Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Beban Kerja Proses Produksi Pabrik Tahu Ciburial dengan Metode Work Load Analysis

View through CrossRef
Abstract. Excessive workload can create an uncomfortable working atmosphere for workers because it can trigger the emergence of work stress more quickly. On the other hand, a lack of workload can cause losses for the organization. This research was conducted at the Ciburial Tofu Factory. The problem faced is that the company cannot meet public demand for around 300 packs per day and is only able to fulfill market orders so the opportunity to make a profit is reduced. The reason is because there are 2 operators who hold more than 2 jobs. Operator 1's division of duties handles the grinding, screening and cutting processes. Operator 2 handles the boiling, filtering, coagulating and molding processes. Operator 3 specifically handles the tofu packaging process. The aim of the research is to design the workload for operators who handle more than 2 jobs so that production targets can be met. Calculation of workload and proposed number of workers using the Work Load Analysis (WLA) method. The results of calculations from real conditions show that the workload for operator 1 is 121%, operator 2 is 119%, and operator 3 is 68%. Based on workload standards, if the workload is >100%, it indicates that the operator is overloaded. Based on this, the work carried out by operators needs to be designed for workload by optimizing the workload for operator 3. The results of the analysis include additional work tasks for operator 3, namely handling the grinding, boiling, cutting, yellowing, cooling and packaging processes. The results of this workload calculation reduce the workload of each operator, operator 1 by 94%, operator 2 by 105%, and operator 3 by 80%. The proposed division of workload increases production to 1500 packs per day. Abstrak. Beban kerja yang berlebih dapat menimbulkan suasana kerja yang kurang nyaman bagi pekerja karena dapat memicu timbulnya stres kerja yang lebih cepat. Sebaliknya kekurangan beban kerja dapat menimbulkan kerugian bagi organisasi. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Tahu Ciburial. Masalah yang dihadapi adalah perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat sekitar 300 bungkus perhari dan hanya mampu memenuhi pesanan pasar sehingga kesempatan untuk mendapatkan keuntungan berkurang. Penyebabnya dikarenakan terdapat 2 operator yang merangkap lebih dari 2 pekerjaan. Pembagian tugas operator 1 menangani proses penggilingan, penyaringan, dan pemotongan. Operator 2 menangani proses perebusan, penyaringan, penggumpalan dan pencetakan. Operator 3 khusus menangani proses pengemasan tahu. Tujuan penelitian yaitu merancang beban kerja operator yang menangani lebih dari 2 pekerjaan agar target produksi dapat terpenuhi. Perhitungan beban kerja dan usulan jumlah tenaga kerja menggunakan metode Work Load Analysis (WLA) Hasil perhitungan dari kondisi nyata didapatkan beban kerja operator 1 sebesar 121%, operator 2 sebesar 119%, dan operator 3 sebesar 68%. Berdasarkan standar beban kerja, jika beban kerja >100% menunjukkan operator mengalami overload. Berdasarkan hal tersebut pekerjaan yang dilakukan oleh operator perlu dilakukan perancangan beban kerja dengan mengoptimalkan beban kerja pada operator 3. Hasil analysis dilakukan penambahan tugas kerja kepada operator 3 yaitu menangani proses penggilingan, perebusan, penmotongan, penguningan, pendinginan, dan pengemasan. Hasil perhitungan beban kerja ini mengurangi beban kerja dari masing-masing operator, operator 1 sebesar 94%, operator 2 sebesar 105%, dan operator 3 sebesar 80%.  Usulan pembagian beban kerja tersebut meningkatkan jumlah produksi menjadi 1500 bungkus perhari.
Title: Perancangan Beban Kerja Proses Produksi Pabrik Tahu Ciburial dengan Metode Work Load Analysis
Description:
Abstract.
Excessive workload can create an uncomfortable working atmosphere for workers because it can trigger the emergence of work stress more quickly.
On the other hand, a lack of workload can cause losses for the organization.
This research was conducted at the Ciburial Tofu Factory.
The problem faced is that the company cannot meet public demand for around 300 packs per day and is only able to fulfill market orders so the opportunity to make a profit is reduced.
The reason is because there are 2 operators who hold more than 2 jobs.
Operator 1's division of duties handles the grinding, screening and cutting processes.
Operator 2 handles the boiling, filtering, coagulating and molding processes.
Operator 3 specifically handles the tofu packaging process.
The aim of the research is to design the workload for operators who handle more than 2 jobs so that production targets can be met.
