Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

LAPISAN ALAM SEMESTA: PERSPEKTIF KOSMOLOGI HINDU

View through CrossRef
Kosmologi Hindu menepatkan Tuhan sebagai sumber dari penciptaam dan peleburan. Dalam Kosmologi Hindu disebutkan bahwa alam ini tersusun dari Panca Tan Matra sebagai kualitasnya, Panca Maha Butha sebagai guna atau sifatnya. Panca Maha Butha meliputi seluruh alam semesta jagad raya ini dan alam semesta yang nyata ini dibentuk oleh unsur Panca Maha Butha. Alam kejiwaan meliputi berbagai lapis tingkatan alam semesta yang bersifat rohani atau niskala. Ada tujuh lapisan tingkatan alam disebut Sapta Loka. Sapta artinya tujuh dan loka artinya semesta. Ketujuh lapisan loka itu sebagai cetana dan acetana yakni: Bhur Loka, Bwah Loka, Swah Loka, Tapa Loka, Jana Loka, Maha Loka, dan Satya Loka. Selain itu terdapat juga tujuh lapisan alam bawah yang berada di bawah bumi ialah Sapta Patala yang terdiri atas Atala, Pataala, Rasataala, Mahataala, Talataala, Sutaala, Vitaala, dan Ataala. Bagian atas alam semesta terdiri atas tujuh lapisan. Tujuh lapisan tersebut dikenal dengan istilah Saptaloka (tujuh alam). Bhurloka adalah lapisan yang paling bawah yang didiami para butha dan raksasa; Bhuwahloka adalah lapisan alam di atasnya yang didiami oleh para manusia; tempat bumi berada. Swahloka atau Swargaloka atau surga adalah kediaman para dewa yang dipimpin oleh dewa Indra; Mahaloka adalah kediaman Resi Bhrigu; Janaloka adalah kediaman Sapta Resi; Tapaloka merupakan kediaman ras makhluk yang disebut Weragi; Satyaloka atau Brahmaloka merupakan kediaman penguasa satu alam semesta yakni dewa Brahma. Terdapat tujuh lapisan alam di bawahBhurloka yang dihuni oleh makhluk dengan unsur kasar. Sapta patala terdiri atas: Atala, Witala, Sutala, Talatala, Mahatala, Rasatala, dan Patala. Atalaidentik dengan mahamaya; Witala dipimpin oleh manifestasi Siwa yang disebut Hatakeswara; Sutala dipimpin oleh raksasa Bali; Talatala dipimpin oleh Maya; Mahatala kediaman ular raksasa; Rasatala dihuni para Detya dan Danawa; Patala dipimpin oleh Basuki, raja para naga. Planet-planet narakaatau neraka berada di Patala. Dengan demikian satu alam semesta menurut Weda terdiri atas 14 lapisan alam.
Perkumpulan Organisasi Profesi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dosen Hindu Indonesia (DHI)
Title: LAPISAN ALAM SEMESTA: PERSPEKTIF KOSMOLOGI HINDU
Description:
Kosmologi Hindu menepatkan Tuhan sebagai sumber dari penciptaam dan peleburan.
Dalam Kosmologi Hindu disebutkan bahwa alam ini tersusun dari Panca Tan Matra sebagai kualitasnya, Panca Maha Butha sebagai guna atau sifatnya.
Panca Maha Butha meliputi seluruh alam semesta jagad raya ini dan alam semesta yang nyata ini dibentuk oleh unsur Panca Maha Butha.
Alam kejiwaan meliputi berbagai lapis tingkatan alam semesta yang bersifat rohani atau niskala.
Ada tujuh lapisan tingkatan alam disebut Sapta Loka.
Sapta artinya tujuh dan loka artinya semesta.
Ketujuh lapisan loka itu sebagai cetana dan acetana yakni: Bhur Loka, Bwah Loka, Swah Loka, Tapa Loka, Jana Loka, Maha Loka, dan Satya Loka.
Selain itu terdapat juga tujuh lapisan alam bawah yang berada di bawah bumi ialah Sapta Patala yang terdiri atas Atala, Pataala, Rasataala, Mahataala, Talataala, Sutaala, Vitaala, dan Ataala.
Bagian atas alam semesta terdiri atas tujuh lapisan.
Tujuh lapisan tersebut dikenal dengan istilah Saptaloka (tujuh alam).
Bhurloka adalah lapisan yang paling bawah yang didiami para butha dan raksasa; Bhuwahloka adalah lapisan alam di atasnya yang didiami oleh para manusia; tempat bumi berada.
Swahloka atau Swargaloka atau surga adalah kediaman para dewa yang dipimpin oleh dewa Indra; Mahaloka adalah kediaman Resi Bhrigu; Janaloka adalah kediaman Sapta Resi; Tapaloka merupakan kediaman ras makhluk yang disebut Weragi; Satyaloka atau Brahmaloka merupakan kediaman penguasa satu alam semesta yakni dewa Brahma.
Terdapat tujuh lapisan alam di bawahBhurloka yang dihuni oleh makhluk dengan unsur kasar.
Sapta patala terdiri atas: Atala, Witala, Sutala, Talatala, Mahatala, Rasatala, dan Patala.
Atalaidentik dengan mahamaya; Witala dipimpin oleh manifestasi Siwa yang disebut Hatakeswara; Sutala dipimpin oleh raksasa Bali; Talatala dipimpin oleh Maya; Mahatala kediaman ular raksasa; Rasatala dihuni para Detya dan Danawa; Patala dipimpin oleh Basuki, raja para naga.
Planet-planet narakaatau neraka berada di Patala.
Dengan demikian satu alam semesta menurut Weda terdiri atas 14 lapisan alam.

Related Results

Kajian Ekologi Lingkungan Dalam Upacara Ngelukat Gumi
Kajian Ekologi Lingkungan Dalam Upacara Ngelukat Gumi
Ekologi dalam upacara Ngelukat Gumi memiliki arti penting dalam konteks permbersihan atau penyucian alam semesta yang melibatkan aspek Bhuana Agung(alam makrokosmos) dan Bhuana Ali...
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
The shortage of Hindu Religion Teachers is one of the main problems for the world of education. We hope that with the large number of Hindu religious colleges and graduates of the ...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran a...
Hukum Adat tentang Harta Perkawinan dalam Kosmologi Osing Banyuwangi
Hukum Adat tentang Harta Perkawinan dalam Kosmologi Osing Banyuwangi
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hukum adat tentang perkawinan dalam Kosmologi masyarakat Osing di Banyuwangi. Bagaimana hukum adat tentang perkawinan yang terkait dalam...
Penciptaan Alam Semesta dalam Visnu Purana
Penciptaan Alam Semesta dalam Visnu Purana
ABSTRAK  Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teologi Hindu dengan membahas persoalan pokok mengenai penciptaan alam semsesta, peran Dewa Visnu dan makna dari kisah-kisah yan...
Seksualitas: Media Pemuasan Hasrat (Perspektif Kosmologi Hindu)
Seksualitas: Media Pemuasan Hasrat (Perspektif Kosmologi Hindu)
Seksualitas adalah komponen identitas personal individu yang tidak terpisahkan dan berkembang dan semakin matang sepanjang kehidupan individu. Seksualitas tidak sama dengan seks. S...

Back to Top