Javascript must be enabled to continue!
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
View through CrossRef
Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak agraris yang dirintis oleh Ki Gede Pemanahan pada abad ke-16 M setelah memisahkan diri dari pemerintahan Kerajaan Pajang. Jauh sebelum Kerajaan Islam dibangun, kawasan ini merupakan kawasan hutan bernama Alas Mentaok yang diberikan kepada Sultan Adiwijaya setelah Ki Gede Pemanahan membantu Kerajaan Pajang melawan serangan Arya Penangsang dari Jipang. Sepeninggal Ki Gede Pemanahan, kekuasaan pemerintahan Kerajaan Mataram Islam dipegang oleh Panembahan Senapati dan berhasil mencapai masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan Agung. Kerajaan Mataram Islam sebagai kerajaan yang bercorak agraris sangat mengandalkan kegiatan bercocok tanam atau bercocok tanam untuk menjalankan kegiatan ekonomi kerajaan. Oleh karena itu, potensi geografis sangat berpengaruh bagi perkembangan dan kemajuan ekonomi Kerajaan Mataram Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran sentral potensi geografis dalam perkembangan ekonomi Kerajaan Mataram Islam. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian sejarah dengan pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ditemukan, letak geografis dan potensi sangat mempengaruhi orientasi ekonomi suatu wilayah, tidak terkecuali di Kerajaan Mataram Islam. Wilayah Kerajaan Mataram Islam terletak di daerah pedalaman untuk dijadikan daerah pertanian dengan komoditas yang bervariasi. Selain itu, Kerajaan Mataram Islam terus mengembangkan kegiatan maritim, terutama kegiatan perdagangan dari dalam dengan daerah di luar Jawa.The Islamic Mataram Kingdom is an agrarian style kingdom which was pioneered by Ki Gede Pemanahan in the 16th century AD after breaking away from the Pajang Kingdom government. Long before the Islamic Kingdom was built, this area was a forest area called Alas Mentaok which was awarded to Sultan Adiwijaya after Ki Gede Pemanahan helped the Pajang Kingdom against the Arya Penangsang attack from Jipang. After the death of Ki Gede Pemanahan, the ruling power of the Islamic Mataram Kingdom was held by Panembahan Senapati and succeeded in reaching its heyday when led by Sultan Agung. The Islamic Mataram Kingdom as an agrarian-style kingdom relied heavily on farming or farming activities to carry out the kingdom's economic activities. Therefore, geographical potential is very influential for the development and economic progress of the Islamic Mataram Kingdom. This study aims to identify and describe the central role of geographic potential in the economic development of the Islamic Mataram Kingdom. In this study, historical research methods were used with data collection carried out by literature study. From the results of the research found, geographical location and potential greatly affect the economic orientation of a region, not least in the Islamic Mataram Kingdom. The territory of the Islamic Mataram Kingdom was located in an inland area to be used as an agricultural area with varied commodities. In addition, the Islamic Mataram Kingdom continued to develop maritime activities, especially trading activities from the interior with areas outside Java.
Universitas Muhammadiyah Mataram
Title: PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
Description:
Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak agraris yang dirintis oleh Ki Gede Pemanahan pada abad ke-16 M setelah memisahkan diri dari pemerintahan Kerajaan Pajang.
Jauh sebelum Kerajaan Islam dibangun, kawasan ini merupakan kawasan hutan bernama Alas Mentaok yang diberikan kepada Sultan Adiwijaya setelah Ki Gede Pemanahan membantu Kerajaan Pajang melawan serangan Arya Penangsang dari Jipang.
Sepeninggal Ki Gede Pemanahan, kekuasaan pemerintahan Kerajaan Mataram Islam dipegang oleh Panembahan Senapati dan berhasil mencapai masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan Agung.
Kerajaan Mataram Islam sebagai kerajaan yang bercorak agraris sangat mengandalkan kegiatan bercocok tanam atau bercocok tanam untuk menjalankan kegiatan ekonomi kerajaan.
