Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengamati gambaran kehidupan social ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar, Daerah Galesong di Kabupaten Gowa dan Takalar serta Bira, Tana Beru dan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan melakukan kunjungan lapangan (field work) dan wawancara. Benteng Somba Opu adalah peninggalan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo di Kabupaten Gowa dan Benteng Fort Rotterdam atau Ujung Pandang sering juga disebut Benteng Pannyua berada di Kota Makassar, sementara di Balla Lompoa masih bisa ditemui benda-benda peninggalan sejarah atau pusaka Kerajaan ini jaman dulu. Galesong adalah daerah yang secara administrasi tergabung dalam Kabupaten Gowa dan Takalar, penduduknya bermata pencaharian petani dan nelayan dan menjadi salah satu penyuplai bahan pangan di Kota Makassar dari jaman dulu sampai sekarang serta menggunakan bahasa Makassar dalam berkomunikasi sehari-hari. Penduduk Bira, Ara dan Tana Baru serta Kajang menggunakan Bahasa Konjo, sub bahasa dari Makassar dengan pekerjaan utama melaut dan membuat serta melayarkan perahu pada penduduk Bira, Ara dan Tana Beru. Penduduk Kajang terdiri dari Kajang Dalam dan Luar dimana Kajang dalam masih mempertahankan aturan adat yang diketuai oleh Ammatoa dibantu oleh beberapa tetua adat dengan bekerja sesuai dengan aturan adat, sementara Kajang Luar sudah beradaptasi dengan perubahan. Pekerjaan mereka umumnya bertani dan menjadi nelayan. Kata Kunci : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Sosial Ekonomi Abstract The purpose of this research are to observe description of social economic of coastal community in Makassar Manucipality, Galesong Region in Gowa District and Takalar District and also Bira, Tana Beru and Kajang in Bulukumba District. Research method using at this research is research method description with collecting data through field work and interviews. Somba Opu Bastiong is inheritancing history of Gowa-Tallo Empire at the Gowa District while Fort Rotterdam or Ujung Pandang and also called Pannyua Bastiong is locating at Makassar Manucipality. Balla Lompoa or Called Home Bigger is found history inheritance of this empower since several centuries ago. Galesong is region as an administrative including to Gowa District and Takalar district which its inhabitants are working as a farmer and fishermen whom they are supplying food to Makassar from former times to present and using Makassarese to communicate daily. Bira, Ara, Tana Beru and also Kajang use Konjo, sub language of Makassarese to communicate as a working go to the see and building or shilling ship. Kajang inhabitants consisted of In Kajang and off Kajang whom In Kajang was still using custom and traditions rules of it who leader an ammatoa namely. He assisted several the oldest person customs and traditions who worked according its rules while Off Kajang have been changing of adaptation. They worked as a farmer and fishermen generally. Key Word : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Social Economy
Title: Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
Description:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengamati gambaran kehidupan social ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar, Daerah Galesong di Kabupaten Gowa dan Takalar serta Bira, Tana Beru dan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan melakukan kunjungan lapangan (field work) dan wawancara.
Benteng Somba Opu adalah peninggalan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo di Kabupaten Gowa dan Benteng Fort Rotterdam atau Ujung Pandang sering juga disebut Benteng Pannyua berada di Kota Makassar, sementara di Balla Lompoa masih bisa ditemui benda-benda peninggalan sejarah atau pusaka Kerajaan ini jaman dulu.
Galesong adalah daerah yang secara administrasi tergabung dalam Kabupaten Gowa dan Takalar, penduduknya bermata pencaharian petani dan nelayan dan menjadi salah satu penyuplai bahan pangan di Kota Makassar dari jaman dulu sampai sekarang serta menggunakan bahasa Makassar dalam berkomunikasi sehari-hari.
Penduduk Bira, Ara dan Tana Baru serta Kajang menggunakan Bahasa Konjo, sub bahasa dari Makassar dengan pekerjaan utama melaut dan membuat serta melayarkan perahu pada penduduk Bira, Ara dan Tana Beru.
