis Aluminium 5052 H3 dan Tembaga
Tujuan penelitian ini meneliti pengaruh variasi kecepatan rotasi pahat dan kecepatan pengelasan, terhadap sifat mekanis pengelasan FSW AA 5052 H3 dengan tembaga. Pengelasan FSW dil...
Development of Fully Automated and Integrated ("Instamatic") Welding Systems for Marine Applications
Development of Fully Automated and Integrated ("Instamatic") Welding Systems for Marine Applications
ABSTRACT
A two-year research program was conducted at M.I.T. to develop fully automated and integrated welding systems. These systems package many actions involve...

