Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
View through CrossRef
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, prevalensi Stunting di Indonesia mencapai 27,4%. Pada tahun 2021 menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi balita mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% presentase itu mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 dan tahun 2020 menargetkan program penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.
Tujuan: Untuk mengetahui kejadian stunting pada balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakrta.
Metode: Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif (quantitatif). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita stunting di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakrta sejumlah 79 balita stunting. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan total sampling. Dengan Jumlah sampel sebanyak 79 responden.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian stunting pada balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta sebanyak 79 balita Stunting. Rentang usia pada balita sunting 24-36 bulan sebanyak 35 balita (44,3%), usia 37-48 bulan sebanyak 24 balita (30,4%), dan usia balita 49-60 bulan sebanyak 20 balita (25,3%). Sebagian besar balita stunting yang diberikan ASI Ekslusif sebanyak 68 balita (86%) dan yang tidak diberikan ASI Ekslusif sebanyak 11 balita (14%). Balita yang mengalami stunting berjenis kelamin laki-laki sebanyak 40 balita (50,6) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 balita (49,4%) balita stunting sebagian besar dengan BBL Normal yaitu sebanyak 71 balita (89,9%) dan balita stunting dengan riwayat BBLR sebanyak 8 balita (10,1%).
Kesimpulan: Balita stunting yang diteliti didominasi dengan balita berjenis kelamin, berusia 24-36 bulan, diberikan ASI Ekslusif, dan tidak memiliki riwayat BBLR.
CV. Eureka Murakabi Abadi
Title: Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Description:
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat.
Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, prevalensi Stunting di Indonesia mencapai 27,4%.
Pada tahun 2021 menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi balita mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% presentase itu mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 dan tahun 2020 menargetkan program penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.
Tujuan: Untuk mengetahui kejadian stunting pada balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakrta.
Metode: Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif (quantitatif).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita stunting di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakrta sejumlah 79 balita stunting.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan total sampling.
Dengan Jumlah sampel sebanyak 79 responden.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian stunting pada balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta sebanyak 79 balita Stunting.
Rentang usia pada balita sunting 24-36 bulan sebanyak 35 balita (44,3%), usia 37-48 bulan sebanyak 24 balita (30,4%), dan usia balita 49-60 bulan sebanyak 20 balita (25,3%).
Sebagian besar balita stunting yang diberikan ASI Ekslusif sebanyak 68 balita (86%) dan yang tidak diberikan ASI Ekslusif sebanyak 11 balita (14%).
Balita yang mengalami stunting berjenis kelamin laki-laki sebanyak 40 balita (50,6) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 balita (49,4%) balita stunting sebagian besar dengan BBL Normal yaitu sebanyak 71 balita (89,9%) dan balita stunting dengan riwayat BBLR sebanyak 8 balita (10,1%).
Kesimpulan: Balita stunting yang diteliti didominasi dengan balita berjenis kelamin, berusia 24-36 bulan, diberikan ASI Ekslusif, dan tidak memiliki riwayat BBLR.
Related Results
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACT According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACT WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
Gambaran Karakteristik Balita Stunting dan Severely Stunting di Puskesmas Palasari Subang
Gambaran Karakteristik Balita Stunting dan Severely Stunting di Puskesmas Palasari Subang
Abstract. Stunting is one of the chronic nutritional problems that affect the growth and development of toddlers. The working area of Palasari Health Center in Subang shows a high ...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Pada Balita Dengan Kejadian Stunting
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Pada Balita Dengan Kejadian Stunting
Latar Belakang: Prevalensi angka stunting di Kota Banjarmasin Tahun 2023 mengalami kenaikan 4,1% dibandingan pada Tahun 2022 lalu. Ibu yang punya pengetahuan rendah tentang nutrisi...

