Javascript must be enabled to continue!
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
View through CrossRef
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut juga bentuk gangguan pertumbuhan linear yang terjadi pada anak-anak, diantaranya mempunyai masalah gizi kronis akibat morbiditas, penyakit infeksi dan masalah lingkungan. Berat lahir merupakan berat badan bayi baru lahir pada saat kelahiran yang ditimbang pada saat satu jam setelah lahir. Anak yang terkena stunting sejak usia dini hingga usia 5 tahun akan sulit diperbaiki sehingga akan berlanjut hingga dewasa. Selain itu, faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhan anak salah satunya paparan polusi yang berasal dari asap rokok. Paparan asap rokok menjadi faktor risiko kejadian stunting pada balita karena nikotin dari paparan asap rokok mengganggu penyerapan mineral dan vitamin, selain itu rokok juga dapat mengurangi belanja keluarga khususnya belanja pangan. Selain itu kesehatan anak maupun ibu merupakan indikator penting untuk melihat derajat kesehatan. Untuk mendukung hal tersebut, di dalam Undang-Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional tertulis, setiap masyarakat berhak atas jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar yang layak. Akses pelayanan kesehatan yang mudah akan memudahkan ibu untuk mengontrol tumbuh kembang anak secara rutin.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, diantaranya yaitu Berat Lahir Bayi, kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional. 66 responden penelitian adalah balita stunting dengan rentang usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan pada Maret-April 2022. Analisis dilakukan menggunakan uji spearman rank untuk menguji hubungan antara variabel terikat yaitu stunting dengan variabel bebas yaitu kepemilikan JKN, Kebiasaa merokok dan BBLR.
Hasil: Penelitian menemukan hubungan Kepemilikan JKN dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,049<0,05, ) dan terdapat hubungan antara variabel kebiasaan merokok dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,012<0,05). Tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,591>0,05).
Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemilikan JKN pada anak dapat mempengaruhi kejadian stunting. Selain itu, kebiasaan merokok pada anggota rumah tangga terutama ayah dapat mempengaruhi kejadian stunting. Namun, tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang.
Universitas Muhammadiyah Palu
Title: Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Description:
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang.
Stunting disebut juga bentuk gangguan pertumbuhan linear yang terjadi pada anak-anak, diantaranya mempunyai masalah gizi kronis akibat morbiditas, penyakit infeksi dan masalah lingkungan.
Berat lahir merupakan berat badan bayi baru lahir pada saat kelahiran yang ditimbang pada saat satu jam setelah lahir.
Anak yang terkena stunting sejak usia dini hingga usia 5 tahun akan sulit diperbaiki sehingga akan berlanjut hingga dewasa.
Selain itu, faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhan anak salah satunya paparan polusi yang berasal dari asap rokok.
Paparan asap rokok menjadi faktor risiko kejadian stunting pada balita karena nikotin dari paparan asap rokok mengganggu penyerapan mineral dan vitamin, selain itu rokok juga dapat mengurangi belanja keluarga khususnya belanja pangan.
Selain itu kesehatan anak maupun ibu merupakan indikator penting untuk melihat derajat kesehatan.
Untuk mendukung hal tersebut, di dalam Undang-Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional tertulis, setiap masyarakat berhak atas jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar yang layak.
Akses pelayanan kesehatan yang mudah akan memudahkan ibu untuk mengontrol tumbuh kembang anak secara rutin.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, diantaranya yaitu Berat Lahir Bayi, kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional.
66 responden penelitian adalah balita stunting dengan rentang usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang.
Penelitian dilakukan pada Maret-April 2022.
Analisis dilakukan menggunakan uji spearman rank untuk menguji hubungan antara variabel terikat yaitu stunting dengan variabel bebas yaitu kepemilikan JKN, Kebiasaa merokok dan BBLR.
Hasil: Penelitian menemukan hubungan Kepemilikan JKN dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,049<0,05, ) dan terdapat hubungan antara variabel kebiasaan merokok dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,012<0,05).
Tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita (0,591>0,05).
Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemilikan JKN pada anak dapat mempengaruhi kejadian stunting.
Selain itu, kebiasaan merokok pada anggota rumah tangga terutama ayah dapat mempengaruhi kejadian stunting.
Namun, tidak terdapat hubungan antara berat lahir bayi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Anggadita, Kabupaten Karawang.
Related Results
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACT According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo
Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo
Latar belakang : Stunting adalah keadaan di mana ukuran atau tinggi anak-anak tidak selaras dengan norma umurnya. Hal ini mencerminkan adanya gangguan dalam pertumb...
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA DUREN, KECAMATAN KLARI
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA DUREN, KECAMATAN KLARI
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu diatasi karena berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan kematian, terhambatnya perkembangan motorik, dan pert...