Penduduk Kajang terdiri dari Kajang Dalam dan Luar dimana Kajang dalam masih mempertahankan aturan adat yang diketuai oleh Ammatoa dibantu oleh beberapa tetua adat dengan bekerja sesuai dengan aturan adat, sementara Kajang Luar sudah beradaptasi dengan perubahan.
Pekerjaan mereka umumnya bertani dan menjadi nelayan.
Kata Kunci : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Sosial Ekonomi Abstract The purpose of this research are to observe description of social economic of coastal community in Makassar Manucipality, Galesong Region in Gowa District and Takalar District and also Bira, Tana Beru and Kajang in Bulukumba District.
Research method using at this research is research method description with collecting data through field work and interviews.
Somba Opu Bastiong is inheritancing history of Gowa-Tallo Empire at the Gowa District while Fort Rotterdam or Ujung Pandang and also called Pannyua Bastiong is locating at Makassar Manucipality.
Balla Lompoa or Called Home Bigger is found history inheritance of this empower since several centuries ago.
Galesong is region as an administrative including to Gowa District and Takalar district which its inhabitants are working as a farmer and fishermen whom they are supplying food to Makassar from former times to present and using Makassarese to communicate daily.
Bira, Ara, Tana Beru and also Kajang use Konjo, sub language of Makassarese to communicate as a working go to the see and building or shilling ship.
Kajang inhabitants consisted of In Kajang and off Kajang whom In Kajang was still using custom and traditions rules of it who leader an ammatoa namely.
He assisted several the oldest person customs and traditions who worked according its rules while Off Kajang have been changing of adaptation.
They worked as a farmer and fishermen generally.
Key Word : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Social Economy .
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENURUNAN KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA
ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENURUNAN KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan daerah yang diukur dengan Belanja Modal, upaya fiskal, tingkat derajat desentralisasi fiskal dan kem...
ANALISIS DETERMINASI KINERJA ANGGARAN PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN
ANALISIS DETERMINASI KINERJA ANGGARAN PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan anggaran terhadap kinerja penyerapan anggaran pada Dinas...
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SULAWESI SELATAN PADA MASA GERAKAN ABDUL QAHAR MUDZAKKAR
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SULAWESI SELATAN PADA MASA GERAKAN ABDUL QAHAR MUDZAKKAR
Sulawesi Selatan memiliki peranan tersendiri dalam sejarah nasional Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa kerajaan Gowa merupakan kerajaan besar yang terdapat di Sulawesi Selatan yan...
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SULAWESI SELATAN PADA MASA GERAKAN ABDUL QAHAR MUDZAKKAR
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SULAWESI SELATAN PADA MASA GERAKAN ABDUL QAHAR MUDZAKKAR
Sulawesi Selatan memiliki peranan tersendiri dalam sejarah nasional Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa kerajaan Gowa merupakan kerajaan besar yang terdapat di Sulawesi Selatan yan...
Pelaksanaan Sistem Pembinaan Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Painan Kabupaten Pesisir Selatan
Pelaksanaan Sistem Pembinaan Narapidana pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Painan Kabupaten Pesisir Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem pembinaan narapidana pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Painan Kabupaten Pesisir Selatan, kendala yang terjadi dalam ...
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI PESISIR SELATAN
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI PESISIR SELATAN
Penelitian ini betujuan untuk menganalisis dan menentukan: 1) Indikator mana yang paling dominan dari variabel pelatihan, pengalaman kerja, kinerja pada pegawai Dinas Kependudukan ...
Rabab Pasisia sebagai Pertunjukan Seni Tutur di Kabupaten Pesisir Selatan
Rabab Pasisia sebagai Pertunjukan Seni Tutur di Kabupaten Pesisir Selatan
Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa keberlangsungan dan perubahan pada pertunjukan Rabab Pesisir Selatan, terutama sekali di wilayah Lengayang telah meluas menjadi suatu b...

