Javascript must be enabled to continue!
KONSTRUKSI IDENTITAS VIRTUAL DAN PRAKTIK KOMUNIKASI ORANG KAJANG DI MEDIA SOSIAL
View through CrossRef
Bagi masyarakat Kajang yang memiliki kebanggaan sekaligus inferioritas atas budayanya media sosial merupakan ranah baru yang dapat mewujudkan identitas baru bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengaganalisis konstruksi identitas dan praktek komunikasi masyarakat Kajang di Media sosial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kulitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dengan informan dalam penelitian ini dan didukung dengan pengamatan pada 5 media sosial masyarakat Kajang. Teknik penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Metode analsisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis teori semiotika Charles Sanders Pierce dengan mengacu pada pendekatan Crasswel. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kontruksi identitas yang dilakukan oleh masyarakat kajang di Media dengan Analisis semiotika Pierce, yaitu: tanda (sign), objek (object) dan penafsiran (interpretant) untuk mencari hubungan diantaranya. Identitas Masyarakat Kajang dalam praktik komunikasi melalui media sosial menunjukan sign bahwa akun instagram @kajang_tambalaya terlihat beberapa postingan mengunakan pakaian warna hitam. Pada gambar tersebut tersirat makna bahwa pakaian hitam memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat Kajang, Adapun identitas masyarakat dalam akun tersebut yaitu postingan yang bernuansa warna hitam dalam setiap kegiatan yang sebagaimana memiliki arti kesakralan bagi masyarakat Ammatoa, Kajang. Orientasi identitas virtual budaya Kajang di media sosial terlihat akun facebook Andi Jamal Karaeng Appo postingan beberapa gambar dengan caption salam satu rumpun dari kajang postingan tersebut terlihat membangun konstelasi kesukuan yang kuat.
Title: KONSTRUKSI IDENTITAS VIRTUAL DAN PRAKTIK KOMUNIKASI ORANG KAJANG DI MEDIA SOSIAL
Description:
Bagi masyarakat Kajang yang memiliki kebanggaan sekaligus inferioritas atas budayanya media sosial merupakan ranah baru yang dapat mewujudkan identitas baru bagi mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengaganalisis konstruksi identitas dan praktek komunikasi masyarakat Kajang di Media sosial.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kulitatif.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara dengan informan dalam penelitian ini dan didukung dengan pengamatan pada 5 media sosial masyarakat Kajang.
Teknik penentuan informan dengan teknik purposive sampling.
Metode analsisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis teori semiotika Charles Sanders Pierce dengan mengacu pada pendekatan Crasswel.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kontruksi identitas yang dilakukan oleh masyarakat kajang di Media dengan Analisis semiotika Pierce, yaitu: tanda (sign), objek (object) dan penafsiran (interpretant) untuk mencari hubungan diantaranya.
Identitas Masyarakat Kajang dalam praktik komunikasi melalui media sosial menunjukan sign bahwa akun instagram @kajang_tambalaya terlihat beberapa postingan mengunakan pakaian warna hitam.
Pada gambar tersebut tersirat makna bahwa pakaian hitam memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat Kajang, Adapun identitas masyarakat dalam akun tersebut yaitu postingan yang bernuansa warna hitam dalam setiap kegiatan yang sebagaimana memiliki arti kesakralan bagi masyarakat Ammatoa, Kajang.
Orientasi identitas virtual budaya Kajang di media sosial terlihat akun facebook Andi Jamal Karaeng Appo postingan beberapa gambar dengan caption salam satu rumpun dari kajang postingan tersebut terlihat membangun konstelasi kesukuan yang kuat.
Related Results
Pola Permukiman Tradisional Kajang
Pola Permukiman Tradisional Kajang
One of traditional settlements in Indonesia is located in the residential area of Kajang, Bulukumba, South Sulawesi Province. Settlement community in Kajang is classified into two ...
Peran Budaya Dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Kecamatan Kajang
Peran Budaya Dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Kecamatan Kajang
Penelitian bertujuan mengkaji peran budaya dalam perkembangan pendidikan Islam di Kecamatan Kajang, mengetahui hubungan budaya dengan perkembangan Pendidikan Islam di Kecamatan Kaj...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Metafora “Pasang Ri Kajang” Sebagai Perwujudan Budaya Lokal Masyarakat Kajang
Metafora “Pasang Ri Kajang” Sebagai Perwujudan Budaya Lokal Masyarakat Kajang
The purpose of this study is to describe the types of metaphors, namely, anthropomorphic, animalistic, and synesthetic as well as the meaning in the text of the ri Kajang tide as t...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
Identitas Dakwah Perempuan dengan Techno-Religion
Identitas Dakwah Perempuan dengan Techno-Religion
Persoalan yang menjadi fokus dalam tulisan ini adalah, fenomena pembentukan identitas yang dibangun melalui dakwah yang disampaikan perempuan di media sosial, seperti Komunitas Ng...
Manajemen Komunikasi Event Organizer Virtual
Manajemen Komunikasi Event Organizer Virtual
Abstact. This research is motivated by the continuity of event organizers in holding shows that cannot be done properly due to pandemic conditions and as a result they choose to be...

