Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Taman Museum Kerajaan Aceh

View through CrossRef
AbstrakIndonesia adalah negara yang mayoritas agamanya adalah Islam. Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada awal abad ke-17,  Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap kendali orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia. Jika dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya, Aceh adalah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama)  dan kerajaan Islam tertua di Indonesia yaitu Samudra Pasai dan berkembang menjadi kerajaan yang lebih besar yaitu Kerajaan Aceh. Namun sangat disayangkan belum adanya tempat yang dapat menuliskan sejarah Kerajaan Aceh tersebut. Persentase penduduk Muslim di Aceh adalah yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam. Berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur sendiri karena alasan sejarah. Agar tempat penulisan ini memiliki unsur yang rekreatif, maka bentuk tempat dibuat dengan bentuk taman museum (museum outdoor). Sehingga tempat ini dapat memiliki 2 fungsi sekaligus yaitu tempat konservasi sejarah dan fungsi sebagai objek wisata edukatif. dengan hal ini pengunjung juga dapat melakukan 2 aktifitas sekaligus yaitu rekreasi dan belajar. Taman museum ini dibungkus dengan gaya islamic garden supaya dapat merefleksikan bagaimana bentuk Kerajaan Aceh terdahulu yang banyak terpengaruhi dengan gaya Kerajaan Turki. Taman ini diharapkan dapat menambah pemasukan daerah dari sektor pariwisata dan menambah nilai historis pada wilayah aceh itu sendiri.Design of the Aceh Kingdom Museum ParkAbstractIndonesia is a country where the majority religion is Islam. Aceh is considered as the starting place for the spread of Islam in Indonesia and played an important role in the spread of Islam in Southeast Asia. In the early 17th century, Aceh's history was marked by political freedom and strong resistance to the control of foreigners, including the former Dutch colonialists and the Indonesian government. When compared to other provinces, Aceh is a very conservative region (upholding religious values) and the oldest Islamic kingdom in Indonesia, namely Samudra Pasai, developed into a larger kingdom, namely the Kingdom of Aceh. But it is very unfortunate that there is no place that can write down the history of the Kingdom of Aceh. The percentage of Muslim population in Aceh is the highest in Indonesia and they live according to Islamic sharia. Unlike most other provinces in Indonesia, Aceh has self-governing autonomy for historical reasons. So that the place for writing has a recreational element, the shape of the place is made in the form of a museum park (outdoor museum). So that this place can have 2 functions at once, namely a place of historical conservation and a function as an educational tourist attraction. With this, visitors can also do 2 activities at once, namely recreation and study. The museum garden is wrapped in an Islamic garden style so that it can reflect how the former Aceh Kingdom was heavily influenced by the Turkish Empire style. This park is expected to increase regional income from the tourism sector and add historical value to the Aceh region itself.
Title: Perancangan Taman Museum Kerajaan Aceh
Description:
AbstrakIndonesia adalah negara yang mayoritas agamanya adalah Islam.
Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara.
Pada awal abad ke-17,  Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap kendali orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia.
Jika dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya, Aceh adalah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama)  dan kerajaan Islam tertua di Indonesia yaitu Samudra Pasai dan berkembang menjadi kerajaan yang lebih besar yaitu Kerajaan Aceh.
Namun sangat disayangkan belum adanya tempat yang dapat menuliskan sejarah Kerajaan Aceh tersebut.
Persentase penduduk Muslim di Aceh adalah yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam.
Berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur sendiri karena alasan sejarah.
Agar tempat penulisan ini memiliki unsur yang rekreatif, maka bentuk tempat dibuat dengan bentuk taman museum (museum outdoor).
Sehingga tempat ini dapat memiliki 2 fungsi sekaligus yaitu tempat konservasi sejarah dan fungsi sebagai objek wisata edukatif.
dengan hal ini pengunjung juga dapat melakukan 2 aktifitas sekaligus yaitu rekreasi dan belajar.
Taman museum ini dibungkus dengan gaya islamic garden supaya dapat merefleksikan bagaimana bentuk Kerajaan Aceh terdahulu yang banyak terpengaruhi dengan gaya Kerajaan Turki.
Taman ini diharapkan dapat menambah pemasukan daerah dari sektor pariwisata dan menambah nilai historis pada wilayah aceh itu sendiri.
Design of the Aceh Kingdom Museum ParkAbstractIndonesia is a country where the majority religion is Islam.
Aceh is considered as the starting place for the spread of Islam in Indonesia and played an important role in the spread of Islam in Southeast Asia.
In the early 17th century, Aceh's history was marked by political freedom and strong resistance to the control of foreigners, including the former Dutch colonialists and the Indonesian government.
When compared to other provinces, Aceh is a very conservative region (upholding religious values) and the oldest Islamic kingdom in Indonesia, namely Samudra Pasai, developed into a larger kingdom, namely the Kingdom of Aceh.
But it is very unfortunate that there is no place that can write down the history of the Kingdom of Aceh.
The percentage of Muslim population in Aceh is the highest in Indonesia and they live according to Islamic sharia.
Unlike most other provinces in Indonesia, Aceh has self-governing autonomy for historical reasons.
So that the place for writing has a recreational element, the shape of the place is made in the form of a museum park (outdoor museum).
So that this place can have 2 functions at once, namely a place of historical conservation and a function as an educational tourist attraction.
With this, visitors can also do 2 activities at once, namely recreation and study.
The museum garden is wrapped in an Islamic garden style so that it can reflect how the former Aceh Kingdom was heavily influenced by the Turkish Empire style.
This park is expected to increase regional income from the tourism sector and add historical value to the Aceh region itself.

Related Results

URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
The problems contained in the problem formulation are (1) What is the vision and mission of Aceh TV. And how Aceh TV realizes the vision and mission. (2) What programs are aired by...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
Sejak dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 lalu, Taman Krucuk yang berada di jalan Lohbener, Kesenden, Kejaksan, kota Cirebon, Jawa Barat belum kunjung sele...
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak agraris yang dirintis oleh Ki Gede Pemanahan pada abad ke-16 M setelah memisahkan diri dari pemerintahan Kerajaan Pajang. Jauh se...
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
AbstrakRencong merupakan produk budaya lokal Aceh yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek monyangnya suku Aceh. Rencong sebagai senjata tradisional sekaligus simbol identit...
Analisis Kewenangan Badan Pertanahan Nasional Aceh Dan Dinas Pertanahan Aceh di Kota Banda Aceh
Analisis Kewenangan Badan Pertanahan Nasional Aceh Dan Dinas Pertanahan Aceh di Kota Banda Aceh
Berdasarkan Pasal 253 Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh menegaskan tentang peralihan status Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Aceh dan Kantor Pertanaha...
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Taman kota memeiliki fungsi utama yaitu fungsi ekologis. Taman kota dikatakan berfungsi ekologis ketika mampu membentuk keseimbangan lingkungan perkotaan dan kondisinya dapat dira...

Back to Top