Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUDAYA PERNIKAHAN MASYARAKAT KAJANG BULUKUMBA

View through CrossRef
Nilai-nilai pendidikan Islam berorientasi pada pembentukan individu yang religius, bermoral dan berbudaya. Nilai-nilai tersebut meliputi tiga nilai pokok, yaitu: nilai i’tiqadiyah, nilai ubudiyah, nilai khuluqiyah. Budaya sebagai salah satu aspek pendidikan juga memiliki nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu lingkungan masyarakat, yang telah mengakar pada kebiasaan, kepercayaan dan simbol-simbol sebagai acuan perilaku bagi suatu masyarakat. Kajang sebagai salahsatu suku dengan ciri khas dan keunikan budayanya menarik untuk dikaji terkait wujud nilai-nilai pendidikan Islam pada budaya pernikahan di masyarakat Kajang. Dalam pandangan masyarakat Kajang, pernikahan adalah sesuatu yang suci, yang sebisa mungkin hanya dilakukan sekali saja seumur hidup. Orang yang menikah dua kali atau lebih tanpa disebabkan oleh kematian salah satu pihak, baik pihak suami ataupun istri merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Budaya pernikahan masyarakat Kajang, tidak terlepas dari perpaduan atau keterkaitan budaya masyarakat pada umumnya di Sulawesi Selatan. Setiap rangkaian kegiatan pernikahan pada masyarakat Kajang sarat makna dan filosofi. Semua mengandung nilai doa dan harapan bagi pasangan yang akan menjalani kehidupan berumah tangga. Meski demikian terdapat beberapa kegiatan yang tidak sejalan dengan syariat Islam. Hal ini adalah dampak dari kepercayaan masyarakat Kajang yang mereka warisi sejak zaman dahulu dari nenek moyang secara turun temurun.  
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Title: NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUDAYA PERNIKAHAN MASYARAKAT KAJANG BULUKUMBA
Description:
Nilai-nilai pendidikan Islam berorientasi pada pembentukan individu yang religius, bermoral dan berbudaya.
Nilai-nilai tersebut meliputi tiga nilai pokok, yaitu: nilai i’tiqadiyah, nilai ubudiyah, nilai khuluqiyah.
Budaya sebagai salah satu aspek pendidikan juga memiliki nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu lingkungan masyarakat, yang telah mengakar pada kebiasaan, kepercayaan dan simbol-simbol sebagai acuan perilaku bagi suatu masyarakat.
Kajang sebagai salahsatu suku dengan ciri khas dan keunikan budayanya menarik untuk dikaji terkait wujud nilai-nilai pendidikan Islam pada budaya pernikahan di masyarakat Kajang.
Dalam pandangan masyarakat Kajang, pernikahan adalah sesuatu yang suci, yang sebisa mungkin hanya dilakukan sekali saja seumur hidup.
Orang yang menikah dua kali atau lebih tanpa disebabkan oleh kematian salah satu pihak, baik pihak suami ataupun istri merupakan perbuatan yang tidak terpuji.
Budaya pernikahan masyarakat Kajang, tidak terlepas dari perpaduan atau keterkaitan budaya masyarakat pada umumnya di Sulawesi Selatan.
Setiap rangkaian kegiatan pernikahan pada masyarakat Kajang sarat makna dan filosofi.
Semua mengandung nilai doa dan harapan bagi pasangan yang akan menjalani kehidupan berumah tangga.
Meski demikian terdapat beberapa kegiatan yang tidak sejalan dengan syariat Islam.
Hal ini adalah dampak dari kepercayaan masyarakat Kajang yang mereka warisi sejak zaman dahulu dari nenek moyang secara turun temurun.
 .

Related Results

Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengamati gambaran kehidupan social ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar, Daerah Galesong di Kabupaten Gowa dan Takalar serta Bira, Tan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pola Permukiman Tradisional Kajang
Pola Permukiman Tradisional Kajang
One of traditional settlements in Indonesia is located in the residential area of Kajang, Bulukumba, South Sulawesi Province. Settlement community in Kajang is classified into two ...
Peran Budaya Dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Kecamatan Kajang
Peran Budaya Dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Kecamatan Kajang
Penelitian bertujuan mengkaji peran budaya dalam perkembangan pendidikan Islam di Kecamatan Kajang, mengetahui hubungan budaya dengan perkembangan Pendidikan Islam di Kecamatan Kaj...
KONSTRUKSI IDENTITAS VIRTUAL DAN PRAKTIK KOMUNIKASI ORANG KAJANG DI MEDIA SOSIAL
KONSTRUKSI IDENTITAS VIRTUAL DAN PRAKTIK KOMUNIKASI ORANG KAJANG DI MEDIA SOSIAL
Bagi masyarakat Kajang yang memiliki kebanggaan sekaligus inferioritas atas budayanya media sosial merupakan ranah baru yang dapat mewujudkan identitas baru bagi mereka. Penelitian...
Da’wah Strategy Through Halal Tourism
Da’wah Strategy Through Halal Tourism
This article focuses on the da’wah strategy of the Bulukumba Tourism, Youth, and Sports Office in developing halal tourism in Bulukumba, which is directed at the issue of the conce...
Metafora “Pasang Ri Kajang” Sebagai Perwujudan Budaya Lokal Masyarakat Kajang
Metafora “Pasang Ri Kajang” Sebagai Perwujudan Budaya Lokal Masyarakat Kajang
The purpose of this study is to describe the types of metaphors, namely, anthropomorphic, animalistic, and synesthetic as well as the meaning in the text of the ri Kajang tide as t...
Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandung Kulon terhadap Pencegahan Pernikahan di bawah Umur
Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandung Kulon terhadap Pencegahan Pernikahan di bawah Umur
Abstrak. Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum, di berbagai bidang terutama dalam Pernikahan yang mayoritas di Indonesia masyarakatnya menganut agama Islam, maka pemerinta...

Back to Top