Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DAN TINGGI BADAN ANAK STUNTING

View through CrossRef
Abstrak Latar Belakang: Stunting atau perawakan pendek pada anak seringkali dihubungkan dengan tinggi badan orang tuanya dan tidak hanya berhubungan dengan pemenuhan gizi. Dampak stunting dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa faktor yang berhubungan atau berpengaruh terhadap stunting sudah banyak diteliti, diantaranya dari faktor internal termasuk tinggi badan orang tua. Tinggi badan orang tua diperkirakan berpengaruh terhadap stunting yang berhubungan dengan perkembangan masa intrauterine. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tinggi badan orang tua berhubungan dengan tinggi badan anak stunting.  Metode: penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah balita stunting dan orang tua balita. Sampel berjumlah 60 balita dan orang tuanya.  Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner untuk mengetahui tinggi badan ayah dan tinggi badan ibu, tinggi badan anak diukur secara langsung pada saat kegiatan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi badan ayah adalah 162,63 ± 6,14. Adapun rata-rata tinggi badan ibu 151,28 ± 4,47. Analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman’s menunjukkan nilai p=0,814 dan r =-0,031 pada analisis tinggi badan ibu dan pada tinggi badan ayah didapatkan nilai p=0,707 dan nilai r=0,050. Dengan  demikian tidak ada ada hubungan bermakna antara tinggi badan ayah ataupun tinggi badan ibu terhadap tinggi badan anak stunting.   Kata Kunci: Stunting; Tinggi Badan Ayah; Tinggi Badan Ibu   Abstract Background: Stunting or short stature in children is often related to the height of their parents and not only related to nutritional needs. The impact of stunting can occur in the short term or long term. Several factors that are related or influence stunting have been widely studied, including internal factors including parental height. Parents' height is thought to have an effect on stunting associated with intrauterine development. Purpose: This study aims to determine whether parents' height is related to the height of stunted children. Methods: quantitative correlation research with a cross sectional approach. The population is stunting toddlers and parents of toddlers. The sample is 60 toddlers and their parents. Data collection was carried out by filling out a questionnaire to determine the father's height and the mother's height. The child's height was measured directly during posyandu activities. The results showed that the average father's height was 162.63 ± 6.14. The average mother's height was 151.28 ± 4.47. Bivariate analysis using the Spearman's correlation test showed a value of p = 0.814 and r = -0.031 in the analysis of the mother's height and the value of p = 0.707 and r = 0.050 for the father's height. Thus there is no significant relationship between the father's height or the mother's height on the stunted child's height.   Keywords: Maternal Height; Paternal Height; Stunting  
Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
Title: HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DAN TINGGI BADAN ANAK STUNTING
Description:
Abstrak Latar Belakang: Stunting atau perawakan pendek pada anak seringkali dihubungkan dengan tinggi badan orang tuanya dan tidak hanya berhubungan dengan pemenuhan gizi.
Dampak stunting dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Beberapa faktor yang berhubungan atau berpengaruh terhadap stunting sudah banyak diteliti, diantaranya dari faktor internal termasuk tinggi badan orang tua.
Tinggi badan orang tua diperkirakan berpengaruh terhadap stunting yang berhubungan dengan perkembangan masa intrauterine.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tinggi badan orang tua berhubungan dengan tinggi badan anak stunting.
  Metode: penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Populasi adalah balita stunting dan orang tua balita.
Sampel berjumlah 60 balita dan orang tuanya.
 Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner untuk mengetahui tinggi badan ayah dan tinggi badan ibu, tinggi badan anak diukur secara langsung pada saat kegiatan posyandu.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi badan ayah adalah 162,63 ± 6,14.
Adapun rata-rata tinggi badan ibu 151,28 ± 4,47.
Analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman’s menunjukkan nilai p=0,814 dan r =-0,031 pada analisis tinggi badan ibu dan pada tinggi badan ayah didapatkan nilai p=0,707 dan nilai r=0,050.
Dengan  demikian tidak ada ada hubungan bermakna antara tinggi badan ayah ataupun tinggi badan ibu terhadap tinggi badan anak stunting.
  Kata Kunci: Stunting; Tinggi Badan Ayah; Tinggi Badan Ibu   Abstract Background: Stunting or short stature in children is often related to the height of their parents and not only related to nutritional needs.
The impact of stunting can occur in the short term or long term.
Several factors that are related or influence stunting have been widely studied, including internal factors including parental height.
Parents' height is thought to have an effect on stunting associated with intrauterine development.
Purpose: This study aims to determine whether parents' height is related to the height of stunted children.
Methods: quantitative correlation research with a cross sectional approach.
The population is stunting toddlers and parents of toddlers.
The sample is 60 toddlers and their parents.
Data collection was carried out by filling out a questionnaire to determine the father's height and the mother's height.
The child's height was measured directly during posyandu activities.
The results showed that the average father's height was 162.
63 ± 6.
14.
The average mother's height was 151.
28 ± 4.
47.
Bivariate analysis using the Spearman's correlation test showed a value of p = 0.
814 and r = -0.
031 in the analysis of the mother's height and the value of p = 0.
707 and r = 0.
050 for the father's height.
Thus there is no significant relationship between the father's height or the mother's height on the stunted child's height.
  Keywords: Maternal Height; Paternal Height; Stunting  .

Related Results

Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Perceraian di Kecamatan Cikembar kerapkali menimbulkan ekses-ekses masalah pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian orang tua. Banyak hambatan utama yang menjadi penyebab terbengkal...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak  maupun orang tua.  Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Kesiapan sekolah pada usia dini merupakan tahap kritis dalam perkembangan anak yang mempengaruhi kemampuan belajar dan adaptasi sosialnya di masa depan. Peran orang tua dalam memba...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth...

Back to Top