Calculation of workload and proposed number of workers using the Work Load Analysis (WLA) method.
The results of calculations from real conditions show that the workload for operator 1 is 121%, operator 2 is 119%, and operator 3 is 68%.
Based on workload standards, if the workload is >100%, it indicates that the operator is overloaded.
Based on this, the work carried out by operators needs to be designed for workload by optimizing the workload for operator 3.
The results of the analysis include additional work tasks for operator 3, namely handling the grinding, boiling, cutting, yellowing, cooling and packaging processes.
The results of this workload calculation reduce the workload of each operator, operator 1 by 94%, operator 2 by 105%, and operator 3 by 80%.
The proposed division of workload increases production to 1500 packs per day.
Abstrak.
Beban kerja yang berlebih dapat menimbulkan suasana kerja yang kurang nyaman bagi pekerja karena dapat memicu timbulnya stres kerja yang lebih cepat.
Sebaliknya kekurangan beban kerja dapat menimbulkan kerugian bagi organisasi.
Penelitian ini dilakukan di Pabrik Tahu Ciburial.
Masalah yang dihadapi adalah perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat sekitar 300 bungkus perhari dan hanya mampu memenuhi pesanan pasar sehingga kesempatan untuk mendapatkan keuntungan berkurang.
Penyebabnya dikarenakan terdapat 2 operator yang merangkap lebih dari 2 pekerjaan.
Pembagian tugas operator 1 menangani proses penggilingan, penyaringan, dan pemotongan.
Operator 2 menangani proses perebusan, penyaringan, penggumpalan dan pencetakan.
Operator 3 khusus menangani proses pengemasan tahu.
Tujuan penelitian yaitu merancang beban kerja operator yang menangani lebih dari 2 pekerjaan agar target produksi dapat terpenuhi.
Perhitungan beban kerja dan usulan jumlah tenaga kerja menggunakan metode Work Load Analysis (WLA) Hasil perhitungan dari kondisi nyata didapatkan beban kerja operator 1 sebesar 121%, operator 2 sebesar 119%, dan operator 3 sebesar 68%.
Berdasarkan standar beban kerja, jika beban kerja >100% menunjukkan operator mengalami overload.
Berdasarkan hal tersebut pekerjaan yang dilakukan oleh operator perlu dilakukan perancangan beban kerja dengan mengoptimalkan beban kerja pada operator 3.
Hasil analysis dilakukan penambahan tugas kerja kepada operator 3 yaitu menangani proses penggilingan, perebusan, penmotongan, penguningan, pendinginan, dan pengemasan.
Hasil perhitungan beban kerja ini mengurangi beban kerja dari masing-masing operator, operator 1 sebesar 94%, operator 2 sebesar 105%, dan operator 3 sebesar 80%.
 Usulan pembagian beban kerja tersebut meningkatkan jumlah produksi menjadi 1500 bungkus perhari.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Analisis Perhitungan Harga Pokok Penjualan Tahu Pada Pabrik Tahu Pallangga Kabupaten Gowa
Analisis Perhitungan Harga Pokok Penjualan Tahu Pada Pabrik Tahu Pallangga Kabupaten Gowa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok penjualan tahu pada Pabrik Tahu Pallangga Kabupaten Gowa. Pendekatan metode penelitian yang digunakan adalah des...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
Perencanaan Kapasitas dan Waktu Produksi Tahu di Rumah Produksi Bapak Rahim, Sentra Industri Kecil Somber Balikpapan
Perencanaan Kapasitas dan Waktu Produksi Tahu di Rumah Produksi Bapak Rahim, Sentra Industri Kecil Somber Balikpapan
Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Sentra Industri Kecil Somber merupakan salah satu sektor industri tahu dan tempe yang berada di Balikpapan. Observasi pada pelaksanaan produksi ...
ANALISIS TITIK IMPAS AGROINDUSTRI TAHU
ANALISIS TITIK IMPAS AGROINDUSTRI TAHU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) besarnya biaya dan pendapatan agroindustri tahu dalam satu kali proses produksi, 2) besarnya R/C agroindustri tahu dalam satu kali pro...
Kajian Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu di Desa Jimbaran, Bandungan, Jawa Tengah
Kajian Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu di Desa Jimbaran, Bandungan, Jawa Tengah
Peran industri kecil di beberapa wilayah Kabupaten Semarang sangat penting dalam menunjang perekonomian, khususnya di sekitar lokasi industri tersebut. Salah satu industri kecil ya...
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...

Back to Top