Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGECORAN MENGGUNAKAN TOWER CRANE DENGAN CONCRETE PUMP

View through CrossRef
Pemilihan alat yang tepat untuk melakukan pekerjaan konstruksi sangat dibutuhkan, agar pelaksanaan pekerjaan menjadi efektif dan efesien. Menggunakan alat yang tepat akan mempengaruhi biaya dan waktu. Pada proyek Pembangunan Gedung Kantor (DPMPTSP, Disnaker, Diskes Dan Capil) Kabupaten Gianyar menggunakan dua alat pada waktu melakukan pengecoran pelat lantai yaitu tower crane dan concrete pump. Kedua alat yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurangan, yang mempengaruhi produktivitas pelaksanaan. Produktivitas alat akan mempengaruhi waktu dan biaya proyek konstruksi. Penelitian yang dilakukan di sini adalah mencari titik impas (break event point) waktu penggunaan alat tower crane dan concrete pump pada waktu pelaksanaan pengecoran pelat lantai. Metoda pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan siklus pengecoran yang dilakukan oleh alat concrate pump dan tower crane. Dari pengamatan yang dilakukan akan diperoleh produktivitas masing-masing alat. Dengan menggunakan metoda regresi dan hasil pengamatan yang dilakukan, selanjutnya data pengawmatan dianalisis untuk mencari persamaan regresi antara volume dan waku pelaksanaan pekerjaan pengecoran menggunakan tower crane dan concrate pump. Persamaan regresi ini akan digunakan mencari waktu pelaksanaan pengecoran pada lantai 1, 2, dan atap serta titik impas (break event point) dari kedua alat yang di gunakan untuk melakukan pengecoran pelat lantai pada gedung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, untuk menyelesaikan pengecoran setiap 6 m3 pada lantai II, III dan Atap secara berurutan tower crane memerlukan waktu (0,208; 0,219; 0,400) jam sedangakn concrete pump membutuhkan waktu (0,138; 0,155; 0,216) jam. Untuk titik impas kedua alat tersebut pada lantai II, III dan Atap atas volume terhadap waktu adalah (4,926 m3; 0,1 jam), (5,011 m3; 0,121 jam), (3,149 m3; 0,116 jam). Hasil titik impas menunjukan bahwa alat tower crane dibatasi hingga volume titik impas tertentu pada masing-masing lantai, setelah titik impas tersebut penggunaan concrete pump lebih menguntungkan dari segi dan waktu.
Title: ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PENGECORAN MENGGUNAKAN TOWER CRANE DENGAN CONCRETE PUMP
Description:
Pemilihan alat yang tepat untuk melakukan pekerjaan konstruksi sangat dibutuhkan, agar pelaksanaan pekerjaan menjadi efektif dan efesien.
Menggunakan alat yang tepat akan mempengaruhi biaya dan waktu.
Pada proyek Pembangunan Gedung Kantor (DPMPTSP, Disnaker, Diskes Dan Capil) Kabupaten Gianyar menggunakan dua alat pada waktu melakukan pengecoran pelat lantai yaitu tower crane dan concrete pump.
Kedua alat yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurangan, yang mempengaruhi produktivitas pelaksanaan.
Produktivitas alat akan mempengaruhi waktu dan biaya proyek konstruksi.
Penelitian yang dilakukan di sini adalah mencari titik impas (break event point) waktu penggunaan alat tower crane dan concrete pump pada waktu pelaksanaan pengecoran pelat lantai.
Metoda pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan siklus pengecoran yang dilakukan oleh alat concrate pump dan tower crane.
Dari pengamatan yang dilakukan akan diperoleh produktivitas masing-masing alat.
Dengan menggunakan metoda regresi dan hasil pengamatan yang dilakukan, selanjutnya data pengawmatan dianalisis untuk mencari persamaan regresi antara volume dan waku pelaksanaan pekerjaan pengecoran menggunakan tower crane dan concrate pump.
Persamaan regresi ini akan digunakan mencari waktu pelaksanaan pengecoran pada lantai 1, 2, dan atap serta titik impas (break event point) dari kedua alat yang di gunakan untuk melakukan pengecoran pelat lantai pada gedung.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, untuk menyelesaikan pengecoran setiap 6 m3 pada lantai II, III dan Atap secara berurutan tower crane memerlukan waktu (0,208; 0,219; 0,400) jam sedangakn concrete pump membutuhkan waktu (0,138; 0,155; 0,216) jam.
Untuk titik impas kedua alat tersebut pada lantai II, III dan Atap atas volume terhadap waktu adalah (4,926 m3; 0,1 jam), (5,011 m3; 0,121 jam), (3,149 m3; 0,116 jam).
Hasil titik impas menunjukan bahwa alat tower crane dibatasi hingga volume titik impas tertentu pada masing-masing lantai, setelah titik impas tersebut penggunaan concrete pump lebih menguntungkan dari segi dan waktu.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
OPTIMALISASI LETAK TOWER CRANE TERHADAP WAKTU SIKLUS PADA PROYEK Y
OPTIMALISASI LETAK TOWER CRANE TERHADAP WAKTU SIKLUS PADA PROYEK Y
In a construction project, there are various kinds of very complex activities. Therefore, heavy equipment, especially Tower Cranes is used to assist the work on the construction pr...
Optimasi Penempatan Tower Crane terhadap Waktu Siklus pada Proyek X
Optimasi Penempatan Tower Crane terhadap Waktu Siklus pada Proyek X
ABSTRAKKegiatan konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan mempunyai tujuan tertentu. Tujuan dari proyek konstruksi adalah mampu merealisasikan kegiatan p...
Operational Dynamics Of An Offshore Crane
Operational Dynamics Of An Offshore Crane
Abstract A computational method is described for calculating the detailed dynamics of fixed offshore platform cranes based on finite element techniques. The metho...
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Pekerjaan dinding façade adalah pekerjaan dengan utilitas yang kompleks dan merupakan sumber aktifitas kerja yang dapat menimbulkan bahaya (Hazard) kece...
Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kusen Aluminium Dengan Kusen Kayu Pada Gedung Kantor Kejaksaan Kab. Padang Lawas Utara
Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kusen Aluminium Dengan Kusen Kayu Pada Gedung Kantor Kejaksaan Kab. Padang Lawas Utara
Pekerjaan konstruksi memiliki berbagai macam metode dan bahan dasar yang berbeda-beda. Salah satu contohnya pada pekerjaan pemasangan kusen, umumnya yang dipakai adalah kusen berba...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Crane Load Moment System For Offshore Crane Operations
Crane Load Moment System For Offshore Crane Operations
Abstract History has shown that dependency upon the crane operator to monitor loads and boom angle or load radius do not allow the margin necessary to perform the...

Back to Top