Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KEBUTUHAN PETUGAS REKAM MEDIS PASCA IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MENGGUNAKAN METODE ABK-KES DI RSUD TOTO KABILA TAHUN 2025

View through CrossRef
Latar Belakang: Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes) merupakan pendekatan standar yang digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja aktual di setiap unit fungsional. Pasca implementasi sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Toto Kabila, ditemukan beberapa disparitas dalam distribusi beban kerja, dengan beberapa staf, terutama di unit analisis, ditugaskan secara tumpang tindih. Kondisi ini menyebabkan inefisiensi dan ketidakseimbangan dalam penempatan sumber daya manusia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah ideal tenaga rekam medis yang dibutuhkan pasca implementasi sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Toto Kabila pada tahun 2025 dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes), guna memastikan distribusi sumber daya manusia yang optimal dan efisiensi beban kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Seluruh petugas rekam medis di RSUD Toto Kabila diikutsertakan secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, penghitungan waktu stopwatch, dan telaah dokumen. Metode ABK-Kes diterapkan untuk menghitung volume beban kerja, waktu kerja efektif, dan waktu baku per tugas di setiap unit. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan staf yang ideal meliputi 3 petugas di bagian registrasi rawat jalan, 2 di bagian registrasi rawat inap/IGD, 4 di bagian analisis, 5 di bagian pengkodean, 2 di bagian pengarsipan, dan 1 di bagian pelaporan. Kekurangan staf teridentifikasi di unit registrasi dan analisis rawat inap, sementara unit lain memenuhi atau bahkan melampaui kebutuhan. Ditemukan ketidakseimbangan dalam distribusi tugas, terutama dalam kasus di mana satu petugas menjalankan tugas di beberapa unit. Kesimpulan: Implementasi sistem EMR telah menciptakan perubahan dalam distribusi beban kerja di antara petugas rekam medis. Metode ABK-Kes menyediakan dasar terstruktur untuk mengevaluasi kebutuhan staf. Evaluasi berkala dan perencanaan tenaga kerja yang strategis diperlukan untuk memastikan beban kerja yang seimbang dan peningkatan akurasi data dalam manajemen EMR.
Title: ANALISIS KEBUTUHAN PETUGAS REKAM MEDIS PASCA IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MENGGUNAKAN METODE ABK-KES DI RSUD TOTO KABILA TAHUN 2025
Description:
Latar Belakang: Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes) merupakan pendekatan standar yang digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja aktual di setiap unit fungsional.
Pasca implementasi sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Toto Kabila, ditemukan beberapa disparitas dalam distribusi beban kerja, dengan beberapa staf, terutama di unit analisis, ditugaskan secara tumpang tindih.
Kondisi ini menyebabkan inefisiensi dan ketidakseimbangan dalam penempatan sumber daya manusia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah ideal tenaga rekam medis yang dibutuhkan pasca implementasi sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Toto Kabila pada tahun 2025 dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes), guna memastikan distribusi sumber daya manusia yang optimal dan efisiensi beban kerja.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif.
Seluruh petugas rekam medis di RSUD Toto Kabila diikutsertakan secara total sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, penghitungan waktu stopwatch, dan telaah dokumen.
Metode ABK-Kes diterapkan untuk menghitung volume beban kerja, waktu kerja efektif, dan waktu baku per tugas di setiap unit.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan staf yang ideal meliputi 3 petugas di bagian registrasi rawat jalan, 2 di bagian registrasi rawat inap/IGD, 4 di bagian analisis, 5 di bagian pengkodean, 2 di bagian pengarsipan, dan 1 di bagian pelaporan.
Kekurangan staf teridentifikasi di unit registrasi dan analisis rawat inap, sementara unit lain memenuhi atau bahkan melampaui kebutuhan.
Ditemukan ketidakseimbangan dalam distribusi tugas, terutama dalam kasus di mana satu petugas menjalankan tugas di beberapa unit.
Kesimpulan: Implementasi sistem EMR telah menciptakan perubahan dalam distribusi beban kerja di antara petugas rekam medis.
Metode ABK-Kes menyediakan dasar terstruktur untuk mengevaluasi kebutuhan staf.
Evaluasi berkala dan perencanaan tenaga kerja yang strategis diperlukan untuk memastikan beban kerja yang seimbang dan peningkatan akurasi data dalam manajemen EMR.

Related Results

Pelaksanaan Retensi Dan Migrasi Data Dalam Upaya Mendukung Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Hermina Serpong
Pelaksanaan Retensi Dan Migrasi Data Dalam Upaya Mendukung Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Hermina Serpong
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (PMK RI) No. 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis, semua fasilitas kesehatan di Indonesia wajib menyelenggarakan Rekam Medis Ele...
Implementasi Rekam Medis Elektronik di Klinik Kidz Dental Care
Implementasi Rekam Medis Elektronik di Klinik Kidz Dental Care
AbstractThe development of increasingly advanced information technology in various fields has become common in today's digital era. The health sector is no exception. One of the de...
REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA PELAYANAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA: ASPEK HUKUM DAN IMPLEMENTASI
REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA PELAYANAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA: ASPEK HUKUM DAN IMPLEMENTASI
 Perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan terhadap sektor aktivitas yang semula berbasis di dunia nyata (real) kemudian mengembangkannya ke dunia maya (virtual). I...
GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018
Dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terutama rumah sakit harus tersedianya sistem penyelenggaraan rekam medis yang baik. Tercapainya tujuan ...
Sistem Pengelolaan Rekam Medis
Sistem Pengelolaan Rekam Medis
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, dan pengobatan. Permasalahan rekam medis di Puskesmas Tamalate yaitu adanya kesu...
Tinjauan Lama Waktu Penyediaan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Klinik Kandungan di RSUD Tebet
Tinjauan Lama Waktu Penyediaan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Klinik Kandungan di RSUD Tebet
Waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rekam medis. Semakin cepat penyediaan dokumen rekam medis sampai ke klinik mak...
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Inap
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Inap
Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen yang terdiri dari identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pa...
Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Nguter
Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Nguter
Misfile merupakan berkas rekam medis yang hilang dan salah letak pada rak penyimpanan berkas rekam medis di ruang filing. Berkas rekam medis dikatakan salah letak atau hilang (misf...

Back to Top