Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS TITIK IMPAS AGROINDUSTRI TAHU
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) besarnya biaya dan pendapatan agroindustri tahu dalam satu kali proses produksi, 2) besarnya R/C agroindustri tahu dalam satu kali proses produksi, 3) besarnya titik impas nilai penjualan dan titik impas volume produksi agroindustri tahu dalam satu kali proses produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah survai dengan mengambil kasus diDesa Balokang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik penarikan sampel acak sederhana sebanyak 20 persen dari anggota populasi 125 orang, yaitu 32 perajin tahu. Data yang diperoleh dianalisis secra deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Biaya produksi agroindustri tahu di Desa Balokang dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 566.912,22, prodkusi yang dihasilkan sebanyak 3.215,63 potong tahu, harga produk 225 per potong tahu. Penerimaan perajin sebesar Rp 723.516,63 per satu kali proses produksi dan pendapatan sebesar Rp 156.603,41 per satu kali proses produksi; 2) R/C agroindustri tahu di Desa Balokang sebesar 1,28. Artinya untuk setiapsatu rupiah biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan agroindustri tahu, maka akan diperoleh penerimaan sebesar Rp 1,28. Sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 0,28; 3) Titik impas (BEP) agroindustri tahu di Desa Balokang tercapi pada nilai penjualan sebesar Rp 48.575,29 den volume produksi minimum sebanyak 214,66 potong. Kata kunci : Tahu, Titik Impas
Universitas Galuh Ciamis
Title: ANALISIS TITIK IMPAS AGROINDUSTRI TAHU
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) besarnya biaya dan pendapatan agroindustri tahu dalam satu kali proses produksi, 2) besarnya R/C agroindustri tahu dalam satu kali proses produksi, 3) besarnya titik impas nilai penjualan dan titik impas volume produksi agroindustri tahu dalam satu kali proses produksi.
Metode penelitian yang digunakan adalah survai dengan mengambil kasus diDesa Balokang.
Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik penarikan sampel acak sederhana sebanyak 20 persen dari anggota populasi 125 orang, yaitu 32 perajin tahu.
Data yang diperoleh dianalisis secra deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Biaya produksi agroindustri tahu di Desa Balokang dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 566.
912,22, prodkusi yang dihasilkan sebanyak 3.
215,63 potong tahu, harga produk 225 per potong tahu.
Penerimaan perajin sebesar Rp 723.
516,63 per satu kali proses produksi dan pendapatan sebesar Rp 156.
603,41 per satu kali proses produksi; 2) R/C agroindustri tahu di Desa Balokang sebesar 1,28.
Artinya untuk setiapsatu rupiah biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan agroindustri tahu, maka akan diperoleh penerimaan sebesar Rp 1,28.
Sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 0,28; 3) Titik impas (BEP) agroindustri tahu di Desa Balokang tercapi pada nilai penjualan sebesar Rp 48.
575,29 den volume produksi minimum sebanyak 214,66 potong.
Kata kunci : Tahu, Titik Impas.
Related Results
ANALISIS PENDAPATAN DAN TITIK IMPAS AGROINDUSTRI GULA KELAPA
ANALISIS PENDAPATAN DAN TITIK IMPAS AGROINDUSTRI GULA KELAPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri gula kelapa per satu bulan proses produksi di Desa Sindangasih Kecamatan Banj...
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Tahu di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Tahu di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo
Tahu merupakan produk hasil dari pengolahan kedelai dengan metode fermentasi menggunakan asam asetat atau cuka. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Untuk menghitung besar tingkat keun...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI STROBERI
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI STROBERI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi agroindustri stroberi “Kharisma” serta mengetahui strategi yang p...
ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI PADI BERSERTIFIKAT ORGANIK (Studi kasus pada Kelompok Tani Tirta Rahayu di Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran)
ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI PADI BERSERTIFIKAT ORGANIK (Studi kasus pada Kelompok Tani Tirta Rahayu di Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya: (1) biaya yang dikeluarkan dalam usahatani padi bersertifikat organik per hektar per satu musim tanam pada Kelompok Tani Tirta R...
ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGECORAN MENGGUNAKAN TOWER CRANE DENGAN CONCRETE PUMP
ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGECORAN MENGGUNAKAN TOWER CRANE DENGAN CONCRETE PUMP
Pemilihan alat yang tepat untuk melakukan pekerjaan konstruksi sangat dibutuhkan, agar pelaksanaan pekerjaan menjadi efektif dan efesien. Menggunakan alat yang tepat akan mempengar...
STUDY KOMPARATIF SISTEM JUAL DAN PROSPEK KEBERLANJUTANNYA AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG
STUDY KOMPARATIF SISTEM JUAL DAN PROSPEK KEBERLANJUTANNYA AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG
Ringkasan Agroindustri Tape Singkong yang berada di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri merupakan industri rumah tangga (home industri). Sebagian warga di Desa Wonojoyo ...
Diversifikasi Produk Pangan Menjadi Brownita (Brownies Ampas Tahu) dan Botata (Bola-Bola Rambutan Ampas Tahu) Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi Ampas Tahu
Diversifikasi Produk Pangan Menjadi Brownita (Brownies Ampas Tahu) dan Botata (Bola-Bola Rambutan Ampas Tahu) Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi Ampas Tahu
Desa Bukit Peninjauan 1 adalah salah satu desa penghasil tahu. Dalam proses pengolahan tahu, menghasilkan limbah padat berupa ampas tahu yang belum dimanfaatkan secara optimal bahk...

