Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SUPLEMENTASI ZINK TIGA BULAN BERPENGARUH TERHADAP TINGGI BADAN BALITA STUNTING DI PUSKESMAS CILONGOK BANYUMAS INDONESIA

View through CrossRef
Indonesia menempati peringkat ke-5 dalam daftar negara dengan angka kejadian stunting terbanyak di dunia. Dampak stunting salah satunya menurunnya perkembangan fungsi kognitif, sehingga berpengaruh terhadap kualitas anak Indonesia di masa yang akan datang. Salah satu upaya penanggulangan stunting, yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas adalah dengan pemberian suplementasi zink selama 3 bulan dengan dosis 5mg/hari terhadap balita stunting usia 12-59 bulan. Zink merupakan mikromineral esensial sebagai kofaktor lebih dari 100 metaloenzim. Kekurangan asupan zink berpengaruh terhadap pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian zink selama tiga bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting di Puskesmas Cilongok I dan II Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel penelitian diambil secara simple random sampling dan didapatkan responden sebanyak 38 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan wawancara kepada ibu balita stunting, didapatkan hasil kepatuhan pemberian zink adalah sebanyak 68,42%. Berdasarkan Lembar Pemantauan Status Gizi Balita, didapatkan rerata perubahan tinggi badan (TB) yang terjadi setelah 3 bulan adalah 4,76 cm. Hasil ini melebihi nilai rerata penambahan TB yang diharapkan, yaitu 3,75 cm. Hasil analisis Chi square menunjukkan terdapat pengaruh pemberian zink selama 3 bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting (nilai p <0,05). Pemenuhan asupan zat gizi makro dan mikro, salah satunya zink berpengaruh terhadap perubahan tinggi badan anak.
Title: SUPLEMENTASI ZINK TIGA BULAN BERPENGARUH TERHADAP TINGGI BADAN BALITA STUNTING DI PUSKESMAS CILONGOK BANYUMAS INDONESIA
Description:
Indonesia menempati peringkat ke-5 dalam daftar negara dengan angka kejadian stunting terbanyak di dunia.
Dampak stunting salah satunya menurunnya perkembangan fungsi kognitif, sehingga berpengaruh terhadap kualitas anak Indonesia di masa yang akan datang.
Salah satu upaya penanggulangan stunting, yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas adalah dengan pemberian suplementasi zink selama 3 bulan dengan dosis 5mg/hari terhadap balita stunting usia 12-59 bulan.
Zink merupakan mikromineral esensial sebagai kofaktor lebih dari 100 metaloenzim.
Kekurangan asupan zink berpengaruh terhadap pertumbuhan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian zink selama tiga bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting di Puskesmas Cilongok I dan II Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif.
Sampel penelitian diambil secara simple random sampling dan didapatkan responden sebanyak 38 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Berdasarkan wawancara kepada ibu balita stunting, didapatkan hasil kepatuhan pemberian zink adalah sebanyak 68,42%.
Berdasarkan Lembar Pemantauan Status Gizi Balita, didapatkan rerata perubahan tinggi badan (TB) yang terjadi setelah 3 bulan adalah 4,76 cm.
Hasil ini melebihi nilai rerata penambahan TB yang diharapkan, yaitu 3,75 cm.
Hasil analisis Chi square menunjukkan terdapat pengaruh pemberian zink selama 3 bulan terhadap perubahan tinggi badan balita stunting (nilai p <0,05).
Pemenuhan asupan zat gizi makro dan mikro, salah satunya zink berpengaruh terhadap perubahan tinggi badan anak.

Related Results

Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DAN TINGGI BADAN ANAK STUNTING
HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DAN TINGGI BADAN ANAK STUNTING
Abstrak Latar Belakang: Stunting atau perawakan pendek pada anak seringkali dihubungkan dengan tinggi badan orang tuanya dan tidak hanya berhubungan dengan pemenuhan gizi....
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...
Gambaran Karakteristik Balita Stunting dan Severely Stunting di Puskesmas Palasari Subang
Gambaran Karakteristik Balita Stunting dan Severely Stunting di Puskesmas Palasari Subang
Abstract. Stunting is one of the chronic nutritional problems that affect the growth and development of toddlers. The working area of Palasari Health Center in Subang shows a high ...

Back to Top