Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Karakteristik Balita Stunting dan Severely Stunting di Puskesmas Palasari Subang
View through CrossRef
Abstract. Stunting is one of the chronic nutritional problems that affect the growth and development of toddlers. The working area of Palasari Health Center in Subang shows a high prevalence of stunting. The study employs a quantitative descriptive design with a purposive sampling technique. The sample consists of 84 toddles recorded in the working area of the Palasari Health Center. Secondary data were obtained through the e-PPGBM (Electronic Community-Based Nutrition Recording and Reporting). The results show that stunted toddlers are more common among boys (62%), as well as severely stunted toddlers (52.4%). The majority of both stunted and severely stunted toddlers belong to the age group >36 months (69%). Additionally, most stunted toddlers have mothers with inadequate weight gain during the third trimester of pregnancy (52.4%), similar to severely stunted toddlers, where most have mothers with insufficient weight gain during the third trimester (76%). The high prevalence of stunting and severe stunting in this area is influenced by various factors, including male gender, age >36 months, and mothers with inadequate weight gain during the third trimester of pregnancy. Integrated intervention efforts, including enhanced nutrition education and strengthened maternal and child health programs, are necessary to address this issue.
Abstrak. Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang balita. Wilayah kerja Puskesmas Palasari Subang menunjukkan prevalensi stunting yang masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik balita stunting dan severely stunting, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 84 balita yang terdata di wilayah kerja Puskesmas Palasari. Data sekunder didapatkan melalui e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting lebih banyak pada laki-laki(62%), begitupun dengan balita severely stunting (52,4%). Mayoritas balita stunting maupun severely stunting berasal dari kelompok umur >36 bulan (69%). Selain itu, mayoritas balita stunting memiliki ibu dengan penambahan berat badan saat hamil trimester III yang kurang (52,4%). Sama halnya dengan balita severely stunting yang sebagian besar memiliki ibu penambahan berat badan saat hamil trimester III yang kurang (76%). Tingginya prevalensi stunting dan severely stunting di wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya jenis kelamin laki-laki, usia > 36 bulan, dan ibu yang memiliki penambahan berat badan trimester III kehamilan dengan kategori kurang. Upaya intervensi yang terintegrasi, termasuk peningkatan edukasi gizi dan penguatan program kesehatan ibu dan anak, diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Gambaran Karakteristik Balita Stunting dan Severely Stunting di Puskesmas Palasari Subang
Description:
Abstract.
Stunting is one of the chronic nutritional problems that affect the growth and development of toddlers.
The working area of Palasari Health Center in Subang shows a high prevalence of stunting.
The study employs a quantitative descriptive design with a purposive sampling technique.
The sample consists of 84 toddles recorded in the working area of the Palasari Health Center.
Secondary data were obtained through the e-PPGBM (Electronic Community-Based Nutrition Recording and Reporting).
The results show that stunted toddlers are more common among boys (62%), as well as severely stunted toddlers (52.
4%).
The majority of both stunted and severely stunted toddlers belong to the age group >36 months (69%).
Additionally, most stunted toddlers have mothers with inadequate weight gain during the third trimester of pregnancy (52.
4%), similar to severely stunted toddlers, where most have mothers with insufficient weight gain during the third trimester (76%).
The high prevalence of stunting and severe stunting in this area is influenced by various factors, including male gender, age >36 months, and mothers with inadequate weight gain during the third trimester of pregnancy.
Integrated intervention efforts, including enhanced nutrition education and strengthened maternal and child health programs, are necessary to address this issue.
Abstrak.
Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang balita.
Wilayah kerja Puskesmas Palasari Subang menunjukkan prevalensi stunting yang masih tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik balita stunting dan severely stunting, serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling.
Sampel terdiri dari 84 balita yang terdata di wilayah kerja Puskesmas Palasari.
Data sekunder didapatkan melalui e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting lebih banyak pada laki-laki(62%), begitupun dengan balita severely stunting (52,4%).
Mayoritas balita stunting maupun severely stunting berasal dari kelompok umur >36 bulan (69%).
Selain itu, mayoritas balita stunting memiliki ibu dengan penambahan berat badan saat hamil trimester III yang kurang (52,4%).
Sama halnya dengan balita severely stunting yang sebagian besar memiliki ibu penambahan berat badan saat hamil trimester III yang kurang (76%).
Tingginya prevalensi stunting dan severely stunting di wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya jenis kelamin laki-laki, usia > 36 bulan, dan ibu yang memiliki penambahan berat badan trimester III kehamilan dengan kategori kurang.
Upaya intervensi yang terintegrasi, termasuk peningkatan edukasi gizi dan penguatan program kesehatan ibu dan anak, diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.
Related Results
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACT According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACT WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...
Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Balita Stunting Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Balita Stunting dan PMT Di Desa Oeltua Kabupaten Kupang
Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Balita Stunting Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Balita Stunting dan PMT Di Desa Oeltua Kabupaten Kupang
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai selama periode pertumbuhan kriti...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...