Oleh karena itu, potensi geografis sangat berpengaruh bagi perkembangan dan kemajuan ekonomi Kerajaan Mataram Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran sentral potensi geografis dalam perkembangan ekonomi Kerajaan Mataram Islam.
Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian sejarah dengan pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan.
Dari hasil penelitian ditemukan, letak geografis dan potensi sangat mempengaruhi orientasi ekonomi suatu wilayah, tidak terkecuali di Kerajaan Mataram Islam.
Wilayah Kerajaan Mataram Islam terletak di daerah pedalaman untuk dijadikan daerah pertanian dengan komoditas yang bervariasi.
Selain itu, Kerajaan Mataram Islam terus mengembangkan kegiatan maritim, terutama kegiatan perdagangan dari dalam dengan daerah di luar Jawa.
The Islamic Mataram Kingdom is an agrarian style kingdom which was pioneered by Ki Gede Pemanahan in the 16th century AD after breaking away from the Pajang Kingdom government.
Long before the Islamic Kingdom was built, this area was a forest area called Alas Mentaok which was awarded to Sultan Adiwijaya after Ki Gede Pemanahan helped the Pajang Kingdom against the Arya Penangsang attack from Jipang.
After the death of Ki Gede Pemanahan, the ruling power of the Islamic Mataram Kingdom was held by Panembahan Senapati and succeeded in reaching its heyday when led by Sultan Agung.
The Islamic Mataram Kingdom as an agrarian-style kingdom relied heavily on farming or farming activities to carry out the kingdom's economic activities.
Therefore, geographical potential is very influential for the development and economic progress of the Islamic Mataram Kingdom.
This study aims to identify and describe the central role of geographic potential in the economic development of the Islamic Mataram Kingdom.
In this study, historical research methods were used with data collection carried out by literature study.
From the results of the research found, geographical location and potential greatly affect the economic orientation of a region, not least in the Islamic Mataram Kingdom.
The territory of the Islamic Mataram Kingdom was located in an inland area to be used as an agricultural area with varied commodities.
In addition, the Islamic Mataram Kingdom continued to develop maritime activities, especially trading activities from the interior with areas outside Java.
Related Results
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...
KERAJAAN JAMBI DAN PENGARUH ISLAM
KERAJAAN JAMBI DAN PENGARUH ISLAM
Tulisan ini membahas tentang kerajaan Jambi dan keberadaannya sebagai sebagai negara yang terletak di jalur perdagangan internasional. Hal ini menarik diteliti karena masa pertumbu...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Indikasi Geografis Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Wisata Pertanian
Indikasi Geografis Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Wisata Pertanian
Intellectual Property Rights in the form of geographical indications play a role in optimizing products with local regional wisdom, so that these products have economic value that ...
KARAWANG DARI MASA KERAJAAN SUNDA HINGGA MENJADI KABUPATEN
KARAWANG DARI MASA KERAJAAN SUNDA HINGGA MENJADI KABUPATEN
Nama Karawang semula dikenal sebagai nama sebuah pelabuhan Kerajaan Sunda yang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Pelabuhan Karawang memiliki peran penting dalam perekonomian Ker...
KEMEGAHAN KERAJAAN ISLAM DI NUSANTARA: MENELUSURI WARISAN SEJARAH DAN BUDAYA
KEMEGAHAN KERAJAAN ISLAM DI NUSANTARA: MENELUSURI WARISAN SEJARAH DAN BUDAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemegahan dan kontribusi kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dalam membentuk identitas sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia. ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Melalui Penerapan Baitul Arqam Bagi Pemuda Muhammadiyah
Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Melalui Penerapan Baitul Arqam Bagi Pemuda Muhammadiyah
Abstract: Muhammadiyah Youth of Mataram City is committed to printing a cadre of qualified youth, which will contribute positively to the development of the advanced and independen...

