Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045

View through CrossRef
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50. Aplikasi baja AISI 1045[1], [2]. banyak digunakan dalam bidang otomotif. seperti pembuatan komponen roda gigi, poros dan bantalan pada berbagai kendaraan bermotor [3]–[5]. Baja tersebut sering mengalami gesekan dan tekanan sehingga membuat sifat ketahanan aus dan kekerasan dari baja tersebut berkurang[6]–[8]. Baja perlakuan panas bertujuan agar menghasilkan sifat-sifat logam yang sesuai dengan kebutuan dalam dunia otomotif[9], [10].heat treatment terdapat beberapa jenis metode yang digunakan salah satunya metode quenching[11]–[13]. proses quenching memerlukan media pendingin yang berfungsi sebagai media untuk membentuk perubahan sifat mekanik dari material[12], [14].sistem pengkodean nomenklatur yang dilakukan baja AISI 1045 merupakan baja karbon yang termasuk kedalam golongan baja karbon menengah[15], [16]. karbon menengah tentunya baja tersebut sering mengalami berbagai macam gesekan dan tekanan[17], [18]. pada baja hanya dapat dilakukan pada baja yang memiliki kandungan karbon diatas 0.03%[19], [20]. pemanasan baja pada suhu tertentu, dipertahankan pada waktu tertentu dan didinginkan pada media pendingin tertentu pula[21]–[24].penelitian terdahulu oleh Muas meneliti tentang tempering dengan variasi temperatur dan variasi media pendinginan pada baja AISI-1045[25]. hasil dari perlakuan pendinginan dengan menggunakan metode air dapat menyebabkan timbulnya tegangan[26], [27].pendingin minyak pelumas akan menimbulkan selaput karbon pada specimen tergantung dari besarnya viskositas pelumas[28]. viskositas oli sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik baja[29], [30]. Maka dari itu peneliti memilih menggunakan oli SAE-20 sebagai media quenching yang memiliki kekentalan yang rendah. Penelitian ini menggunakan materian AISI-1045 untuk mengetahui sifat mekanik dan sifat fisis melalui struktur mikro yang terjadi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti melakukan penelitian perlakuan panas baja AISI-1045 dengan metode queching bertingkat menggunakan media pendigin oli. Perpaduan media quenching ini diharapkan mampu memadukan karakter baja yang dihasilkan dari media pendingin oli yang ulet dan keras
Title: ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
Description:
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50.
Aplikasi baja AISI 1045[1], [2].
banyak digunakan dalam bidang otomotif.
seperti pembuatan komponen roda gigi, poros dan bantalan pada berbagai kendaraan bermotor [3]–[5].
Baja tersebut sering mengalami gesekan dan tekanan sehingga membuat sifat ketahanan aus dan kekerasan dari baja tersebut berkurang[6]–[8].
Baja perlakuan panas bertujuan agar menghasilkan sifat-sifat logam yang sesuai dengan kebutuan dalam dunia otomotif[9], [10].
heat treatment terdapat beberapa jenis metode yang digunakan salah satunya metode quenching[11]–[13].
proses quenching memerlukan media pendingin yang berfungsi sebagai media untuk membentuk perubahan sifat mekanik dari material[12], [14].
sistem pengkodean nomenklatur yang dilakukan baja AISI 1045 merupakan baja karbon yang termasuk kedalam golongan baja karbon menengah[15], [16].
karbon menengah tentunya baja tersebut sering mengalami berbagai macam gesekan dan tekanan[17], [18].
pada baja hanya dapat dilakukan pada baja yang memiliki kandungan karbon diatas 0.
03%[19], [20].
pemanasan baja pada suhu tertentu, dipertahankan pada waktu tertentu dan didinginkan pada media pendingin tertentu pula[21]–[24].
penelitian terdahulu oleh Muas meneliti tentang tempering dengan variasi temperatur dan variasi media pendinginan pada baja AISI-1045[25].
hasil dari perlakuan pendinginan dengan menggunakan metode air dapat menyebabkan timbulnya tegangan[26], [27].
pendingin minyak pelumas akan menimbulkan selaput karbon pada specimen tergantung dari besarnya viskositas pelumas[28].
viskositas oli sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik baja[29], [30].
Maka dari itu peneliti memilih menggunakan oli SAE-20 sebagai media quenching yang memiliki kekentalan yang rendah.
Penelitian ini menggunakan materian AISI-1045 untuk mengetahui sifat mekanik dan sifat fisis melalui struktur mikro yang terjadi.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti melakukan penelitian perlakuan panas baja AISI-1045 dengan metode queching bertingkat menggunakan media pendigin oli.
Perpaduan media quenching ini diharapkan mampu memadukan karakter baja yang dihasilkan dari media pendingin oli yang ulet dan keras.

Related Results

ANALISIS PENGARUH VISKOSITAS PELUMAS MULTI GRADE TERHADAP KARAKTER PELUMAS
ANALISIS PENGARUH VISKOSITAS PELUMAS MULTI GRADE TERHADAP KARAKTER PELUMAS
Kontak mekanik antara elemen mesin merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari. Metode untuk meminimalkan keausan akibat kontak adalah dengan cara memberikan pelumas pada siste...
Karakteristik Peningkatan Kemampuan Lelah AISI 1045 terhadap Proses Hardening
Karakteristik Peningkatan Kemampuan Lelah AISI 1045 terhadap Proses Hardening
Baja memiliki peran penting dalam industri di mana banyak desain komponen mesin menggunakan bahan ini. Sifat mekanis bahan cukup mampu melakukan berbagai aplikasi lapangan dalam be...
ANALISIS CONNECTING ROD SEPEDA MOTOR 150 CC MENGGUNAKAN MATERIAL BAJA AISI 1045
ANALISIS CONNECTING ROD SEPEDA MOTOR 150 CC MENGGUNAKAN MATERIAL BAJA AISI 1045
Sepeda motor dengan kapasitas 150 cc sering digunakan untuk balapan di Indonesia. Tekanan tinggi dan berulang yang diterima piston selama kompresi menimbulkan beban fatigue pada co...
ANALISIS PENGARUH VISCOSITAS PELUMAS TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR 150 CC
ANALISIS PENGARUH VISCOSITAS PELUMAS TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR 150 CC
Perlindungan komponen mesin sepeda motor dari keausan adalah dengan menggunakan pelumas. Selain melindungi komponen mesin dari keausan, pelumas juga berfungsi sebagai fluida pemind...
Comportamiento de la Resistencia al desgaste erosivo de recubrimientos de alúmina
Comportamiento de la Resistencia al desgaste erosivo de recubrimientos de alúmina
 En este artículo se presentan los resultados de la investigación relacionada con el comportamiento experimental de recubrimientos de alúmina, obtenidos a partir de partículas de t...
Baja AISI 1006: Efek Suhu Pemanasan Terhadap Sifat Mekanik Dan Strukturmikro
Baja AISI 1006: Efek Suhu Pemanasan Terhadap Sifat Mekanik Dan Strukturmikro
Penyelidikan sifat–sifat dari baja AISI 1006 menggunakan suhu pemanasan masih sangat menarik untuk  dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek suhu pemanasan dan...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015
Memperbaiki ketahanan korosi material dapat dilakukan dengan cara pelapisan logam. Tujuan utama electroplating adalah meningkatkan ketahanan korosi dan memperindah tampilan dengan ...

Back to Top